Evolusi Console PlayStation dari Masa ke Masa


perkembangan PlayStation

Pertama kali PlayStation dirilis pada tahun 1994 untuk seri PlayStation 1 di Jepang. Kemudian perilisan ini diikuti di berbagai wilayah seluruh dunia satu tahun kemudian.

Untuk saat ini PlayStation harus diakui sebagai salah satu console terbaik di dunia yang memiliki jutaan fan base. Bagi kalian yang merupakan fans tau user PlayStation, ada baiknya untuk mengetahui sejarah PlayStation sejak awal perilisannya hingga sekarang ini.

PlayStation 1

Pada tahun 1990, Sony pertama kali meluncurkan PlayStation generasi pertama atau yang biasa dikenal dengan nama PSX. Meskipun tergolong sebagai debut pemain baru, console ikonik nan legendaris ini ternyata berhasil menggebrak industri game yang kala itu didominasi oleh SEGA dan Nintendo.

Pada masa kemunculannya, PlayStation 1 mampu mengambil alih pasar karena sistem penyimpanan game-nya yang tergolong “kekinian” karena menggunakan Compact Disc (CD).

Selain itu PlayStation 1 juga menyertakan sistem penyimpanan berupa Memory Card berukuran 1MB. Dulu 1MB tergolong sudah mencukupi untuk penyimpanan game dengan harga beli satuan yang masih cukup terjangkau.

Console Sony generasi pertama ini punya spesifikasi cukup mewah di zamannya yakni 3232-bit MIPS (33mhz) CPU, 32-bit R800A (33mhz) GPU, 2MB RAM, 640×480 resolusi, dan pembaca media data CD.

BACA JUGA: Preview Mortal Kombat 11 – Tampil Menjanjikan!

Selain itu untuk menginput gambar, PlayStation 1 menggunakan kabel merah, putih, kuning (RCA) untuk dicolokkan pada televisi. Gambar yang dihasilkan harus diakui lebih baik dari console seperti Sega Saturn dan Atari Jaguar.

Yang tak kalah keren adalah mesin game satu ini adalah desainnya yang diselimuti warna putih untuk versi slim dan abu-abu untuk versi yang biasa.

Colokan stik kala itu juga masih menggunakan colokan khusus PlayStation dengan enam pin lubang. Selain itu controller PSX juga harus diakui memiliki desain yang sedikit lebih baik dibandingkan console lain di masanya.

PlayStation 2

Playstation 2

Enam tahun selepas kehadiran PlayStation generasi pertama, industri game kembali menyambut kehadiran PlayStation generasi kedua. Console yang satu ini memiliki desain yang lebih mantap dibandingkan PSX.

Mengambil warna desain utama hitam, console ini terlihat benar-benar cool dan Stylish. Untuk desain controller, PS2 memiliki variasi Dual Shock yang berbeda warna dengan versi PS1.

Perbedaan lainnya yang begitu terasa adalah bentuk console PS2 yang cenderung lebih panjang, ramping, dan bisa diletakkan secara vertikal. Untuk urusan display, PS2 masih menggunakan media kabel RCA sama seperti console generasi sebelumnya.

PS2 memiliki memori penyimpanan data untuk savegame berupa Memory Card berukuran 8MB berwarna hitam.

PS2 sendiri dilengkapi dengan spesifikasi 64-bit ‘Emotion Engine’ (299mhz) CPU, ‘Graphics Synthesizer’ (147mhz) GPU, RAM 32mb, VRAM 2mb, resolusi LCD 480×272, dan media penyimpanan game dalam wujud DVD. Oh, ya! Satu lagi, console ini juga didaulat sebagai DVD Player termurah di masanya. Tak heran jika penjualan console ini sukses besar di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Deretan 5 Armor dengan Desain Terkeren dalam Video Games

PlayStation 3

Playstation 3

Enam tahun setelah meluncurkan PS2, Sony kembali menggebrak dengan console PlayStation generasi ketiga tepatnya pada tahun 2006.

Secara teknologi, PS3 jelas jauh lebih unggul dibandingkan PS2. Hal ini diawali dengan pemakaian controller Dual Shock PS3 yang bersifat wireless. Selain itu tampilan menu di PS3 juga lebih rumit dengan sistem operasi Linux di dalamnya.

PS3 kala itu disebut sebagai console kekinian karena memuat fitur multimedia yang begitu banyak. Dari segi mesin dan kualitas, tidak perlu diragukan karena PS3 memiliki resolusi High Definitionbahkan pada beberapa judul game bisa ditampilkan dalam Full HD dengan resolusi 1084p.

Resolusi yang besar mampu dikeluarkan PS3 karena sudah menggunakan kabel HDMI yang lebih baik dari RCA dalam hal penyajian gambar.

