Review Devil May Cry 5: Kegilaan Sampai Batas Maksimal!


Devil May Cry 5 meluncur pada 7 Maret 2019. Bisa dibilang, penantian selama 11 tahun untuk mencoba seri ini berakhir sudah!

Devil May Cry 5

Setelah harus terombang ambing tanpa kejelasan, Akhirnya salah satu franchise terbaik Capcom, Devil May Cry 5 meluncur pada 7 Maret 2019. Bisa dibilang, penantian selama 11 tahun untuk kembali menjajal seri yang satu ini berakhir sudah.

Ketika pertama kali diumumkan, sorak bahagia dari para pencinta seri ini terlihat sangat jelas. Harapan bahwa game ini nantinya bakal menjadi game yang bagus seperti seri-seri sebelumnya sudah pasti ada.

Lantas kira-kira, apakah Devil May Cry 5 berhasil memenuhi ekspektasi dari para gamer ataukah justru menjadi game yang buruk?

Cerita

Devil May Cry 5
Hey! I’m back…

Dari segi cerita, Devil May Cry 5 memiliki timeline setelah Devil May Cry 2 dan hal ini sudah dikonfirmasi oleh Capcom sendiri. Di seri kelima ini cerita berpusat pada petualangan Dante untuk menghentikan keganasan dari seorang demon King bernama Urizen.

Tak sendiri, Nero ditemani oleh Trish, Lady, Nero, dan satu karakter baru bernama V. Petualangan yang dilakoni oleh Nero juga ada hubungannya dengan sang saudara kandung yaitu Vergil.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah misi Urizen sebenarnya, siapakah V serta apa hubungannya dengan Dante, dan bagaimana bisa semua peristiwa yang terjadi berhubungan dengan Vergil?

Cerita yang segar dan cukup kompleks ini bakal kalian ketahui dengan memainkan gamenya tentunya.

Gameplay Solid Khas Devil May Cry Kembali!

Gue tampol lu!!

Membicarakan sebuah video game tentu saja yang harus dibahas adalah dari sisi gameplay-nya. Jika di Devil May Cry 4 kita hanya menggunakan dua karakter sepanjang permainan (Dante dan Nero), di game ini kita bakal memainkan tiga karakter yaitu Nero, Dante, dan V.

Menariknya, dari masing-masing ketiga karakter tersebut, mereka bakal menghadapi boss yang berbeda satu sama lain. Dengan menghadapi boss yang berbeda, sudah jelas sensasi memainkan ketiganya bakal berbeda juga.

Yang pertama bakal kita bahas adalah dari gameplay-nya Nero. Sama seperti seri sebelumnya, Nero memiliki mekanisme combo yang sama dengan moveset button yang sama juga. Tak banyak perbedaan yang ada pada Nero di dalam Devil May Cry 5 ini.

Meski begitu, Capcom dengan cerdik memasukkan satu mekanik baru yang mencolok yaitu Devil Breaker. Jika sebelumnya Nero diperkuat oleh tangan iblis bernama Devil Bringer, kali ini Devil Breaker menjadi teman bermain Nero.

Devil Breaker memiliki fungsi yang sama seperti Devil Bringer. Dengan tangan mekaniknya ini Nero bisa menarik musuh dan dirinya sendiri. Jangkauan tarikannya juga bisa kita perpanjang dengan melakukan upgrade.

BACA JUGA: Resident Evil 2 Remake Review: Zombi Lawas yang Sukses Disempurnakan

Untuk daya serangnya, Devil Breaker berbeda dengan Devil Bringer. Sepanjang perjalanan, ada banyak varian Devil Breaker yang bisa kita dapatkan. Mereka memiliki pola yang berbeda satu sama lain. Misalnya ada Devil Breaker bernama Punch Line yang mampu memberikan efek pukulan secara terus menerus dan di sisi lain ada Devil Breaker bernama Gerbera yang bisa memberikan efek ledakan dari kelima jarinya.

Masing-masing Devil Breaker memiliki keunikan yang tentunya membuat combo yang dilancarkan Nero bisa mengalir dengan mantap. Tak hanya itu, kita juga bisa meledakkan Devil Breaker untuk memberikan damage besar kepada lawan.

Sedangkan sisanya, Nero masih ditemani oleh pistol Blue Rose dan pedang dengan tuas gas bernama Red Queen. Sejauh ini, Nero masih seperti Nero yang kita kenal secara mekanisme gameplay.

Aduh jatoh!!

Yang kedua adalah gameplay mengenai V yang benar-benar menyegarkan serta terasa berbeda dari keduanya. Dalam perjalanannya, V ditemani oleh tiga buah summon bernama Griffon, Shadow, dan Nightmare. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Tapi jika ingin dianalogikan, Griffon memiliki fungsi seperti tembakan, Shadow memiliki fungsi seperti pedang, dan Nightmare memiliki fungsi sebagai jurus z. Selama menggunakan V, harus diakui bahwa V adalah karakter yang mampu membuat kami ke rank S dengan sangat cepat.

