[OPINI] Jadi Gamer PC itu Ternyata Mahal!


Kenyataannya jadi gamer PC itu tidaklah murah!

PC Master Race! Setidaknya itulah kata-kata yang sering digaungkan oleh para gamer PC untuk membuat keki para gamer console. Memang sejatinya, bermain game di PC kalian bisa mendapatkan performa jauh di atas console, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa bermain game di luar platform PC juga memiliki kelebihannya tersendiri.

Walau kondisinya demikian, kenyataannya jadi gamer PC itu mahal dan kurang bersahabat untuk kocek yang tipis. Apa saja realita pahit menjadi gamer PC? Mari kita bahas.

Rakit PC Butuh Duit Banyak

“Bos, kalo tidak bisa main di console, kita pindah aja ke PC” Ungkapan tersebut memang ada benarnya apalagi PC dikenal dengan mesin game sejuta umat. Tidak bisa main game kekinian? Tidak ada masalah, toh ada emulator yang siap mendukung hobi bermain kamu.

Namun, faktanya jika dengan uang Rp5,5 juta kita sudah bisa dapat console yang pasti bisa menjalankan semua game dengan nyaman, di PC kita tidak akan mendapatkan hal itu. Di PC, dengan nominal uang yang sama kita hanya akan dapat spek standar. Mungkin menggunakan Ryzen APU dengan RAM 8GB tanpa adanya GPU.

BACA JUGA: [OPINI] Tiga Cara untuk Menyikapi Perang Eksklusifitas Epic Games Store Bagi “Anak Steam”

Itu belum termasuk monitor yang harganya lumayan mahal. Bila ingin diakali, kita bisa membeli part PC second. Mungkin diharga 5,5 juta rupiah sudah bisa dapat spek PC standaran yang sanggup menjalankan game di resolusi 1080p dengan setting medium.

Selain itu, semakin tinggi spesifikasi yang kalian miliki, semakin mahal juga hardware untuk menjaganya. Kan tidak mungkin pakai Intel Core i9 tapi menggunakan stock cooling sebagai pendingin.

Harga Game Baru Tetap saja Mahal!

Bagi gamer PC, kalian juga pasti mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk sekadar membeli gamebukan? Meskipun masih ada Steam, tapi Steam Sale itu tidak selalu mendapat potongan harga meskipun intensitas diskonnya cukup sering.

Bila ada game baru di Steam, kalian juga harus merogoh kocek sekitar 500 hingga 800 ribu rupiah untuk membeli satu game. Apalagi, game terbaru di Steam hanya mengalami diskon kecil. Contohnya saja di Winter Sale, Assassin’s Creed: Origins hanya diskon sebesar 17% (ketika baru dirilis) yang meskipun diskon harganya masih menginjak 500 ribuan.

Untuk mengakalinya tentu saja kalian harus nabung. Untuk menabung, siapkan mental kalian untuk hidup sesederhana mungkin. Mahal bukan?

Kan bisa main versi pak tani? Maaf, seorang gamer sejati tentunya tidak main versi pak tani dan lebih memilih untuk mendukung sang developer dengan membeli karya mereka secara legal.

Periferal GameJuga Tidak Murah

Bagi sebagian orang, bermain game PC secara nyaman juga dibutuhkan periferal yang baik juga. Misalnya saja untuk mendapatkan sebuah suara yang menggelegar, dibutuhkan sebuah headset kelas atas yang kualitas suaranya memang benar-benar jernih.

Untuk mendapatkan item tersebut, dibutuhkan uang yang tidak sedikit tentunya. Di samping itu, bagi sebagian orang, keyboard juga menjadi hal yang mempengaruhi.

Meski sekarang sudah banyak sekali keyboard mekanik murah, tetap saja harga yang dikeluarkan masih dikisaran Rp300 ribuan yang bagi sebagian orang harganya cukup memberatkan.

Belum lagi ada peripheral steering wheel yang bisa menambah pengalaman kalian dalam bermain game namun juga membutuhkan kocek yang tidak sedikit.

Nginep di Warnet Juga Butuh Biaya Banyak

Nah pembahasan selanjutnya tidak soal materi melainkan waktu dan fisik. Seorang gamer tentu saja pernah menginap di warnet bukan? Fisik kalian akan terkuras di sini.

Bagi seorang gamer addict, kita akan merelakan waktu kita terbuang sia-sia demi menginap di warnet. Waktu dengan keluarga ataupun pacar akan berkurang dan membuat kita kehilangan momen berharga.

BACA JUGA: Corsair Luncurkan Casing Tempered Glass Terbaru dengan Harga Menarik

Momen berharga yang hilang ini merupakan sesuatu yang harus dibayar seorang gamer. Belum lagi jika tubuh kalian sakit akibat begadang. Jadilah kalian harus mengeluarkan biaya untuk ke dokter.

Selama bermain game di warnet, menurut saya waktu dan fisik merupakan bayaran yang paling mahal. Selain itu, bermain game di warnet dalam waktu yang lama juga membutuhkan uang yang tidak sedikit pada akhirnya.


Setidaknya itulah beberapa opini dari saya yang membuktikan bahwa menjadi PC gamer adalah sesuatu yang sangat mahal. Dibutuhkan biaya dan waktu yang cukup banyak hingga akhirnya kalian merasakan PC Master Race yang hakiki.


Leonardo da Lima
Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!