(Disclaimer: Ulasan ini dimainkan lewat sesi Open Beta 26 Februari hingga 2 Maret 2026).
Setelah sekian lama dikenal sebagai arsitek di balik mahakarya besar seperti Halo dan Destiny, Bungie kini kembali ke akar mereka dengan membangkitkan nama Marathon, serial game first–person shooter klasik yang mereka hadirkan di pertengahan era 90-an.
Berbeda dengan trilogi Marathon klasik yang mengusung permainan boomer shooter ala Doom, Marathon kini berevolusi menjadi extraction shooter PvPvE dengan pendekatan konten live service yang nanti ceritanya akan selalu diperbarui di setiap season.
Setelah menghabiskan beberapa jam di fase Server Slam, insting Gimbot sebagai penggemar FPS tentu langsung tergelitik untuk membedah apakah eksperimen terbaru Bungie ini benar-benar layak ditunggu-tunggu kemunculannya. Atau justru kamu abaikan? Berikut preview-nya.
Estetika nyentrik dengan desain audio yang juara

Kesan pertama yang langsung menyita perhatian saya ketika bermain Marathon adalah presentasi visualnya yang cukup tidak lazim untuk game first-person shooter. Bungie menyebut style game ini dengan pendekatan “Graphic Realism” yang futuristik. Mereka seakan-akan bertekad menghidupkan visualisasi desain grafis yang begitu kental ke dalam hampir setiap aspek yang kamu lihat dalam game ini. Mulai dari gedung, karakter, atmosfer, hingga desain user interface-nya yang cukup “edgy”.
Semua ini membuat Marathon tampil sangat berani dengan arah seni (art direction) yang saking begitu stylized-nya hingga membuat pemain dipaksa beradaptasi dan mencerna setiap elemen yang muncul di layar mereka. Ini bisa jadi dua mata pisau. Di satu sisi, kamu akan dibuat sedikit kerepotan beradaptasi dengan dunia Marathon yang aneh (saya bahkan mati di awal permainan karena tidak mengenal elemen hazard di game ini seperti turret yang mirip elemen static di sudut sebuah bangunan).
Di sisi lain, Marathon akan selalu diingat sebagai extraction shooter berpenampilan unik yang membuatnya berbeda dengan game sejenis di luar sana.
Untungnya, pendekatan desain yang nyentrik ini dipercantik dengan pencahayaan dinamis yang luar biasa, di mana efek bloom yang dramatis, pantulan cahaya neon, dan aspek bayangan di semua sisi ruangan menjadikan atmosfer Marathon begitu oke. Bungie bisa dibilang sukses menciptakan dunia koloni luar angkasa terbengkalai yang mencekam, namun di saat yang sama menabraknya dengan palet warna neon yang terang benderang.

Di luar aspek visual, desain suara Marathon sendiri juga layak mendapatkan jempolan. Bermain game ini dengan earphone atau headphone berkualitas tinggi adalah sebuah keharusan mutlak, karena kamu perlu jeli mendengarkan setiap detail yang ada di sekelilingmu. Suara derap langkah kaki pemain lain yang berpotensi menjadi kawan maupun lawan, membuat atmosfer game ini begitu mencekam. Suara letusan senjata di kejauhan pun juga menjadi isyarat bagi insting keputusan pemain, apakah perlu menyergap aksi baku tembak secara tidak terduga, atau mundur teratur cari aman.
Lewat pengalaman mereka dalam mengembangkan game AAA seperti Destiny 2 dan HALO, Bungie lagi-lagi telah berhasil membuat aspek sound design sebagai bagian yang esensial untuk survive di medan kompetitif semacam Marathon.
Siklus Looting, Shooting, dan… Kesepian?

Premis dasar Marathon cukup normal untuk ukuran game extraction shooter. Di sini pemain bermain sebagai Runner yang diterjunkan untuk menjarah sebuah area peninggalan koloni angkasa luar di kawasan Tau Ceti IV. Seperti gameplay extraction shooter pada umumnya, tugasmu adalah terjun ke bagian peta yang strategis, looting barang-barang bagus, menyelesaikan kontrak Faction, lalu bergerak ke titik penjemputan sebelum waktu habis.
Tipikal game shooter buatan Bungie, aksi tembak-menembak di dalam Marathon terasa sangat solid karena desain senjata yang sangat berbobot. Meskipun demikian, aksi tembak-menembakmu sedikit banyak akan dibatasi di game Bungie yang satu ini, karena kamu bisa saja berisiko terkena aksi begal pemain lain yang mendengar aksimu dari kejauhan dan kamu pun akhirnya keburu kehabisan peluru saat hendak meladeni mereka.
Karakter Runner yang kamu pilih di Marathon juga memiliki statistik dan skill yang berbeda-beda. Setiap kelas hadir dengan kemampuan dan spesialisasi unik sehingga menuntut pemain untuk meracik sinergi skuad yang pas, entah itu mengombinasikan skill mobilitas Vandal untuk flanking posisi musuh, visor pelacak Recon untuk scouting musuh, atau kemampuan shield Destroyer untuk melindungi partner dari tembakan lawan.

