[OPINI] Tiga Cara untuk Menyikapi Perang Eksklusifitas Epic Games Store Bagi “Anak Steam”


Tiga hal berikut adalah sikap yang bisa diambil untuk menyikapi rivalitas Epic Games Store dengan Steam. Dewasa atau tidak, pilihan kalian!

Ekslusifitas. Yap! Bicara soal kata yang satu itu tentu akan sangat menarik. Biasanya, kalimat ini bakal sangat erat kaitannya dengan console. Mungkin buat sebagian besar gamer console, mereka sudah terbiasa dengan sebutan ekslusif.

Tapi untuk PC gamer, sebutan yang satu ini mungkin menjadi hal yang kontroversial belakangan ini, terlebih lagi dengan kasus Epic Games Store vs. Steam yang berkobar sejak akhir 2018 lalu.

Epic Games Store muncul dengan caranya yang bisa dibilang berani dan terkesan kontroversial. Hal ini dilakukan agar mereka mampu bersaing dengan Steam yang bisa dibilang hampir sepenuhnya menguasai pasar distribusi game digital di PC. 

Strategi yang dikeluarkan oleh Epic Games Store adalah membuat eksklusifitas. Di sini, Epic Games Store melobi developer untuk meluncurkan game mereka hanya di Epic Games Store saja. Saya tegaskan lagi, hanya di Epic Games Store saja.

Itu artinya, Steam tidak bisa menjual game yang sudah setuju dengan peraturan Epic Games Store tersebut. Meskipun beberapa kontrak eksklusifitas mereka berlaku dalam jangka waktu tertentu saja. Sebagai contoh, Metro Exodus hanya ekslusif selama satu tahun. Selepas itu, 4A Games baru bisa menjajakan game mereka di Steam.

BACA JUGA: Epic Games Akuisisi Psyonix, Rocket League Terima Review Bomb dari Pemain

Sialnya, Epic Games Store tak hanya melakukan hal ini kepada satu atau dua game, tapi kepada banyak game. Manuver yang dilakukan Epic Games Store ini memicu reaksi yang beragam dan yang paling keras menentang adalah para pengguna Steam.

Saya tidak bakal membahas kenapa Epic Games Store bisa begitu digdaya di kasus ini. Namun yang akan saya bahas adalah bagaimana, kita, sebagai gamer menyikapi manuver Epic Games Store dan dampaknya kepada platform Steam yang kita pakai.

Memilih Diam di Tengah Kisruh

Ini adalah salah satu pendekatan yang saya lakukan di tengah kasus peperangan Epic Games Store terhadap Steam. Diam lebih baik daripada melakukan sesuatu yang saya rasa konyol seperti melakukan review bomb negatif kepada game atau developer yang menekan kontrak eksklusifitas bersama Epic Games Store.

Diam di sini adalah untuk mencoba menganalisa setidaknya dua hal yaitu apakah Steam bakal melakukan tindakan untuk membenahi diri dan apakah Epic Games Store bakal melakukan improvisasi kekurangan fitur-fitur mereka.

Untuk melihat jawaban dari pertanyaan pertama, tentu dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hingga sekarang, Steam tidak pernah melontarkan komentar yang agresif. Steam lebih memilih untuk diam seakan pasrah menerima segala gempuran yang dilancarkan oleh Epic Games Store. Mereka juga masih konsisten memberlakukan potongan profit 30 persen kepada developer yang berjualan di platform mereka.

Menurut opini saya, Steam memilih diam karena memang mereka tidak ingin memancing keributan lebih jauh.

Dari segi model usaha, Steam sudah memiliki segalanya. Dia memiliki server yang baik, fitur mata uang, forum, fitur achievement, dan lainnya. Jika Steam menghendaki perubahan, tentu ini akan berdampak pada pundi-pundi pemasukan uang mereka yang terbilang besar, mengingat 30 persen profit cut tidaklah sedikit.

Untuk sekarang, hal yang bisa dilakukan Steam adalah dari segi deal-deal-an dengan para developer atau secara frontal melawan balik dengan menghendaki eksklusifitas. Menurut prediksi saya, untuk waktu dekat, kita tidak bakal melihat eksklusifitas tandingan dari Steam.

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan selanjutnya mengenai improvisasi dari Epic Games Store cukup mudah. Sekarang, Epic Games Store dituntut untuk memperkaya fitur mereka sama seperti Steam. Tapi sepertinya hal tersebut juga tidak bakal kita lihat dalam waktu dekat.

