5 Hal yang Kami Harapkan Ada di Borderlands 3


Lebih dari sepekan yang lalu tepatnya pada tanggal 28 Maret 2019, Gearbox Software secara resmi mengumumkan sekuel terbaru dari serial game unggulan mereka, Borderlands 3.

Pengumuman tersebut mengakhiri penantian lama penggemar setia Borderlands (termasuk saya) yang harus menunggu hingga tujuh tahun lamanya, untuk mendapatkan sekuel terbaru dari game looter shooter terbaik ini (catatan: di sini Borderlands: The Pre-Sequel tidak dihitung!)

Baca juga: [Opini] Sekiro vs Bloodborne: Mana yang Lebih Baik?

Sebagai fans serial Borderlands, saya pribadi memiliki beberapa harapan yang kelak jika dikabulkan, bakal menjadi improvisasi terbaik agar Borderlands 3 benar-benar sesuai ekspektasi para penggemarnya. Apa saja hal tersebut? Ini dia!

Peta Open-world yang Berkesinambungan

bayangkan menjelajah dunia ini, tanpa loading di sana-sini (sumber: IMGUR)

Jika kamu pernah bermain seri Borderlands sebelumnya, tentunya kamu ingat bagaimana keterbatasan teknis kala itu membuat petualangan di planet Pandora terasa kaku dan kurang realistis.

Sekadar pengingat, penyajian dunia dalam Borderlands terbagi ke dalam susunan peta yang mengharuskan pemain berpindah-pindah dari satu “arena” ke arena lainnya. Kemunculan layar loading di saat kita berpindah-pindah peta ini membuat eksplorasi Pandora terasa kurang kohesif

(sumber: IMGUR)

Sebagai sebuah sekuel, tentunya Borderlands 3 diperkuat dengan engine grafis serta kapasitas pengelolaan sistem gameplay yang jelas lebih baik dibandingkan sebelumnya. Untuk hal ini, saya rasa penyajian mekanisme open-world yang benar-benar bebas loading bisa menjadi faktor pemikat yang akan membuat fans semakin betah berlama-lama menjelajahi dunia permainan Borderlands 3.

Coba bayangkan, bagaimana serunya mengunjungi lokasi ikonik seperti kawasan Thousand Cuts, kota Sanctuary, The Divide, dan terus berpindah ke lokasi berikutnya tanpa ada layar transisi peta. It would be awesome!

Nasib Karakter Borderlands 2!

dear Krieg, semoga Borderlands 3 tidak melupakanmu..

Dalam video trailer pengumuman Borderlands 3, kita sudah bisa diperlihatkan sejumlah karakter NPC yang sudah cukup familier dari game sebelumnya, mulai dari Tiny Tina yang kini telah beranjak dewasa, Mordecai, Brick, Lilith (ketiga orang ini adalah protagonis Borderlands pertama), Sir Hammerlock beserta adiknya, lalu ada Rhys yang berperan penting dalam game Tales from the Borderlands besutan Telltale.

Namun penampakan sekian banyak karakter tadi masih dinilai terasa kurang karena kita belum melihat beberapa karakter ikonik lainnya seperti Marcus dan Dr. Zed, dua sosok penting yang kerap menghiasi mesin vendor di Borderlands. Tidak hanya itu, kita juga belum menyaksikan beberapa karakter protagonis Borderlands 2 lainnya di samping Zer0 dan Maya (yang kebetulan sempat nimbrung dalam beberapa adegan trailer).

Nasib karakter pemain Borderlands 2 lain seperti Axton, Salvador, Gaige, dan Krieg jelas akan menjadi hal yang menarik untuk diikuti dalam sekuelnya nanti.

Saya sendiri tidak sabar melihat bagaimana nasib Si Psikopat edan Krieg delapan tahun setelah peristiwa Borderlands 2. Akankah dia insaf? Atau justru menjadi lawan yang akan kita hadapi di Borderlands 3? Well, biar waktu yang membuktikan.

Weapon Manufacturer Backstory!

Mr.Torgue bersabda: jauhilah narkoba (sumber: mobyGames)

Masih ingat sejumlah nama perusahaan manufaktur senjata dari dunia Borderlands seperti Maliwan, Atlas, Dahl, Jakobs, Torgue, dan sebagainya? Jika iya, sekarang apa yang kamu inginkan dari mereka selain ratusan variasi senjata yang beraneka ragam efek dan bentuknya? Jika saya harus menjawab pertanyaan tersebut, maka penggalian cerita atau informasi dari masing-masing manufaktur lah jawabannya.