Selain itu, dengan mekanisme unik dari V, kami juga kerap menerima damage yang sedikit. Ketiga summon yang dimiliki oleh V mampu memberikan distraksi maksimal kepada musuh sehingga musuh bakal kesulitan untuk mengincar V.

BACA JUGA: Preview Devil May Cry 5: Solid, Brutal, Memanjakan Mata

Tapi sayangnya meskipun summon V punya kombo yang sangat destruktif, V tetap memiliki batasan. Batasan inilah yang pada akhirnya mampu membuat V menjadi karakter yang “tidak berguna”.

Summon milik V memiliki health bar yang bisa habis jika terus menerus terkena serangan dari musuh. Ketika habis, summon tersebut bakal cooldown untuk sementara waktu. Ini artinya V tidak bisa menyerang dan lebih parahnya lagi V tidak bisa bertahan!

Serangan serta pertahanan V sangat bergantung pada summon yang dia miliki. Jika tidak, siap-siap kalian hanya bisa melompat-lompat saja. V juga tidak punya kekuatan untuk menyerang lawan dengan tangannya sendiri kecuali satu hal.

Ketika summon tewas, V bakal jadi karakter yang kopong.

V mampu menyerang lawan secara langsung ketika dia sudah siap melakukan finisher. Hal ini ditandai dengan berubahnya musuh menjadi putih. Jika sudah begini, V tinggal melakukan finisher untuk melakukan kill pada musuh.

Untuk tingkat kesulitan Human dan Devil Hunter, V sangat mantap. Tapi untuk tingkat kesulitan di atas itu, menggunakan V bakal sangat susah tentunya.

Yang ketiga adalah Dante. Karakter ikonik yang disebut sebagai Legendary Devil Hunter ini memiliki mekanisme yang paling lengkap daripada Nero serta V. Sama seperti sebelumnya, Dante diperkuat oleh beberapa style seperti Gunslinger, Trickster, Swordmaster, dan Royal Guard.

Masing-masing style memiliki kelebihan dan bakal membuka teknik baru jika kalian melakukan upgrade. Dari segi senjata, Dante juga memiliki varian senjata yang paling lengkap. Kita bisa menggunakan senjata seperti King Cerberus, Cavaliere, Devil Sword of Dante, Devil Sword of Sparda, dan Balrog.

Ada juga Dante memiliki varian tembakan yang cukup beragam mulai dari Coyote A, Ebony & Ivory, Dr. Faust, dan juga Kalina Ann II.

Harus diakui dengan banyaknya pilihan style, tembakan, dan senjata melee, Dante menjadi karakter yang benar-benar dewa. Tapi sayangnya, bak pisau bermata dua, mekanisme yang dimiliki Dante juga menyebabkan kebingungan khususnya bagi para pemain baru yang memainkan Devil May Cry.

Kebingungan bakal terjadi khususnya bagi para pemain baru Devil May Cry.

Kebingungan yang paling umum adalah cara menentukan flow combo yang tepat bagi gamer yang baru menjajal seri ini. Kami sendiri terakhir kali memainkan game Devil May Cry pada tahun 2008 silam dan sedikit bingung ketika dihadapkan pada banyak pilihan senjata yang dimiliki Dante.

Akhirnya rangkaian combo yang dikeluarkan kurang beragam dan berdampak pada buruknya rank yang kami dapatkan.

Selain membahas mekanik masing-masing karakter, yang menarik untuk dibahas dari segi gameplay adalah perubahan kamera. Tak lagi seperti Devil May Cry sebelumnya, kamera di game ini justru mengikuti kamera seperti DmC: Devil May Cry yang dibuat oleh Ninja Theory beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Review Hollow Knight: Salah Satu Game Metroidvania Terbaik Saat Ini

Perubahan kamera ini patut diacungi jempol karena gamer jadi bisa lebih merasakan pengalaman sinematik yang luar biasa meskipun dalam keadaan non-cutscene. Grafis yang ada juga terlihat semakin detail dengan modifikasi kamera ini.

Tapi meski begitu bukan tanpa kekurangan dari adanya modifikasi dari kamera ini. Kamera yang di beberapa tempat terlalu dekat malah membuat pengelihatan kami terhadap musuh menjadi terbatas dan sedikit mengganggu ketika musuh yang datang dalam keadaan bergerombol.

Bicara soal kamera tentu saja harus berbicara soal grafis. Kami harus diakui cukup terkejut dengan grafis yang ditawarkan oleh game Devil May Cry 5. Grafis rambut terlihat detail, efek lingkungan juga benar-benar membuat pertempuran semakin dramatis, dan yang paling mantap adalah ekspresi wajah karakter yang benar-benar realistis.

