Riot Tuntut HyperFront & NetEase Karena Masalah Plagiat VALORANT!


Riot Games kembali membawa developer game lain ke meja hijau.

Satu lagi tuntutan terkait masalah plagiat dilayangkan oleh developer Riot Games, kali ini giliran VALORANT yang mendapatkannya. Beberapa hari yang lalu, Riot Games memberikan 4 gugatan sekaligus kepada HyperFront, sebuah game mobile yang dinilai meniru VALORANT. Berbeda dengan kasus plagiat sebelumnya, untuk yang kali ini sepertinya Riot sangat serius untuk menyelesaikannya.

HyperFront sendiri memang sudah terkenal karena julukannya yang menjiplak VALORANT secara jelas, bahkan dari tanggal rilisnya juga tidak berbeda jauh. HyperFront dikembangkan oleh NetEase dan jika kalian melihat trailer dari game ini, kalian pasti akan langsung menemukan banyak kesamaannya dengan VALORANT milik Riot Games.

BACA JUGA: MMORPG Blue Protocol Dapatkan Server Global Bersama Amazon Games!

Riot membawa 4 gugatan sekaligus, satu di Jerman, Brazil, Singapura dan Inggris, hal ini harus dilakukan karena setiap negara memiliki peraturan masing-masing terkait permasalahan hak cipta dan plagiat. Walaupun ada 4 gugatan, tujuan akhirnya masih sama yakni Riot ingin NetEase menutup HyperFront dan tentu saja meminta nominal angka ganti rugi atas apa yang mereka lakukan.

pharmacy

Mulai dari desain karakter atau agents, senjata, mode gameplay, desain map bahkan ke cara marketing mereka juga bisa disamakan dengan VALORANT. HyperFront sendiri cukup populer di area Asia, dan sepertinya Riot tidak mau mengulangi kesalahan mereka dan langsung memberikan gugatan secepat mungkin sebelum terlambat.

Sebelumnya, Mobile Legends dari Moonton juga bernasib sama dimana Riot memberikan tuntutan karena masalah plagiat. Namun, kasus tersebut berakhir dengan abu-abu dimana pihak pengadilan lebih memilih untuk melempar kasusnya ke China.

Belajar dari kesalahan, Riot langsung membawa kasus kali ini ke 4 negara sekaligus agar hasilnya berbeda.




Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.