Game Terbaik dari Tahun 2020 Pilihan Tim Gimbot


Tim Gimbot telah memilih beberapa game menarik yang meninggalkan kesan paling membekas di hati kami ❤️

2020 adalah tahun yang muram akibat terpaan pandemi COVID-19 di seluruh penjuru dunia. Namun di satu sisi, tahun ini juga menjadi momentum positif bagi industri game secara keseluruhan. Mengutip laporan MarketWatch, pendapatan industri video game global diperkirakan melonjak 20% menjadi $ 179,7 miliar di tahun ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sektor industri hiburan lainnya seperti film dan tayangan liga olahraga.

Momentum industri game ini dikarenakan satu hal; semua orang yang membatasi aktivitasnya di luar rumah memilih video game sebagai pelarian atas suntuknya keadaan selama pandemi COVID-19. Gimbot yakin ini tidak hanya di luar negeri saja, tetapi juga berlaku juga buat kamu yang sedang membaca artikel ini sekarang.

Sama seperti kebanyakan gamer yang menikmati proses survival di kala pandemi COVID-19, para penulis Gimbot juga aktif bermain game dan mengikuti perkembangan terkini seputar hobi favorit mereka dari rumah. Dari situ, mereka pun memilih beberapa game-game menarik yang meninggalkan kesan paling berbekas di hati mereka.

Oke, tanpa perlu panjang lebar lagi, inilah daftar game terbaik (dan terfavorit) tahun 2020 pilihan crew Gimbot!

Yasser – Animal Crossing: New Horizons

game-terbaik-2020-acnh

Platform: Nintendo Switch

Nintendo merilis Animal Crossing: New Horizons pada masa pandemi yang buruk namun juga sangat ideal. Kondisi ini membuat iterasi terbaru untuk seri Animal Crossing ini sangat laris. Bahkan Nintendo sendiri tidak menyangka Animal Crossing: New Horizons bisa sesukses sekarang ini.

Tapi selain timing yang ideal, tidak bisa dipungiri juga bahwa Animal Crossing: New Horizons memberikan apa yang selalu dijanjikan di seri Animal Crossing, yaitu simulasi sosial yang bebas. Kamu bebas menata dan merias pulaumu sesuai dengan ide dan keinginanmu tanpa ada tekanan sama sekali. Selain itu para penghuni atau penduduk pulaumu juga bisa menjadi teman di saat suntuk. Bahkan jika dirasa kurang kamu juga bisa mengajak temanmu untuk berkunjung ke pulaumu, atau sebaliknya mengunjungi pulau mereka.

Animal Crossing: New Horizons memberikan sesuatu yang mungkin hilang sejak masa pandemi, yaitu rutinitas harian dan interaksi sosial yang mungkin terlihat menjemukan, tapi selalu lekat di kehidupan kita. Tapi kali ini semuanya berada di ruang digital, tanpa tekanan dan konsekuensi dari siapa pun, dan dengan kemasan presentasi yang lucu.

BACA JUGA: Kenapa Animal Crossing Menarik Perhatian Banyak Orang


Arya – Cyberpunk 2077

Platform: PC, PS4, Stadia, Xbox One,

Dengan adanya bug dan glitch, bermain Cyberpunk 2077 saat ini di last gen console (PS4 dan Xbox One) memiliki kekurangan dengan tampilan visual yang akan membuatmu tidak nyaman. Tetapi hal itu ditutupi dengan apiknya narasi yang dibawa dan fitur kustomisasi karakter yang detail seperti membuat profil V secara mandiri, skill yang dimiliki, hingga reputasi yang ingin dibangun.

Salah satu yang saya suka dari game ini adalah narasinya yang sangat padat dan renyah sehingga membuatmu ingin terus mencari tahu rahasia apa yang sebenarnya ada di balik Night City dan Johnny Silverhand. Sulit menemukan kekurangannya karena memang dibangun sebaik itu mulai dari jalan cerita, dialog antar karakter, hingga ekspresi wajah. Keluhan yang ingin saya sematkan hanya menginginkan adanya variasi ending dari Life Path yang ada.

