Kabar mengejutkan kembali datang dari dapur pengembangan gim MMORPG milik Riot Games yang paling diantisipasi. Brian Holinka, seorang developer veteran yang selama bertahun-tahun memegang kendali atas sistem pertempuran di World of Warcraft (WoW), dikonfirmasi telah resmi bergabung ke dalam tim pengembang MMO League of Legends.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Brian Holinka mengumumkan kepindahannya ke Riot Games untuk mengemban tugas sebagai Lead Game Designer di tim MMO League of Legends.
Holinka sendiri bukanlah nama sembarangan; ia telah menghabiskan waktu lebih dari satu dekade di Blizzard Entertainment dengan posisi terakhir sebagai Lead PvP and Combat Designer untuk World of Warcraft. Mengingat tanggal mulai kerjanya jatuh pada Juni 2026 ini, Holinka bisa dibilang baru saja menginjakkan kakinya di kantor Riot untuk memulai peran krusial tersebut.
Menariknya, meski ini adalah hari pertama Holinka bekerja untuk proyek MMO League of Legends, ia sebenarnya memiliki sejarah kedekatan dengan mantan pimpinan proyek gim ini.

Setelah memutuskan hengkang dari Blizzard pada tahun 2023 lalu, Holinka sempat bergabung dengan Fantastic Pixel Castle, sebuah studio yang didirikan oleh Greg Street. Seperti yang kita tahu, Greg Street adalah mantan petinggi Riot yang menghabiskan waktu sembilan tahun di sana dan sempat memimpin proyek MMO League of Legends sebelum akhirnya mundur.
Jadi secara puitis, Holinka yang sempat bekerja bersama Street setelah Street meninggalkan LoL MMO, kini justru berbalik arah untuk ikut meracik gim yang pernah dipimpin oleh rekannya tersebut.
Bergabungnya Holinka semakin mempertegas tren menarik di mana Riot Games tampaknya sedang getol membajak talenta-talenta emas di balik kesuksesan World of Warcraft:
- Raymond Bartos: Mantan Lead Producer untuk WoW ini sudah lebih dulu menyeberang dan merapat ke tim MMO League of Legends.
- Orlando Salvatore: Mantan Lead Software Engineer WoW yang sudah mulai menyumbangkan keahlian teknisnya untuk proyek ini sejak tahun 2024 lalu.
- Brian Holinka: Melengkapi potongan teka-teki dari sisi perancangan sistem pertempuran dan PvP.
Kumpulnya para veteran yang pernah mengurusi sistem combat, operasional, hingga teknis mesin gim dari WoW ini dibaca oleh banyak pengamat sebagai sinyal kuat bahwa pengembangan MMO League of Legends di balik layar saat ini emang berjalan sangat serius, meskipun Riot sendiri masih sangat pelit membagikan informasi kepada publik.

Gim MMO berbasis semesta Runeterra ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2020 lewat cuitan Greg Street di Twitter (sekarang X). Sejak saat itu, informasi yang beredar di komunitas terhitung sangat minim dan hanya bisa diintip lewat lowongan kerja berkala yang dibuka oleh Riot. Kabar soal gim ini bahkan sempat mendingin dan kering setelah Greg Street resmi mengundurkan diri dari posisi Executive Producer pada 2023.
Titik balik proyek ini baru terungkap pada tahun 2024 kemarin, saat CPO Riot Games, Marc Merrill, secara terbuka menyebutkan bahwa arah pengembangan proyek LoL MMO telah di-reset total.

Langkah reset ini diambil demi memastikan gimnya mampu memenuhi ekspektasi tinggi fans, sekaligus menjadi sinyal bahwa pengembangan bakal memakan waktu yang jauh lebih lama dari perkiraan awal.
Meskipun detail proses pengerjaannya masih dikunci rapat-rapat, pergerakan Riot yang terus merekrut talenta papan atas ini membuktikan kalau mereka gak main-main dalam memperkuat fondasi SDM demi melahirkan gim MMORPG impian para gamer.
