Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tentu saja memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan. Banyak perubahan yang terjadi akibat penyesuaian diri dengan kehidupan saat pandemi. Salah satunya adalah perkembangan industri game Indonesia yang justru meningkat.
IGDX sebagai wadah yang diusung pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) merupakan langkah untuk semakin memajukan industri game yang ada di Indonesia. Bukan hanya meningkatkan kualitas namun juga kemampuan bisnis bagi developer game di Indonesia, agar bisa bertahan dan bersaing dalam industri game global.
BACA JUGA: IGDX Conference 2021: Menilik Perkembangan Industri Game di Indonesia
Salah satu kegiatan IGDX adalah konferensi game yang dihadiri berbagai narasumber ahli dalam bidang industri game, baik dari dalam maupun luar negeri. Konferensi ini berlangsung dari tanggal 20-21 November 2021, digelar di Bali dan diselenggarakan secara hibrid atau perpaduan antara online dan offline.
Dalam salah satu diskusi panel hari ke-2 yang dimoderatori oleh Syafiq Husein membahas tentang perkembangan Mobile Game di Indonesia dan peluang industri game di Indonesia bersaing di industri global. Sebagai narasumber diskusi panel ini menghadirkan Eva Muliawati (CEO Megaxus), Hans Saleh (Country Head Garena), dan Layla Safira Andarmawanty (Head of Brand Marketing MPL).

Optimistik Industri Mobile Game Indonesia Mampu Bersaing secara Global
Banyaknya pengguna smartphone di Indonesia dan kemudahan akses yang disajikan menjadikan Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan industri game di masa depan. Meskipun industri game mobile Indonesia baru-baru ini meningkat, namun Indonesia memiliki peluang yang besar untuk bisa bersaing di kancah global.
Terlebih lagi saat ini pemerintah melakukan gerakan dukungan melalui penyelenggaraan IGDX. Hal tersebut menjadi harapan baru bagi industri game di Indonesia.
Menurut Layla, jenis game yang digemari di Indonesia adalah yang menantang atau challenging, bisa dimainkan sendirian maupun bersama tim, seru, menyenangkan, dan mudah digunakan.
Kendati demikian, pola mobile game yang digemari di Indonesia berubah sesuai dengan tren yang ada. Menurut mereka, saat ini sulit untuk menebak atau memperkirakan game seperti apa yang akan best seller atau meledak di pasaran. Karena, kesuksesan sebuah game dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari konten yang disajikan dalam game dan alasan-alasan lainnya.
Kendala yang Biasa Dialami Developer Game Indonesia
Dalam diskusi panel tersebut juga membahas tentang kendala yang dihadapi developer game Indonesia. Kurangnya fasilitas atau studio yang mendukung, dukungan pemerintah, dan pendanaan untuk proyek game yang dikerjakan merupakan beberapa kendala yang mereka alami.
Namun, melihat perkembangan saat ini, Pemerintah bersama AGI telah melakukan upaya untuk memajukan bisnis game di Indonesia. Ke depannya bukan tidak mungkin akan ada gebrakan baru yang membuat bisnis game Indonesia semakin sukses.
Strategi Pemasaran bagi Developer Mobile Game
Banyak pilihan cara yang bisa dilakukan para developer mobile game Indonesia dalam memasarkan produknya, antara lain bergabung dengan marketplace game atau bekerja sama dengan publisher. Untuk mempromosikan produk juga bisa dilakukan dengan menggunakan iklan media sosial dan bekerja sama dengan social media influencer.
Menurut Hans, bagi para developer untuk bisa mempertahankan sebuah produk game agar tetap memiliki pengguna adalah dengan memahami apa yang pengguna inginkan, memanfaatkan sumber daya dengan baik, memiliki rencana jelas, dan melanjutkan produksi game secara kontinu.