Heavy Rain, Detroit, dan Beyond Two Souls Hadir di PC via Epic Games Store - Featured

Satu-satunya jawaban Epic Games Store untuk menghentikan manuver eksklusifitas mereka adalah Steam mau berubah. Hal ini diungkapkan oleh Tim Sweeney yang menjabat sebagai CEO Epic Games. Sweeney mengatakan jika Valve mau berkomitmen dengan sistem bagi hasil 88 persen (publisher) dan 12 persen untuk Steam dengan ketentuan berlaku. Maka Epic Games Store bakal membatalkan eksklusifitas.

Untuk saat ini, sikap diam tentu menjadi sikap yang paling baik untuk dilakukan oleh para gamer Steam sambil melihat apa yang bakal terjadi ke depannya.

Tetap Beli Game di Epic Games Store

Epic Games Store

Tindakan kedua yang bisa dilakukan oleh PC gamer selanjutnya adalah mereka tetap membeli game yang mereka inginkan di Epic Games Store, maupun Steam. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah tetap bermain game original, apapun asal tokonya.

Tindakan ini semata-mata sebagai cara untuk mendukung ekosistem developer game secara keseluruhan bagi saya, karena merekalah yang terperangkap di tengah-tengah perseteruan dua toko digital ini.

Tantangan untuk melakukan pilihan ini sekarang adalah tidak adanya penyesuaian mata uang (Regional Pricing) yang bersahabat, khususnya bagi gamer di Indonesia.

Mengingat harga game di Epic Games Store dipukul rata menggunakan kurs mata uang US Dolar. Dengan begini, harga game di Epic Games Store sudah pasti lebih mahal dibandingkan Steam yang mengadopsi kurs mata uang rupiah di dalamnya.

Saya pribadi tidak masalah untuk membeli game di Epic Game Store. Tapi, ada dua hal yang pada akhirnya membuat saya mengurungkan niat ini untuk sementara waktu. Hal pertama adalah eksklusifitas Epic Games Store sifatnya masih dalam jangka waktu sementara.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, Epic Games Store menggunakan eksklusifitas berjangka untuk beberapa game. Metro Exodus hanya berjangka satu tahun yang notabene merupakan game AAA. Meskipun ada beberapa game eksklusif yang permanen akan selalu dijual di sana, tapi saya belum melihat keinginan membelinya sebagai sebuah urgensi.

Dengan masih berjangkanya di beberapa game, saya masih punya kesempatan membeli game yang saya inginkan di Steam meskipun harus menunggu. Urgensi ini tentu bakal berubah jika ada game AAA yang eksklusif diluncurkan di Epic Games Store saja, dan dipastikan tidak akan pernah meluncur ke platform jualan manapun.

epic-games-akuisisi-psyonix-rocket-league-featured

Kedua adalah adanya isu Spyware yang sempat menyeruak beberapa bulan yang lalu. Inilah hal selanjutnya yang membuat saya urung membeli game di Epic Games Store. Penjabaran kasus spywareyang saya lihat di internet terkait hal ini sungguh detail. Tentu ada kekhawatiran jika nantinya hal ini terjadi kepada saya. Hingga saat ini Epic Games Store belum memberikan klarifikasi yang membuat saya optimis.

Buat kalian yang tidak ada masalah keamanan, tentu sah-sah saja bagi kalian untuk membeli game di Epic Games Store.

Bertindak Radikal sebagai Steam Warrior

Epic Games Store

Hal yang bisa dilakukan oleh PC gamer untuk menyikapi manuver dari Epic Games Store selanjutnya adalah melakukan review bomb dan menyuarakan ketidak setujuan di berbagai forum online. Tapi buat saya pribadi, hal ini adalah hal yang konyol dan kurang bijak.

Berteriak-teriak di forum dan melontarkan review negatif secara serampangan hanya berdampak di level akar rumput. Tindakan-tindakan ini tidak bakal mengubah apapun dari segi bisnis. Tapi untuk saya pribadi, tidak disarankan untuk melakukan hal ini, karena sekali lagi dampaknya akan sangat buruk ke reputasi ekosistem PC gaming secara keseluruhan (editor: malu dong PC master race ditertawakan anak console)

Melakukan hal ini hanya membuat diri kalian capek, karena tak berpengaruh apapun. Serius!


Tiga hal di atas merupakan sikap yang bisa kalian ambil untuk menyikapi rivalitas Epic Games Store dengan Steam. Tentunya tidak semua setuju dengan opini saya dan saya sangat membuka diri dengan diskusi di kolom komentar.

Jika boleh bertanya, sikap seperti apa yang bakal kalian ambil untuk menyikap hal ini?


Leonardo da Lima
Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!