Meski memiliki permasalahan bug, glitch, dan masalah lainnya mulai dari patch hotfix berukuran belasan GB dan refundCyberpunk 2077 tidak seburuk itu. Game ini wajib kamu mainkan terutama bagi pecinta game open world ditambah dengan gameplay aksi yang epik nan heroik. Satu hal yang bisa saya percayai sejauh ini, CD Projekt Red tidak akan pernah mengecewakan penggemarnya. Kamu bisa membaca ulasan lengkap Cyberpunk 2077 di bawah ini.

BACA JUGA: Review Cyberpunk 2077 – Ekspektasi Besar Berujung Ambyar


Febri – Coffee Talk

Platform: Nintendo Switch, PC, PS4, Xbox One

Semakin bertambah usia, semakin sedikit pula waktu saya untuk bermain game. Saya pun lebih banyak mencari game-game yang permainnya simpel, minim aksi, namun memiliki kisah yang menarik. Di antara sekian banyak judul game lokal yang saya mainkan selama 2020, pilihan terbaik tahun ini jatuh kepada Coffee Talk buatan Toge Productions.

Coffee Talk bukan hanya menghadirkan gameplay yang chill dan cocok sebagai teman untuk menyeruput kopi di sore hari setelah beraktivitas. Namun Coffee Talk juga berhasil menyajikan karakter-karakter yang kuat dan saling mendukung dalam menyusun cerita secara keseluruhan. Jangan lupakan juga, game ini cukup apik juga mempromosikan konten lokal (dalam variasi kopi-kopi yang disajikan) kepada audiens internasional.

BACA JUGA: Review Coffee Talk – Cerita Pascasenja, dari Kopi Turun ke Hati


Adam – Assassin’s Creed Valhalla

Assassin's Creed Valhalla

Platform: PC, PS4, PS5, Stadia, Xbox One, Xbox Series X/S

Assassin’s Creed Valhalla adalah pilihan saya sebagai game terbaik di tahun 2020. Meskipun awalnya diragukan, game ini bisa menjawab berbagai ekspektasi yang dimiliki oleh gamer terkait beberapa peningkatan fitur menarik yang didambakan di serial Assassin’s Creed.

Ubisoft seakan belajar dari kasus Assassin’s Creed: Unity yang dulu kurang optimal berjalan di PlayStation 4. Kini, mereka sebisa mungkin membuat game tersebut playable di berbagai platform. Tidak ada komplain berarti soal performa. Mayoritas bisa memainkan game ini dengan nyaman meskipun ada glitch dan bug seperti game Ubisoft pada umumnya.

Dari sisi konten, game ini menyajikan banyak konten menarik yang bisa diakses. Ubisoft juga menerapkan porsi misi sampingan dengan cukup baik. Tidak seperti Assassin’s Creed: Odyssey yang terlalu banyak misi sampingan dengan kualitas bobot quest yang tidak penting.

Dengan kelebihan game ini di semua aspek termasuk optimisasi, tidak sulit bagi saya untuk memilih Assassin’s Creed Valhalla sebagai salah satu suguhan terbaik di tahun 2020.


Brian – Ghost of Tsushima

Platform: PlayStation 4

60 menit pertama memainkan Ghost of Tsushima, saya dibuat berdecak kagum dengan grafis serta visualisasi pedesaan Jepang di jaman dulu, apalagi kalau dimainkan dengan mode Kurosawa. Ditambah dengan gameplay-nya yang keren banget, tidak peduli kamu gamers dengan gaya stealth, menggunakan senjata jarak jauh, atau “barbar” yang suka tebas sana-sini, saya bisa pastikan kamu akan menemukan gayamu sendiri dalam mengontrol Jin Sakai.

Sucker Punch berhasil memasukkan banyak elemen yang menjadikan Ghost of Tsushima memiliki identitas dan keunikan tersendiri.  Stealth ala Assassin’s Creedpuzzle yang membingungkan ala Rise of Tomb Raider, eksplorasi ala The Witcher III, dan nuansa ala Sekiro, semuanya bisa kamu temukan di dalam Ghost of Tshusima.

Kalau suatu hari ada yang mencari 2020’s greatest game collection, dengan senang hati akan saya akan suruh orang tersebut main Ghost of Tsushima!

BACA JUGA: Review Ghost of Tsushima – Epos Samurai penuh Fantasi!


Minbot

I used to be a game writers just like you... but then I took an arrow to the knee!