Apakah Masa Depan Industri Gim Ada di Cloud Gaming?


Cloud gaming atau yang biasa disebut dengan gaming on demand memungkinkan kamu untuk memainkan gim melalui koneksi internet dengan perangkat apapun tanpa harus memiliki hardware spesifikasi tinggi ataupun local copy dari gim itu sendiri.

Industri gim adalah salah satu industri hiburan yang semakin bertambah besar setiap tahunnya. Semakin canggih teknologi pendukungnya, membuat cara gamer dalam bermain gim mengalami perubahan.

Sejatinya, gim dulu dimainkan dalam bentuk arcade yang berada di area perbelanjaan atau hiburan di luar rumah. Lalu, kehadiran console membawa gim dapat dimainkan langsung dari rumah. Seiring berkembangnya teknologi, dukungan internet membuat jarak bukan lagi masalah dalam memainkan gim.

Pertanyaannya sekarang adalah ke arah mana industri gim ini akan berjalan?

Hanya ada satu jawaban, cloud gaming. Pernah mendengar istilah cloud gaming? Jika kamu bingung, bayangkan ketika kamu mengakses layanan Netflix atau Spotify, namun kontennya adalah video game. Itulah cloud gaming.

Bagaimana cara kerja cloud gaming?

Semua proses komputasi gim dilakukan oleh server selama perangkat terhubung dengan internet. Tugas perangkatmu hanya melakukan streaming video gameplay dan mengirimkan input kontrol ke server, sehingga kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah graphic card, RAM, panas yang dihasilkan, dan masalah lainnya.

Dengan menggunakan fixed broadband berlangganan 10Mbps (yang biasanya menghasilkan kecepatan download actual minimum 4 Mbps), kamu sudah bisa memainkan gim yang tersedia dengan lancar.

Sejarah cloud gaming

Konsep cloud gaming akan selalu berkaitan dengan online streaming. Steam adalah salah satu pionir dalam mengenalkan konsep streaming melalui platform distribusi digital yang dikembangkan oleh Valve Corporation di mana pengguna dapat membeli dan menjalankan gim di dalamnya.

Tetapi implementasi pertama dari layanan cloud gaming diluncurkan oleh G-cluster pada tahun 2004 untuk pasar Jepang. G-cluster sendiri pernah mendemonstrasikan teknologi cloud gaming di E3 pada tahun 2000 yang dapat mengakses layanan gim melalui Wi-Fi dari perangkat.

Developer game Crytek juga pernah meneliti sistem cloud gaming pada tahun 2005 untuk Crysis, tetapi pada tahun 2007 pengembangan di hentikan karena saat itu infrastruktur belum mendukung.

Lalu, Amerika Serikat memperkenalkan layanan pertamanya pada tahun 2010 melalui OnLive yang memungkinkan pengguna untuk menyewa atau mendemonstrasikan gim tanpa menginstalnya di perangkat mereka.

Sayangnya, saat itu infrastruktur dan dukungan layanan juga masih belum merata terutama untuk kecepatan internet dan latensi.

OnLive hanya bertahan selama dua tahun dan akhirnya menjual sebagian besar teknologinya ke Sony yang juga membeli layanan serupa, Gaikai pada tahun 2012 dan menggunakan teknologi tersebut untuk mengembangkan produk streaming mereka yang sekarang dikenal sebagai PlayStation Now.

Selain Steam, online streaming juga diperkenalkan oleh EA melalui Origin sebagai platform gim yang memungkinkan pengguna membeli gim untuk PC dan mobile.

Kompetitor sebelah, Microsoft juga menghadirkan Xbox Play Anywhere di mana gamer dapat mengakses gim dengan judul tertentu yang ada di server Xbox dan terhubung juga dengan Windows.

Lebih jauh lagi ada GeForce NOW sebagai cloud game streaming ditawarkan oleh NVIDIA yang diluncurkan pada tanggal 1 Oktober 2015. Lalu, hadir Nvidia GRID sebagai kreasi terbaru dari Nvidia yang menargetkan pada cloud gaming secara khusus.

Google ikut meramaikan layanan game streaming yang bekerja sama dengan Ubisfot melalui project stream pada tanggal 1 Oktober 2018.

