Nintendo Kabarnya Kalah Dalam Tuntutan Hukum Melawan Pencipta Palworld


Nintendo kalah total.

Gugatan hukum bernilai tinggi antara Nintendo bersama The Pokémon Company melawan pengembang Palworld, Pocketpair, memasuki babak baru yang mengejutkan.

Menurut analisis dari pakar kekayaan intelektual Florian Mueller, Nintendo kini dinilai berpotensi besar kalah dalam persidangan. Bahkan jika mereka berhasil menang, Nintendo diprediksi hanya akan menerima ganti rugi maksimal sebesar 5 juta yen atau sekitar $30.000 (Rp490 juta)—sebuah angka yang sangat kecil dan tidak sebanding dengan total biaya hukum yang telah dikeluarkan oleh raksasa asal Jepang tersebut.

Penyebab utamanya adalah strategi defensif cerdas yang dilakukan oleh Pocketpair. Sejak gugatan pertama kali dilayangkan atas paten mekanik melempar bola dan menangkap monster di area terbuka seperti pada gim Pokémon Legends: Arceus, Pocketpair bergerak cepat melakukan serangkaian perombakan mekanik pada November 2024 dan Mei tahun lalu. Mereka menghapus sistem pemanggilan monster lewat lemparan bola dan mengganti mekanik meluncur menggunakan alat glider biasa, alih-alih menggunakan monster Pal.

Akibat perubahan masif ini, Nintendo dan The Pokémon Company dilaporkan terpaksa mengubah ruang lingkup tuntutan mereka di pengadilan, sehingga kasus ini kini hanya terbatas pada versi lawas Palworld saja.

Menurut Mueller, tidak ada lagi celah hukum bagi Nintendo untuk memblokir peredaran atau meminta perintah penghentian penjualan terhadap versi Palworld yang ada saat ini maupun versi komersial penuh Palworld 1.0 yang dijadwalkan meluncur pada 10 Juli mendatang.

Periode pelanggaran paten yang bisa dituntut kini menjadi sangat pendek dengan volume penjualan yang terbatas di wilayah Jepang saja, mengingat paten hukum Jepang tidak berlaku untuk penjualan global di luar negeri.

Di sisi lain, peluang Nintendo untuk membawa kasus ini ke luar negeri seperti ke Amerika Serikat juga semakin menipis. Hal ini terjadi setelah lembaga paten AS (USPTO) menolak aplikasi paten kontroversial milik Nintendo terkait mekanik “memanggil karakter dan membiarkannya bertarung” pada April lalu.

Kasus ini sendiri diperkirakan akan segera menemui titik terang akhir tahun ini, di mana pengadilan telah menjadwalkan agenda presentasi bukti pada 1 Oktober, diikuti dengan pembacaan opini resmi pengadilan pada 9 November 2026.


Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kenneth4958
Kenneth4958
June 14, 2026 6:35 pm
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.