Pemerintah Spanyol Luncurkan Aturan Baru untuk Melawan Loot Box


Aturan baru ini sangat membatasi distribusi game free-to-play serta cara promosi game berunsur loot box. Perlukah diterapkan di Indonesia?

Sejak Electronic Arts menimbulkan kontroversi dengan praktik loot box mereka dalam Star Wars: Battlefront II, loot box seolah tak henti-henti jadi bahan perbincangan. Cara kerja loot box yang menurut sebagian orang menyerupai perjudian mendapat perhatian dari khalayak ramai, bahkan memunculkan diskusi di pemerintahan sejumlah negara.

BACA JUGA: Xenon RacerGame Balap Keren yang Sering Membuat Orang Salah Paham

Salah satu negara yang menentang loot box secara cukup keras adalah Belgia. Menteri Keadilan Belgia, Koen Geens, dengan tegas menyatakan bahwa kombinasi antara uang dan kecanduan adalah judi, dan berbahaya bagi kesehatan mental anak-anak. EA akhirnya terpaksa menghilangkan fitur pembelian mata uang premium di FIFA 18 dan FIFA 19 khusus untuk negara Belgia.

Star Wars Battlefront II membuat diskusi seputar loot box menjadi ramai | Sumber: EA

Belum lama ini, muncul satu negara lagi yang mengikuti jejak Belgia dalam memperketat usaha mereka melindungi gamer muda dari praktik perjudian. Negara itu adalah Spanyol. Dilaporkan oleh Niche Gamer, Menteri Perdagangan/Konsumsi Spanyol, Alberto Garzon, mengumumkan bahwa kementerian tersebut telah meluncurkan aturan baru terkait iklan game online. Terutama yang berkaitan dengan dampak buruk perjudian bagi masyarakat.



Mulai sekarang, game di Spanyol yang mengandung unsur perjudian hanya boleh menayangkan iklan di TV pada jam 01.00-05.00 pagi. Brand bersangkutan juga tidak boleh muncul di produk yang ditujukan untuk anak-anak, tidak boleh tampil di fasilitas olahraga ataupun hiburan, juga tidak boleh menggunakan selebritas di dalam iklannya. Selain game yang bertema judi secara eksplisit, seluruh game yang mengandung unsur loot box juga terkena dampak aturan ini.

Game free-to-play tidak boleh terasa pay-to-win | Sumber: Wizards of the Coast

Lebih jauh lagi, aturan baru ini mewajibkan semua game yang bersifat free-to-play untuk hanya didistribusikan melalui situs resmi dengan fitur pembatasan usia (age gate). Game free-to-play tersebut juga diwajibkan memiliki algoritma yang sama dengan game berbayar, dengan maksud agar tidak memunculkan perasaan bahwa kita “bisa menang lebih mudah bila membayar”.

Menariknya, meskipun penerapan aturan baru ini mengesankan pemerintah Spanyol keras terhadap perjudian, mereka menyatakan tidak akan melarang praktik tersebut 100%. Alasannya adalah karena pelarangan justru akan mendorong munculnya praktik judi ilegal, dan dalam kasus game online, hal itu mudah sekali terjadi berkat adanya teknologi VPN dan sebagainya. Mereka belajar dari Italia yang sudah pernah melakukan pelarangan, tapi akhirnya batal karena ternyata muncul masalah lebih besar.



FIFA 19 di Belgia tidak memiliki fitur pembelian FIFA Points | Sumber: FIFAUTeam

Aturan baru ini pastinya akan sangat membatasi ruang gerak penerbit game di Spanyol, apalagi saat ini loot box dan praktik sejenisnya sudah sangat lumrah di dunia game. Namun memang sudah cukup banyak kasus buruk terjadi akibat kecanduan loot box atau gacha dalam sebuah game. Menurut kamu, apakah aturan serupa perlu juga diterapkan di Indonesia?


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.