Resident Evil 2 Remake Review: Zombi Lawas yang Sukses Disempurnakan


Game gampang, meskipun main di Normal. Butuh tantangan nih gaes

Setelah menjadi bahan perbincangan di berbagai forum para gamer, game Resident Evil 2 Remake akhirnya menunjukkan taji mereka setelah dirilis. Game yang ditunggu-tunggu oleh para gamer telah meluncur pada 25 Januari 2019.

Menunjukkan kesan survival horror klasik di versi demonya, Resident Evil 2 Remake mendapatkan sambutan yang luar biasa hangat dari berbagai kritikus. Penasaran dengan versi full-nya, Gimbot menjajal game ini.

Cukup sukses di versi demo, apakah game ini mampu membawa ekspektasi lebih di versi penihnya? Langsung saja kita bahas ulasannya!

Jalan Cerita dengan Banyak Skenario

Tak usah takut, banyak skenario yang bisa kalian dapatkan!!

Di game ini gamer bisa memainkan dua orang karakter yang berbeda yakni Leon Scott Kennedy dan Claire Redfield.

Kedua karakter ini juga memiliki cerita yang berbeda satu sama lain. Sebagai polisi baru, Leon merasa bertanggung jawab untuk mencari apa yang terjadi di Racoon City, sedangkan Claire pergi ke Racoon City untuk bertemu dengan kakaknya, Chris Redfield.

Resident Evil 2 Remake memiliki jalan cerita yang sama seperti versi orisinalnya. Meski begitu, ada beberapa pembaharuan dan penyesuaian cerita untuk membuat kesan dari game ini terlihat baru dan terlihat menyegarkan. Kami tidak bakal membahasnya terlalu jauh karena bisa menyebabkan spoiler.

BACA JUGA: Impresi Awal Resident Evil 2 Remake

Selain itu karena game ini adalah sebuah remake, yang jadi pertanyaan apakah ceritanya bakal ramah untuk para gamer baru? Jawabannya adalah bisa iya dan juga bisa tidak.

Jawaban iya karena jalan cerita yang ada di game ini benar-benar mudah untuk dipahami. Plot yang disajikan juga cukup direct dan tidak berbelit-belit sehingga membuat gamer bisa dengan mudah memahami apa yang terjadi.

Final battle begin?

Sedangkan bagi gamer baru yang ingin tahu lebih dalam mengenai cerita di game ini beserta dengan latar belakang karakternya, kalian setidaknya harus membaca ringkasan kisah Resident Evil sebelumnya.

Capcom sendiri hanya menjelaskan sedikit sekali latar belakang mengenai Umbrella Corps dan William Birkins yang merupakan salah satu kunci cerita di game ini. Meski begitu, cerita di game ini masih benar-benar bisa dinikmati untuk para pendatang baru.

Selain penyegaran dari segi cerita, adanya ide untuk membuat skenario A dan B juga membuat game ini patut diacungi jempol. Skenario A tentunya bakal memiliki ending yang berbeda dari scenario B. Tapi untuk mencapai hal tersebut, setidaknya kita harus menamatkan game ini satu kali untuk membuka menu second run.

Grafik jempolan dude!

Ide skenario A dan B juga menjadi bukti kecerdasan dan keseriusan Capcom dalam menggarap game ini.

Game single player tipikal Resident Evil 2 Remake ini harus diakui memang bisa diselesaikan dengan mudah dan cepat.

Setelah itu, tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengulang game kembali sehingga berpotensi membuat gamer yang memainkannya “hampa” setelah menamatkan game ini.

Tapi skenario A dan B ini jelas membuat gameplay dari Resident Evil 2 Remake menjadi lebih panjang dari yang diperkirakan. Meskipun mengulang, gamer bakal mendapatkan hal-hal baru karena ide skenario A dan B ini.

Gameplay Lawas dengan Cita Rasa Modern

OMG!!

Zaman dulu, salah satu kekuatan dari seri Resident Evil adalah gameplay-nya. Mekanisme gameplay milik Resident Evil adalah menggabungkan unsur bertahan hidup dan juga puzzle-nya yang rumit. Alih-alih meninggalkannya, Capcom justru membawa gameplay lawas ini ke level yang lebih modern.

Mayoritas sistem gameplay yang digunakan oleh Resident Evil 2 Remake masih seperti versi orisinalnya. Untuk membuka wilayah yang terkunci semua masih dilakukan secara manual, dan pergerakan karakter juga masih sama seperti dulu. Tidak ada pergerakan menunduk atau mengumpat di balik tembok seperti game-game kekinian.

Kekuatan gameplay lawas tersebut pada akhirnya disempurnakan oleh kamera third person shooter yang membuat detail dari game ini pantas mendapatkan apresiasi. Third person shooter membuat Resident Evil 2 Remake memantap secara grafis.