Momen ketika taktik begal-mu berjalan lancar hingga berhasil meratakan satu skuad musuh (squad wipe) memberikan letupan adrenalin yang luar biasa memuaskan. Elemen PvE dalam game ini pun dirancang cukup menantang dan bisa menghukum para pemain yang maju sembrono tanpa perhitungan matang.
Kamu yang tidak suka bermain tim juga bisa memilih opsi Solo Queue untuk pengalaman looting sepi yang mencekam (dengan jumlah pemain yang juga lebih sedikit pastinya). Jika kamu hanya punya waktu bermain yang sedikit dan ingin sensasi looting di tengah medan perang, kamu bisa memilih kelas Rook untuk diterjunkan sebagai “pemulung” di tengah durasi match permainan orang.
Extraction shooter yang lebih condong ke aspek PvP

Bagi pemain kasual atau veteran Halo yang sekadar ingin melihat racikan terbaru Bungie, bersiaplah untuk menjumpai learning curve yang lumayan tinggi di Marathon. Game ini dijejali oleh tampilan sistem UI yang membutuhkan pemahaman membaca secara khusus, pengenalan jargon istilah, dan berbagai mekanik internal lainnya yang kompleks.
Selain itu, kamu juga diwajibkan menghafal counter dari berbagai skill kelas Runner musuh yang ada di dalam game. Salah satu tipe Runner yang paling sering penulis jumpai adalah pemain Assassin. Kecenderungan mereka untuk hilang dan menyergapmu di posisi yang kurang menguntungkan sangatlah besar, sehingga kamu perlu positioning dengan baik. Mengingat aksi duel PvP juga menjadi bagian objektif misi salah satu Faction dalam Marathon 2, mau tidak mau kamu akan berhadapan dengan pemain lain yang akan secara agresif mencari korban di situasi yang kurang menguntungkan.
Gamer yang khatam extraction shooter mungkin akan lebih cepat beradaptasi karena terbiasa dengan sistem serupa, tetapi bagi mayoritas pemain baru, mungkin butuh waktu ekstra dan kesabaran tersendiri untuk benar-benar mencerna pendekatan PvPvE yang diusung Marathon.

Jika kamu player Arc Raiders, anggaplah Marathon sebagai extraction shooter yang sangat memfasilitasi elemen PvP di dalam permainannya, jadi jangan harap kamu bisa bermain pasif dan spamming kalimat “Don’t shoot” di game ini, karena dengan senang hati Runner lain akan menjadikanmu sasaran tembak.
Sedikit tips dari saya jika kamu ingin menikmati Marathon:
Anggap saja game ini sebagai roguelike dengan elemen extraction, karena setiap loot yang kamu ambil lebih banyak berfungsi sebagai buff atribut agar kamu semakin kuat di sesi exfil berikutnya. Bukan ajang looting untuk kebutuhan crafting materials seperti di game sebelah. Niscaya, dengan pendekatan ini jadi sedikit lebih bisa menikmati aksi brutal Marathon.
Overall, Marathon (di fase Open Beta ini) belum menjadi sebuah mahakarya revolusioner yang akan mengubah lanskap industri, atau menjadi “the next big thing” di genre extraction shooter. Meskipun demikian, keunikan Marathon membuatnya menjadi sebuah game potensial untuk masuk ke dalam rotasi bermain game kamu.
Gunplay-nya yang memuaskan, sistem kelasnya yang variatif, visual uniknya yang mencuri perhatian, dan desain audionya yang berkelas membuat Marathon punya proporsi unik di tengah ingar bingar game dengan elemen extraction.
Ujian sesungguhnya nanti adalah seberapa konsisten Bungie menyuntikkan konten baru agar siklus extraction di koloni Tau Ceti IV tetap memikat dan terhindar dari repetisi yang monoton. Sejauh ini Bungie sudah mempersiapkan empat zona yang akan menjadi hidangan season pembuka Marathon. Well, kita lihat saja seberapa antusias gamer extraction shooter (dan juga para fans Bungie) mengisi server game ini ketika Marathon resmi meluncur tanggal 5 Maret nanti.
Mainkan jika:
- Kamu suka extraction shooter yang lebih mengedepankan aspek PvP
- Kamu suka grieving dan merusak kesenangan orang lain
- Nalurimu di setiap game extraction adalah membegal orang
- Kamu fans serial HALO, Destiny, dan suka game shooter buatan Bungie yang rata-rata enak saat dimainkan menggunakan controller
Pikir dulu jika:
- Kamu tidak suka game dengan tampilan UI yang sedikit ribet,
- Daftar game backlog kamu banyak sekali
dan kamu butuh komitmen fokus satu game dalam waktu dekat