Ketika marah, ekspresi mereka bakal terlihat dan begitu juga ketika mereka bergembira.

Kemarahan Nero sangat terlihat dari raut wajahnya!!

Semua itu dikarenakan engine baru yang diterapkan oleh Devil May Cry 5 ini. RE Engine yang disematkan membuat grafis yang ada berada di level yang sangat berbeda dari seri sebelumnya, bahkan Devil May Cry 4 Special Edition yang dikeluarkan untuk PlayStation 4 sekalipun.

Selain itu mekanisme yang wajib disorot adalah mekanisme online yang di sematkan di game ini. Ya, tanpa diduga, di beberapa stage kita bakal secara tidak sengaja bisa bertemu dengan player lain.

Tapi meski begitu, skala bertemu dengan player lain ini sangat kecil sekali kemungkinannya. Tapi penyegaran ini harus diakui patut diacungi jempol meskipun sifatnya minor.

Sistem Upgrade yang Selalu Ditunggu-tunggu

Nico memainkan peran yang penting dalam sistem upgrade

Harus diakui, sistem upgrade memang menjadi sistem yang menempel dalam DNA Devil May Cry. Meskipun tidak serumit game-game lain, sistem upgrade di Devil May Cry menjadi mekanisme yang selalu ditunggu-tunggu terlebih lagi di seri kelima ini.

Selain melakukan upgrade lewat patung yang tersebar di dalam stage, Devil May Cry 5 menambahkan satu lagi opsi upgrade melalui Nico Goldstein khusus untuk Nero dan V. Lantas kenapa kami mengatakannya sebagai sistem upgrade yang selalu ditunggu-tunggu?

Ya, karena melakukan upgrade via Nico memiliki kesan gila. Ketika memanggil Nico melalui telepon koin, gamer bakal disuguhi oleh cutscene yang menegangkan mulai dari mobil yang nyaris menabrak Nero hingga mobil yang mengejutkan salah satu summon milik V.

Nico selalu datang dengan kejutan yang berbeda ketika kita memanggilnya.

Cutscene inilah yang membuat petualangan di Devil May Cry 5 menjadi segar dan membuat kita bertanya-tanya, apakah yang bakal dilakukan oleh Nico selanjutnya jika kita memanggilnya?

Untuk urusan upgrade sendiri ada macam-macam upgrade yang bisa dilakukan mulai dari upgrade skill, devil trigger, dan health bar. Di samping itu kita juga punya opsi untuk membawa dan meninggalkan item yang digunakan khususnya buat Nero dan Dante.

Eksplorasi yang Lebih Luas dan Menantang

Eksplorasi menuntut kita untuk muter-muter tentunya.

Devil May Cry 5 menyajikan eksplorasi yang lebih luas dari seri-seri sebelumnya. Banyaknya jalan yang tersedia untuk dilalui membuat kita yang doyan eksplorasi bisa menyibukkan diri. Selain itu, ketika melakukan eksplorasi juga terdapat mini boss yang siap untuk dikalahkan.

BACA JUGA: Review Celeste: Platformer Keren dengan Tema Menyentuh

Eksplorasi yang kita lalui ini mampu memberikan red orb lebih banyak dari biasanya. Selain Red Orb yang lebih banyak, eksplorasi yang dilakukan secara menyeluruh juga kemungkinan membuat kita bisa mendapatkan purple orb dan juga golden orb yang punya fungsi cukup signifikan terkait upgrade.

Nico dan Griffon Jadi Man of The Match!!

Nico jadi karakter yang paling mencolok di sini…bahkan melebihi Dante!

Karakterisasi kuat menjadi kelebihan dari Devil May Cry 5 ini. Tapi, ada dua tokoh yang layak mendapatkan credit paling besar di game ini yaitu Nico dan juga Griffon. Menurut kami, Devil May Cry punya cerita yang serius tapi dengan pembawaan karakter-karakternya yang santai. Di seri kelima ini, Nico dan Griffon mampu memainkan peran mereka sebagai “pelawak”.

Nico selalu muncul dengan kejutan tak terduga jika V dan Nero memanggilnya untuk melakukan upgrade. Aksi kebut-kebutan mobilnya juga sangat luar biasa dan mendebarkan. Di samping itu, Nico memiliki sikap yang usil terhadap Nero. Salah satu lawakan Nico yang paling membuat kami tertawa adalah ketika Nero menggendong tubuh Lady yang dalam keadaan tak menggunakan pakaian.

BACA JUGA: Ngomongin Game: Perkembangan Assassin’s Creed, Makin Bagus atau Makin Jelek?

Saat itu Nico mengatakan, “Gue bakal telepon Kyrie dengan apa yang sudah lo lakukan sama dia (Lady),” sialnya Nero mempercayai hal itu dan kemudian Nico berkata bahwa itu semua hanya bercanda.

