Teamfight Tactics Resmi Migrasi Total ke Unreal Engine Agustus Mendatang


Selamat datang TFT baru!

Riot Games secara resmi mengumumkan transformasi teknologi paling ambisius untuk gim auto-battler andalan mereka, Teamfight Tactics (TFT), lewat pengenalan roadmap terbaru.

Langkah berani ini ditandai dengan keputusan Riot untuk melakukan migrasi total dari Hextech Engine ke Unreal Engine di semua platform yang akan dimulai pada perilisan Set 18 di bulan Agustus mendatang.

Pengalihan mesin gim ini sengaja diambil demi memisahkan sistem arsitektur TFT agar tidak lagi berbenturan dengan pembaruan League of Legends, sekaligus membuka potensi inovasi visual dan fitur baru yang jauh lebih luas dalam jangka panjang.

Seiring dengan pergantian mesin tersebut, Riot juga tengah mengebut pengerjaan client PC baru yang nantinya akan sepenuhnya berdiri sendiri. Ketika Set 18 meluncur pada bulan Agustus, para pemain PC memang masih harus mengakses gim lewat client lama, namun tepat empat patch setelahnya—yakni pada 9 Oktober 2026—client khusus TFT berbasis Unreal Engine akan resmi dilepas ke publik.

Perubahan masif ini otomatis menyudahi sejarah panjang TFT yang selalu menumpang di dalam client utama League of Legends sejak pertama kali diperkenalkan ke industri pada tahun 2019 silam.

Meskipun membawa perombakan teknologi berskala raksasa, Riot Games menegaskan bahwa proyek migrasi ini bukanlah taktik terselubung untuk meluncurkan “TFT 2”.

Sensasi inti permainan, akun log-in Riot, serta tim pengembang di baliknya dipastikan akan tetap sama seperti sebelumnya. Pada hari peluncuran Set 18 nanti, ukuran unduhan patch pertama di PC diprediksi akan membengkak jauh lebih besar dari biasanya sebelum akhirnya kembali normal di patch berikutnya.

Sementara untuk para pemain di platform Mobile, aplikasi TFT yang lama akan otomatis digantikan secara sistem oleh versi baru berbasis Unreal Engine tanpa mengharuskan pengguna melakukan proses uninstall manual.

Pihak pengembang sendiri secara terbuka mengakui bahwa masa transisi ke ekosistem mesin baru ini berpotensi membawa lebih banyak bug dan kendala teknis di awal peluncurannya.

Sebagai langkah mitigasi, Riot memutuskan untuk memperpanjang periode uji coba di server PBE (Public Beta Environment) untuk Set 18 menjadi empat minggu penuh yang akan dimulai pada 14 Juli 2026.

Komunitas dan para pemain sangat diharapkan untuk ikut aktif berpartisipasi dalam masa uji coba ini guna melaporkan segala bentuk malfungsi teknis demi menjaga stabilitas keseimbangan gim saat dirilis secara global nanti.

Kabar baiknya, seluruh aset kosmetik, Tactician, sisa RP, maupun mata uang khusus TFT milik pemain dipastikan 100% aman dan akan langsung ditransfer ke sistem Loadout yang baru.

Kendati demikian, karena adanya perombakan arsitektur kode gim, seluruh pengaturan personal dan daftar aksesori favorit pemain terpaksa harus di-reset ke pengaturan awal.

Selain itu, seiring dengan eksplorasi fitur baru yang ditawarkan oleh Unreal Engine, dukungan untuk membawa Little Legends baru ke dalam mode ARAM di League of Legends juga akan dihentikan secara bertahap oleh Riot.

Guna menjaga ekosistem gim agar tetap inklusif, Riot Games berusaha keras untuk mempertahankan spesifikasi minimum yang ramah agar tetap menjangkau mayoritas pemain di seluruh dunia.

Namun, karena tuntutan performa mesin baru, platform Mobile dipastikan tidak akan lagi mendukung perangkat iOS berkapasitas RAM 2 GB serta Android berkapasitas RAM 2/3 GB.

Sedangkan untuk pengguna di platform PC, spesifikasi minimum baru yang wajib dipenuhi setelah migrasi ini adalah sistem operasi Windows 10 (Versi 19041+), kartu grafis yang mendukung DirectX11 (Level Fitur 4.3), serta teknologi Shader Model 5.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.