BACA JUGA: Anti Bajakan! 5 Alasan Kamu Harus Main Gim Orisinal

Ketika membidik musuh di tempat yang gelap, kita bakal melihat debu-debu yang bertebaran melewati cahaya senter yang kita gunakan. Selain itu ketegangan juga bisa tercipta dengan sangat solid karena kamera model third person shooter khususnya over the shoulder yang digunakan oleh Resident Evil 2 Remake membuat pandangan gamer terbatas.

BANG! BANG! BANG!

Lantas bagaimana soal puzzle untuk game Resident Evil 2 Remake ini? Harus diakui puzzle yang ada di game ini dibuat baru dan disesuaikan dengan sangat baik. Hasilnya, otak betul-betul diperas untuk bisa memecahkannya.

Untuk memecahkan satu puzzle saja dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sebagai contoh, ada satu loker yang berisikan tas dan untuk membukanya kamu perlu kode nomor yang harus dikombinasikan. Untuk mencari jawabannya, kita harus menyisir segala tempat untuk mendapatkan kombinasi nomor itu dan untuk mencarinya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Salah satu adegan paling romantis sekaligus memilukan.

Selain itu Capcom juga memasukkan cara baru untuk memecahkan puzzle yaitu inspect item. Cara baru ini membuat gamer harus melakukan examine terhadap beberapa item dan kemudian menekan tombol tertentu untuk membuka rahasia di dalamnya.

Sebagai contoh, kalian mendapatkan kunci mobil untuk membuka bagasi mobil dan untuk melakukannya kalian harus memilih menu examine dan menekan tombol tertentu agar kunci mobil tersebut menyala dan membuka bagasi.

Cara baru ini sangat sederhana tapi membuat dampak besar yang ada di game ini karena gameplay menjadi lebih solid dan realistis. Intinya, untuk berhasil dalam puzzle, kalian dituntut untuk menjadi orang yang teliti.

Sound dan Voice Act Jempolan

Ada Woooong!!

Elemen terbaik untuk membuat rasa takut bangkit adalah suara. Capcom melakukan hal tersebut dengan sangat baik. Suara zombi, derap langkah musuh, dan nafas rasa takut karakter yang kita mainkan digarap dengan sangat baik.

Setiap suara yang hadir seakan memberikan sinyal bahwa ada bahaya yang mengintai. Bahkan saking detailnya, dengan suara saja kamu bisa dibikin panik oleh game ini!

Voice act juga sangat serius digarap. Kita bisa melihat bagaimana karakter sedang takut atau sedang kesakitan ketika berbicara. Bahkan voice act luar biasa ini bertahan hingga akhir permainan yang tentu saja membuat gamer sangat rugi bila melakukan skip pada cutscene.

Kami rasa terkait sound dan voice act sudah sangat sempurna untuk Resident Evil 2 Remake ini.

Diujinya Nalar Bertahan Hidup

Bertahan dari serbuan zombi? Lumayan lah.

Membahas mengenai Resident Evil tidak lengkap rasanya bila tidak membahas soal kesan survival horror-nya. Lagi-lagi Capcom harus mendapatkan sanjungan terkait hal tersebut. Keputusan untuk mempertahankan elemen lawas berdampak signifikan terhadap unsur survival di game ini.

Gamer masih diberikan batas maksimal untuk membawa item dan satu-satunya cara untuk membawa banyak barang bawaan adalah melakukan upgrade tas. Tapi sialnya, untuk melakukan upgrade, terkadang kita harus memecahkan serangkaian puzzle yang cukup membuat gamer pusing.

Terbatasnya barang yang dibawa akhirnya membuat gamer harus memilah-milah barang apa saja yang bakal mereka bawa. Di sini nalar kita untuk bertahan hidup benar-benar diuji karena sering kali kita dihadapkan pada pilihan sulit untuk memilih barang.

Pilihan untuk memilih barang yang dibawa ini semakin menjadi-jadi ketika kita harus banyak membawa key item untuk bisa meneruskan perjalanan.

Satu sisi key item sangat penting tapi di sisi lain resource yang kita miliki juga tidak kalah penting dan sialnya, karena tas penuh terkadang semua item tersebut tidak bisa dibawa dan kita harus jauh-jauh kembali untuk menaruh barang penting kita di stash.

Leon or Claire?

Untungnya Capcom memberikan fitur auto checklist jika barang yang sudah kita gunakan tidak diperlukan lagi sehingga kita bisa menyimpan atau membuangnya dengan tenang.

Membicarakan cara bertahan hidup tentu saja kita juga harus membahas mengenai musuh yang ada di game Resident Evil 2 Remake. Varian musuh yang ada di game ini lumayan banyak. Gamer bisa berhadapan dari Zombi biasa hingga Tyrant di game ini.

BACA JUGA: Jelang Rilis Resident Evil 2 Remake, Ini 5 Tips Main Gim Horor!

Harus diakui, semua musuh yang ada di game ini sama-sama susah untuk dikalahkan. Zombi biasa setidaknya membutuhkan tiga kali tembakan di kepala untuk membuatnya ambruk dan itupun si Zombi tidak mati karena beberapa menit kemudian sang zombi bakal bangkit kembali.