Satu candaan yang cukup mantap adalah ketika dia secara malu-malu berbicara kepada Dante bahwa neneknya, Nell Goldstein adalah orang yang membuat pistol ikonik Dante, Ebony & Ivory.

Bahkan meski dalam keadaan genting, lawakan-lawakan yang dilemparkan oleh Nico seakan selalu berhasil membuat suasana menjadi lucu.

Momen telepon Nico menjadi yang paling ditunggu.

Credit kedua wajib diberikan kepada Griffon. Ya, summon milik V ini adalah hewan yang banyak bicara dan sombong. Bahkan hewan ini tidak takut untuk melemparkan candaan kepada sang tuan.

Salah satu momen terbaiknya adalah ketika dia pergi bersama Dante. Di situlah Griffon mulai mengoceh banyak hal yang cukup mengocok perut. Kematiannya di akhir cerita praktis memberikan kesan perpisahan yang dalam tentunya.

Khusus untuk Nico, dia masih berceloteh kocak hingga credit scene!!

Mikrotransaksinya Masih Wajar atau Tidak?

Microtransactionnya masih wajar banget!

Satu yang jadi perbincangan adalah soal mikrotransaksi. Tapi Capcom telah menegaskan bahwa mikrotransaksi yang ada di Devil May Cry 5 sama sekali tidak bakal berpengaruh pada gamenya. Mereka mengatakan, jika ingin mempercepat progress permainan, pilihan mikrotransaksi bisa menjadi solusi.

Hal yang diungkapkan Capcom benar adanya. Mikrotransaksi di game ini sama sekali tidak berpengaruh apapun di dalam game. Bagi yang suka dengan grinding, kalian bisa mengoleksi red orb sebanyak-banyaknya melalui permainan yang ada.

Bagi yang tidak sabar, sudah jelas pilihannya adalah mikrotransaksi. Pilihannya juga beragam dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tapi bagi kalian yang khawatir akan mikrotransaksi yang tidak sehat, tidak perlu khawatir karena Capcom sepertinya tidak segila itu.

Mikrotransaksi di Devil May Cry 5, 100 persen sehat kok.

Ada Beberapa Kekurangan Minor

Karakter sudah lengkap tapi tanpa Kyrie -,-

Devil May Cry 5 adalah game luar biasa. Tapi meski begitu, ada beberapa kekurangan yang mereka miliki. Setelah kami mengatakan kekurangan dari sistem kamera dan juga banyaknya senjata yang dimiliki Dante, ada kekurangan minor lainnya yang dimiliki Devil May Cry 5.

Kekurangan itu adalah cerita menjelang ending terkesan aneh dan sosok Kyrie yang tak diperlihatkan sama sekali.

Untuk masalah ending, Vergil yang pindah haluan secara cepat (begitu mendadak) membuat bagian ending terkesan aneh. Meskipun memang alasan ini bisa ditepis dengan tumbuhnya sikap kemanusiaan dari Vergil setelah tahu bahwa Nero adalah anaknya.

BACA JUGA: Review Dragon Marked for Death: Quest Hunting dengan Visual Dua Dimensi

Kekurangan terakhir adalah sosok Kyrie yang tidak diperlihatkan sama sekali. Dari awal sampai akhir kita tidak diperlihatkan bagaimana wujud dari Kyrie. Capcom hanya memasukkan suaranya saja ketika berinteraksi oleh Nero di garasi dan juga ketika berinteraksi lewat telepon menjelang ending.

Padahal dengan dimunculkannya Kyrie ketika berinteraksi dengan Nero bakal menambah mantap pengalaman yang ada.

Sejauh ini kekurangan yang dimiliki oleh Devil May Cry 5 benar-benar minor. Dari segi teknis sendiri Devil May Cry 5 sudah cukup dibuat dengan sangat baik.

Kesimpulan

Beautifull Trish!!!!

Di luar beberapa kekurangan minor yang ada, Devil May Cry 5 harus diakui digarap dengan sangat sempurna. Game ini membawa mekanisme lawasnya yang ikonik sambil dibumbui oleh mekanisme yang baru.

Mekanik gameplay dan sistem upgrade secara keseluruhan masih dipertahankan seperti dulu. Khusus untuk sistem upgrade ada tambahan selain dengan patung juga bisa menggunakan Nico sebagai objek untuk melakukan upgrade.

Eksplorasi yang luas juga menjadi kekuatan utama game ini sehingga perjalanan kalian bisa lebih beragam. Di eksplorasi yang lebih banyak ini juga kerap menghadirkan mini boss yang siap untuk ditaklukkan.

Dengan banyaknya nilai plus yang ada, Devil May Cry 5 rasanya harus menjadi salah satu game yang wajib kalian mainkan tahun ini.


Adam Imadudin

Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!