Terakhir, Microsoft juga meresmikan project xCloud pada tanggal 8 Oktober 2018 sebagai masa depan dunia gim menggunakan layanan cloud computing mereka Azure.

Cloud gaming di masa depan

Lihat bagaimana Blizzard banting setir menghadirkan gim Diablo: Immortal di mobile. Padahal seri Diablo dikenal kental dan solid karena menghadirkan grafis yang tinggi dan harus dimainkan di platform PC atau console.

Atau Epic Games yang memungkinkan Fortnite dapat dimainkan di seluruh platform menggunakan fitur cross-platform miliknya. Tidak ada lagi batasan dalam bermain gim itu sendiri.

BACA JUGA: 3 Gosip yang Beredar Mengenai Rilisnya Playstation 5

Sama seperti mobile gaming yang memiliki pertumbuhan pasar gim di mana gim dapat dimainkan oleh miliaran orang di seluruh dunia melalui smartphone dan tablet, cloud gaming berpotensi memperluas pasar gim tersebut untuk memainkan gim premium yang dapat diakses dari perangkat apapun.

Semua developer game juga pasti sadar bahwa gaming bukanlah hobi yang murah karena gamer harus membeli console dan gim itu sendiri. Lalu, PC menawarkan kualitas yang lebih tinggi tetapi menuntut biaya yang tinggi juga.

Tepat seperti yang dikatakan oleh Microsoft bahwa masa depan gim adalah dunia di mana kamu dapat memainkan game yang diinginkan, dengan orang-orang yang diinginkan, kapan pun, di mana pun kamu berada, dan di perangkat apa pun yang kamu pilih.

Lalu, bagaimana perkembangan cloud gaming di Indonesia sendiri?

Sejauh ini, di Indonesia sudah hadir EMAGO dan Skyegrid. EMAGO adalah platform layanan streaming untuk bermain gim di cloud yang lahir dari program startup digital PT Telkom Indonesia, Digital Amoeba.

Harga untuk berlangganan EMAGO berjumlah sesuai jenis paket yang diambil mulai dari Rp50.000 hingga Rp150.000. Dengan membayar paket subscription ini, kamu mendapatkan unlimited time untuk mengakses gim di library EMAGO selama 30 hari.

Saat ini platform EMAGO mendukung PC/Laptop dengan sistem operasi Windows 7 (atau yang lebih baru) dengan GPU Intel Processor.

Beberapa judul gim yang dapat dimainkan di EMAGO seperti Dirt Rally,  WRC 6, Redout, Red Faction, Star Wars 3, Grid, Moto GP15, Dark Siders, dan SW Force.

Sedangkan, Skyegrid adalah sebuah layanan streaming game berbasis cloud multi-platform. Mirip seperti EMAGO, kamu bisa memainkan ratusan game PC yang tersedia di rak Skyegrid melalui platform-platform yang telah mendukung selama terhubung dengan internet.

Gim tersebut tidak diemulasi atau diinstal di dalam perangkat, jadi tidak ada proses pengunduhan atau pembaruan. Beberapa platform yang mendukung Skyegrid saat ini adalah Windows 7, 8, 10 (64bit), Chrome, dan Android.

Harga berlangganan Skyegrid sendiri sebesar Rp179.000 per bulan yang bisa dibayar via Doku dan Paypal dengan akun kartu kredit atau bank yang telah bekerja sama.

Untuk judul gim, Skyegrid lebih unggul karena memiliki lebih dari 100 game yang akan terus diperbarui setiap bulannya. Saat ini, kamu bisa memainkan game-game terpopuler seperti Dota 2, GTA V, Paladins, PUBG, Team Fortress 2, dan masih banyak game indie berlisensi lainnya.

Ada juga gim yang mengharuskan kamu untuk membelinya terlebih dahulu di Steam yang nantinya dapat diakses menggunakan platfrom yang telah mendukung Skyegrid (termasuk Windows, Mac, Linux, Android, Smart TV).

Intinya, kehadiran cloud gaming membuat pengalaman bermain gim menjadi lebih sederhana karena kamu tidak perlu mengunduh atau menginstal gim terlebih dahulu. Konten gim akan diolah oleh server dan kemudian di-stream langsung ke device.


Like it? Share with your friends!

ChipsMan

Never ever gimme shooter game when I eat chips cause my aim will be potato