Dunia Borderlands memiliki lapisan cerita yang unik, lucu, dan menarik untuk diikuti, termasuk dari hal yang sepele seperti oknum di balik korporasi pembuatan senjata tersebut.

sumber: pcgamesn.com

Dari serial game sebelumnya, kita sudah diperkenalkan Mr Torgue, CEO dari manufaktur senjata Torgue yang memiliki karakteristik sangat badass! Sesuai dengan ciri khas senjatanya yang eksplosif.

Di Borderlands 3, saya ingin ada lebih banyak karakter semacam Mr. Torgue yang turut mewarnai latar belakang cerita permainannya. Hell, jadikan mereka sebagai tokoh yang mewakili “faction allegiance” jenis senjata tertentu sepertinya juga sah-sah saja bagi saya.

Coba bayangkan! Sebagai penggila senjata elemental Maliwan, kamu harus melakukan beragam quest dari sang CEO Maliwan untuk mendapatkan senjata legendaris yang didambakan. Terdengar menarik, bukan?

Sedikit “Live-Service” untuk End Game yang Lebih Baik

berikan kami alasan bermain co-op yang lebih seru Gearbox (sumber: mobyGames)

Saya mungkin termasuk salah satu dari sekian pemain Borderlands yang kurang tertarik dengan pola end-game dalam permainan ini. Jujur saja, mengulangi cerita single-player Borderlands 2 berulang-ulang dengan tingkat kesulitan playthrough lebih tinggi (seperti Ultimate Vault Hunter Mode) bukanlah hal yang menarik bagi saya.

Untuk urusan end-game, saya pikir Gearbox Software perlu meniru game looter shooter online seperti Destiny, di mana penyelesaian Raid Mission menjadi gol akhir para pemain setelah menjadi karakter yang terkuat di playthrough mereka sebelumnya.

Perlu diingat juga bahwa ini artinya bukan berarti Borderlands 3 harus menjelma seutuhnya menjadi live-game service seperti Destiny 2, namun berikan kami alasan tambahan untuk bermain lagi bersama orang lain, yang juga sudah memaksimalkan karakternya seperti kita.

Kehadiran faktor layanan live-service yang sifatnya minor semacam Raid kelak tidak hanya menjadikan komunitas Borderlands 3 menjadi semakin lebih hidup, tetapi juga menjadi dorongan kita untuk bermain dan bereksperimen sebagai karakter lainnya, entah untuk mendukung role dalam Raid, membuat built yang keren, atau variasi playthrough semata.

Crossplay, Private Loot, dan Lainnya!

Oke, saya akui di sini saya terlalu “kemaruk” karena memaksakan diri untuk menghimpun semua keinginan saya ke dalam listicle berisi lima poin tadi. Namun, demi alasan efisiensi, berikut beberapa poin lain yang saya harapkan ada di Borderlands 3:

  • Crossplay : Duh! Gearbox, dengan bantuan mitra kalian, Epic Games, sejatinya Borderlands 3 bisa meniru sistem crossplay Fortnite! agar kami bisa bermain dengan kasta gamer lainnya, mulai dari PC, PlayStation 4, dan Xbox One.
  • Private Loot: Dulu saya emosi karena berulang kali kecolongan senjata keren oleh adik perempuan saya di game Borderlands sebelumnya. Untunglah Gearbox sudah memastikan fitur ini akan ada Borderlands 3 nanti.
  • Peta Interaktif + Mini Map: Ingat Gearbox, jangan sampai kita kembali ke era Borderlands 1, di mana kita harus menunggu hingga sepuluh tahun lamanya agar kalian menambahkan ini semua lewat Borderlands: Game of the Year Edition.
  • Sistem UI yang lebih baik: Saya suka bagaimana tampilan menu game ini seolah-olah merupakan hologram yang muncul di depan karakter pemain. Semoga Borderlands 3 lebih baik lagi.

Itu tadi beberapa poin keinginan kami atas Borderlands 3. Nah! sekarang tiba giliranmu, kira-kira apa lagi yang perlu ditambahkan atau ditambahkan ke dalam game ini nantinya? Silakan suarakan pendapatmu di kolom komentar!


Like it? Share with your friends!

Skywalker

I used to be a game writers just like you... but then I took an arrow to the knee!
Facebook Comments