Kilas Balik Industri Gim 2018


Sumber CodesWholesale

Tidak terasa tahun 2018 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Ada banyak sekali isu dan trend yang terjadi selama tahun 2018 ini seperti hadirnya gim battle royale sebagai genre gim terpopuler, maraknya event esports yang akan mengubah citranya menjadi komoditas olahraga, hingga Sony yang tidak hadir di E3 2019 nanti.

Berikut ulasan lengkap kilas balik industri gim 2018:

Industri gim di Indonesia semakin berkembang

Jumlah gamer di Indonesia tercatat ada sebanyak 43,7 juta orang dari total penduduk Indonesia 261,7 juta orang. Artinya, 16,7 % penduduk Indonesia aktif bermain gim. Jumlah ini semakin bertambah seiring populernya esports di Indonesia.

Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan Newzoo, pendapatan dari industri gim di Indonesia mencapai USD 879,7 juta atau senilai Rp 13 Triliun di tahun 2018. Indonesia juga menjadi pasar terbesar ke-16 untuk industri gim di dunia. Sedangkan, pasar gim terbesar di dunia dikuasai oleh China.

Infografis industri gim di Indonesia 2018 [sumber: Newzoo]

Telltale Games bangkrut

Developer dari gim fenomenal The Walking Dead yang mengenalkan konsep narrative-driven dan decision choices memberikan kabar mengejutkan bahwa di bulan September lalu mereka telah memecat hampir 90% karyawannya dan menyisakan hanya 25 anggota sebagai skeleton crew.

Beberapa judul season baru untuk The Wolf Among Us dan Game of Thrones, hingga Stranger Things harus dihentikan. Bangkrutnya studio ini dikarenakan toxic management yang terlalu parah karena banyaknya judul gim baru yang harus digarap sehingga membuat jam kerja karyawan semakin menggila.

Deretan gim buatan Telltales Games [sumber: Gamespot]

Pasar mobile gaming yang semakin luas

Mobile menjadi platform gaming primadona sepanjang tahun 2018 dengan menguasai 51% pasar gaming di seluruh dunia. Tidak tanggung-tanggung, keuntungan yang didapatkan sebesar $79.3 Miliar.

Kemudahan akses internet yang memungkinkan semua informasi bisa diakses hanya dari perangkat smartphone dan tablet memaksa beberapa developer untuk mengembangkan gimnya ke arah mobile seperti yang dilakukan olah Fortnite dan PUBG.

Mobile gaming menguasai pasar selama 2018 [sumber: Newzoo]

Kebangkitan genre battle royale

Tahun 2018 adalah tahun milik developer yang mengusung gim dengan genre battle royale. Bahkan jumlah tontonan di platform streaming favorit seperti YouTube dan Twitch juga didominasi oleh gim battle royale. Tidak diragukan lagi, battle royale adalah genre gim terpopuler abad ini.

Gim battle royale adalah satu-satunya genre gim yang menyasar semua platform. Lihat saja bagaimana Fortnite dapat dimainkan di semua platform mulai dari PC, PS4, Xbox One, Mac, Android, iOS, dan Switch.

Fortnite adalah salah satu gim battle royale populer [sumber: Fiverrcdn]

Masa depan industri gim di cloud gaming

Pernah mendengar istilah cloud gaming? Jika kamu bingung, bayangkan ketika kamu mengakses layanan Netflix atau Spotify, namun kontennya adalah video game. Itulah cloud gaming. Di Indonesia sendiri telah hadir EMAGO dan Skyegrid sebagai platform cloud gaming.

Intinya, kehadiran cloud gaming membuat pengalaman bermain gim menjadi lebih sederhana karena tidak perlu mengunduh atau menginstal gim terlebih dahulu. Konten gim akan diolah oleh server dan kemudian di-stream langsung ke device. Memang tidak dalam waktu dekat, perlahan tapi pasti masa depan industri gim akan beralih ke cloud gaming.

Industri gim akan beralih ke cloud gaming [sumber: PMC Variety]

Sony tidak akan unjuk gigi di E3 2019

Sony memberikan kabar mengejutkan bahwa mereka tidak akan tampil di E3 2019 tahun depan. Untuk pertama kalinya dalam 24 tahun, Sony dan PlayStation tidak akan unjuk gigi. Kabar ini disampaikan oleh Sony kepada Game Informer saat perayaan 5 tahun perilisan PS4.

Beberapa alasan yang masuk akal adalah mulai dari Sony kehabisan amunisi judul game baru yang disertai tanggal rilisnya seperti Dreams, The Last of Us Part 2, Ghost of Tsushima, hingga Death Stranding. Lalu, Sony berniat fokus untuk mengembangkan event sendiri dan Sony akan melakukan comeback dengan PS5 miliknya.

Salah satu booth Sony di E3 [sumber: The Lazy Media]

Semakin maraknya event esports

Ada banyak alasan mengapa esports menjadi perhatian mulai dari peminat esports yang semakin meningkat, acara esports yang semakin banyak jumlahnya, masuk ke dalam acara tv lokal, dan banyaknya institusi besar yang terjun ke esports.

Poin terakhir diperbincangkan hangat di tanah air karena perusahaan seperti KAI dan WIKA hingga grup idol JKT48 dan Cherrybelle yang ikut membentuk tim esports miliknya sendiri.

Penampakan salah satu ajang esports [sumber: Ispo]

Blunder para developer gim

Tidak semua developer mendapatkan reaksi positif atas gim yang dirilisnya atau akan dirilis. Ada banyak blunder yang dilakukan oleh para developer gim sepanjang 2018.

Blizzcon tahun ini ramai diperbincangkan karena Diablo Immortal tidak disambut baik oleh para penggemar Diablo. Lalu, ada Bethesda Studios yang mendapatkan banyak ulasan negatif di gim Fallout 76 yang menyebabkan harganya didiskon menjadi setengah harga tidak sampai satu bulan perilisan.

Diablo Immortal dirilis di platform mobile [sumber: Imore]

God of War sebagai Game of The Year

The Game Awards 2018 adalah ajang penghargaan untuk kategori gim-gim yang memiliki kualitas terbaik di tahun 2018. Beberapa gim yang menjadi sorotan adalah God of WarRed Dead Redemption 2, dan Spider-Man.

Red Dead Redemption 2 boleh saja berbangga menjadi gim yang memenangkan paling banyak kategori penghargaannya. Tetapi Game of The Year tahun ini adalah milik God of War. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa gim single-player masih belum mati.

God of War sukses mendapatkan predikat GoTY [sumber: Fox Sport Asia]


Like it? Share with your friends!

Chipsman

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri gim dan game development. Gim favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.
Facebook Comments