PS3 sendiri diperkuat sistem CPU 6 core Cell (3.2ghz), ‘Reality Synthesizer’ (500mhz) GPU, 256mb XDR (3.2ghz) RAM, 256mb GDDR3 (700mhz) VRAM, dan media penyimpanan Blue Ray Disc.

BACA JUGA: Boss Terbaik yang ada di Sekiro: Shadow Die Twice

Yang perlu diketahui, sejak era PS3, tidak ada lagi memory card karena PS3 sendiri menggunakan Harddisk sebagai media penyimpanan. PS3 memiliki kapasitas 160GB hingga 250GB tergantung paket yang ditawarkan ke konsumen.

Tetapi yang patut disayangkan adalah PS3 memiliki masalah serius bernama Yellow Light of Death atau YLOD. Bila kita terus memainkan PS3 secara over, maka kita akan memicu YLOD yang artinya ketika lampu kuning di PS3 menyala maka PS3 kita akan mati dan harus direparasi.

Tentu saja hal ini mencederai perkembangan PlayStation, belum lagi dominasi Microsoft yang unggul dengan console Xbox 360 mereka di tahun yang sama. Meski begitu, niatan gamer membeli console yang satu ini tak bisa terhalangi karena kenyataannya PS3 masih laku di pasaran.

Sama seperti PlayStation 1, PS3 juga punya beberapa varian yakni PS3 Slim dan FAT.

PlayStation 4

Setelah puas bermain-main dengan kemewahan PS3, gamer akhirnya mendapatkan kabar adanya console generasi terbaru di tahun 2013.

Beberapa franchise seperti Assassin’s Creed bahkan melakukan lompatan visual yang luar biasa di console Sony generasi selanjutnya, PlayStation 4. yang jauh lebih bertenaga dari sebelumnya.

Kali ini Sony masih mempertahankan controller wireless Dual Shock dengan desainnya yang sama sekali tidak berubah, namun kali ini dengan fitur touchpad yang berguna untuk mengarahkan kursor di layar.

BACA JUGA: 5 Hal yang Kami Harapkan Ada di Borderlands 3

Untuk urusan mesin, PS4 dibekali oleh  Quad-core ‘Steamroller’ (3ghz) CPU, AMD HD 7670 (1ghz) – assisted by A10 APU (CPU/GPU companion processor) GPU, RAM 8GB, VRAM 1GB, dan media penyimpanan game di Blue Ray.

Fungsi multimedia di era PS4 semakin rumit dan keren, kurang lebih sama seperti PS3. Hardisk yang disediakan di PS4 juga cukup besar yakni 500GB hingga 1TB (di versi Slim). Untuk urusan grafis tak perlu diragukan karena PS4 mampu memainkan full HD dengan sangat nyaman.

Bahkan rata-rata game di PS4 memang sudah mendukung full HD 1080p . Selain itu urusan ketahanan juga tak perlu diragukan karena PS4 memiliki durabilitas yang lebih baik, bahkan untuk dimainkan selam berjam-jam.

Bila sudah panas, PS4 akan menyalakan sensornya ditandai dengan lampu warna merah. Biasanya PS4 memiliki lampu warna biru di keadaan biasa.

Teknologi di PS4 juga tergolong sangat futuristik karena kita bisa memainkan VR di konsol ini!

PlayStation 4 Pro

PlayStation 4 Pro atau yang dijuluki sebagai “PlayStation 4,5” bisa dibilang masih console Sony generasi yang keempat. Tapi console ini juga wajib masuk ke dalam list evolusi PlayStation dari masa ke masa karena spesifikasi mesin yang sedikit lebih baik dari PS4 biasa.

Versi PS4 Pro memiliki spesifikasi x86-64 AMD “Jaguar” 8 core CPU, 1.84 TFLOPS, AMD Radeon™ based graphics engine, memori 8GB GDDR5. PS4 Pro jauh lebih bertenaga karena mampu memainkan game hingga resolusi 4K!

Meski begitu, untuk memainkan PS4 Pro secara maksimal tentu kita harus punya TV yang mendukung teknologi 4K, dan tentu saja, bandwith internet yang cepat untuk mengunduh data game pendukung resolusi 4K yang sedikit lebih besar dari ukuran normal. Console ini bersaing ketat dengan Xbox One X yang dirilis Microsoft untuk menutupi kekurangan Xbox One sebelumnya yang inferior dari segi teknis dibandingkan PS4.


Nah, mungkin itulah pembahasan soal evolusi PlayStation dari masa ke masa. Semoga yang bertanya-tanya soal spek PlayStation bisa tercerahkan.


Like it? Share with your friends!

Leonardo da Lima
Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!
Facebook Comments