Mengenal Lebih Dekat miHoYo, Sosok di Balik Sukses Genshin Impact


Kesuksesan Genshin Impact dalam meraup ratusan juta dolar tidak lepas dari tangan dingin studio ini. Siapa sih miHoYo sebenarnya?

Berbicara mengenai daftar game terbaik tahun 2020 kemarin, tentu kita tidak bisa mengesampingkan nama Genshin Impact. Menghadirkan RPG sekelas game premium dengan model bisnis free to play ala game mobile, Genshin Impact berhasil menggaet pemain dari banyak “kubu”, mulai dari gamer konsol, gamer mobile, gamer yang gemar dengan RPG-RPG premium, maupun fans game-game mobile free to play.

Kesuksesan Genshin Impact dalam meraih ratusan juta dolar (bahkan disebut-sebut sudah balik modal hanya dalam waktu dua minggu saja!) tentu tidak lepas dari tangan dingin miHoYo, developer game asal Cina yang juga kreator dari Honkai Impact 3rd. Nama miHoYo mungkin baru terdengar 3-4 tahun terakhir, akan tetapi di Cina, miHoYo adalah salah satu studio yang cukup senior.

Siapa sih miHoYo sebenarnya? Dan sesukses apa Genshin Impact sekarang?

Didirikan Tahun 2011 oleh 3 Orang Mahasiswa

mihoyo
Sumber: Houkai 3rd Fandom

miHoYo didirikan pada tahun 2011 oleh 3 orang mahasiswa di Shanghai. Mereka adalah Cai Haoyu, Liu Wei, dan Luo Yuhao. Mereka adalah tiga mahasiswa yang sangat menggemari ACG (Anime, Comic, Game). Jadi tidak mengherankan jika nuansa anime sangat kental di game-game yang mereka rilis seperti Honkai Impact 3rd dan Genshin Impact.

Sejak tahun 2011 mereka tetap menjadi developer independen hingga saat ini. Mengusung “Tech Otaku’s Save the World” sebagai slogan perusahaan, Satu-satunya pendanaan eksternal yang mereka terima adalah sebuah pendanaan dari seorang angel investor sebesar US$150,000 pada tahun pertama mereka beroperasi.

Game Pertama Mereka Adalah Sebuah Game Mobile 2D

mihoyo

Didirikan pada tahun 2011, mereka akhirnya merilis satu game di tahun pertama mereka beroperasi. Lahirlah Fly Me 2 the Moon, sebuah game side scrolling dengan kontrol yang simpel untuk mobile. Dan sesuai dengan kegemaran mereka (serta slogan perusahaan), Fly Me 2 the Moon juga sangat kental dengan nuansa anime.

Respon gamer terhadap Fly Me 2 the Moon sangat baik. Hal ini bisa dilihat dengan total rating 4.8 dari kurang lebih 110 gamer yang mengulas game ini di iOS App Store.

Mulai Menapak Kesuksesan Lewat Gun Girlz

mihoyo

Tiga tahun setelah itu, miHoYo pun berkembang dari tiga orang menjadi tujuh orang. Di tahun 2014, tujuh orang ini akhirnya merilis game mobile berjudul Gun Girlz. Gun Girlz masih mempertahankan nuansa anime dari Fly Me 2 the Moon, namun menghadirkan gameplay yang lebih kompleks, serta cerita yang lebih mendalam.

Di Gun Girlz ini pula, miHoYo meraih kesuksesan perdananya. Tercatat, Gun Girlz meraih lebih dari 1 juta download di Google Play Store, dengan review yang cukup positif pula lewat rating 4.4.

Honkai Impact 3rd Laku Keras di Pasaran

Pasca kesuksesan Gun Girlz tahun 2014, dua tahun berselang miHoYo kembali meraup kesuksesan lewat Honkai Impact 3rd. Mulai dari Fly Me 2 the Moon hingga Honkai Impact 3rd, miHoYo terus memberikan inovasi. Honkai Impact 3rd juga menandai ekspansi besar-besaran miHoYo, terutama dalam jumlah staff.

Honkai Impact 3rd jauh lebih sukses dibandingkan Gun Girlz. Di Google Play Store sendiri, Honkai Impact 3rd berhasil meraup lebih dari 5 juta download dengan rating keseluruhan mencapai 4.2.

Genshin Impact: 2 Minggu Balik Modal, 2 Bulan Untung Besar!

Usai sukses dengan Honkai Impact 3rd, miHoYo terus melakukan ekspansi besar-besaran. Hasilnya adalah Genshin Impact yang dirilis tahun 2020 lalu. Untuk mewujudkan Genshin Impact, miHoYo membutuhkan waktu lebih dari 40 bulan dengan melibatkan lebih dari 400 staff.

Dana US$100 juta pun digelontorkan demi mewujudkan game premium rasa free to play ini. Kerja keras tersebut akhirnya berbuah hasil, dimana Genshin Impact sudah balik modal hanya dalam waktu 2 minggu saja. Bukan hanya itu, dilansir dari Sensor Tower, dalam dua bulan Genshin Impact sudah mendapatkan US$400 juta. Saat ini, kabarnya Genshin Impact sudah “mencetak” uang rata-rata US$6 juta atau Rp83 miliar setiap harinya!

Sumber: Twitter Daniel Ahmad