Untuk mengecek apakah si zombi sudah tewas, gamer bisa menggunakan pisau atau menembaknya kembali. Tapi apakah kalian rela membuang resource untuk hal ini?

Tetap Punya Kekurangan

Awas jatuh Leon.

Bicara soal game, sangat sulit rasanya untuk membuat game yang benar-benar sempurna dan Resident Evil 2 Remake tetap memiliki kekurangan yakni resource yang mudah ditemukan dan boss fight yang mudah dikalahkan, setidaknya di tingkat kesulitan Normal.

Resource yang disediakan di game ini masih cukup melimpah untuk didapatkan di sepanjang game, membuat game ini lebih mudah dimainkan daripada kelihatannya.

Sepanjang 10 jam memainkan game ini saya tidak pernah sama sekali kehabisan peluru, herb, dan senjata sampingan (pisau, hand grenade, dan granat kejut).

Tentu saja ini menjadi sedikit kekurangan untuk Resident Evil 2 Remake karena dengan resource yang melimpah, sekuat apapun musuh tetap bisa ditangani dengan baik dan tentu saja sedikit membuat esensi dari survival horror ini sedikit berkurang.

Kekurangan kedua menurut kami adalah boss fight di Resident Evil 2 Remake terlalu mudah. Bahkan ketika mengalahkan salah satu boss fight kami hanya berkomentar, “udah gitu doang.”

Resource mudah sekali ditemukan.

Kemudahan menghadapi boss fight dibuktikan dengan dua hal yang pertama adalah resource melimpah di tempat boss.

Ketika menghadapi boss, bakal ada banyak sekali resource yang bisa kalian dapatkan mulai dari peluru hingga herb semuanya ada.

Kalian yang punya modal resource melimpah bakal dimanjakan dengan hal ini dan bagi yang modal resource-nya sedikit juga tak perlu khawatir akan hal tersebut. Mekanisme seperti ini terus bertahan hingga menjelang ending sehingga rasa khawatir ketika menghadapi boss sedikit berkurang.

Sedangkan yang kedua adalah daya tahan si boss kurang baik. Entah perasaan kami saja atau memang Capcom melakukan desainnya seperti itu. Harus diakui boss di Resident Evil 2 Remake ini kurang keras.

BACA JUGA: Ampuh! Ini 5 Cara Main Gim Stealth Versi Gimbot

Contohnya adalah ketika menghadapi Tyrant yang ketiga, kami hanya butuh beberapa tembakan shotgun ke bagian terlemahnya untuk melumpuhkannya.

Perasaan yang didapatkan tak ada bedanya seperti mengalahkan monster biasa. Hal yang membuat boss berbeda hanya ukurannya yang besar, serangan AOE, dan model pertarungannya adalah satu lawan satu.

Harapannya jika Resident Evil 3 Remake keluar, Capcom bisa membuat boss fight menjadi sedikit lebih sulit agar meninggalkan kesan tersendiri tentunya.

Best of Two: Mr. X dan Licker

Source: Scified

Apa yang paling kami puji dan kami ingat terkait game Resident Evil 2 Remake adalah Mr. X dan Licker.

Mr. X memiliki peran signifikan untuk membuat gamer ragu-ragu ketika melakukan eksplorasi. Ya, Tyrant yang satu ini bakal terus membuntuti kita kemanapun kita pergi. Derap langkahnya yang terdengar dari kejauhan tentu membuat kita merasa ketakutan bukan main.

Yang mengesalkan, Mr. X bakal terus mengejar kita hingga akhir permainan, so brace yourself.

Selain Mr. X menurut kami yang punya kesan tersendiri adalah Licker. Licker adalah monster melata yang buta, namun bisa merasakan kehadiran kita lewat suara. Meskipun terkesan sebagai monster biasa, tapi jangan sekali-kali memilih berhadapan dengannya.

Licker sangat cepat dan kuat sehingga bisa membunuh kamu dalam hitungan menit saja. Pilihan terbaiknya adalah menghindarinya dengan berjalan. Momen berjalan untuk menghindari Licker menjadi salah satu yang paling membekas bagi kami sejauh ini.


Kesimpulan

Miss me dude?!!

Terlepas dari beberapa kekurangan minor yang ada, Resident Evil 2 Remake tetap menjadi game yang patut untuk dibeli oleh para gamer.

Di tengah daya saing game horror yang cukup tinggi, Resident Evil 2 Remake tetap mampu memenuhi ekspektasi yang ada bagi para gamer pencinta horor. Gameplay yang mengakar pada versi orisinalnya dengan sentuhan game kekinian tentu menjadi nilai plus yang patut diapresiasi.

Belum lagi voice act dan sound yang mencekam serta penuh detail juga membuat petualangan di game ini semakin mantap. Dengan banyaknya kelebihan yang ada di game ini, harus diakui kekurangan minor seperti boss yang terlalu mudah dan terlalu banyaknya resource yang bertebaran mampu ditutupi dengan baik.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.