Punya Kualitas Mumpuni, 5 Game RPG ini Justru Kurang Apresiasi!

Ada sejumlah game RPG memiliki kualitas mumpuni tapi justru mereka kurang mendapatkan apresiasi! Lantas apa saja game tersebut?


Game RPG Terbaik Kurang Apresiasi

Membuat sebuah game berkualitas tidaklah cukup jika sejatinya tim marketing di belakangnya tidak tahu bagaimana cara untuk memasarkan game berkualitas tersebut. Pasalnya, jika nantinya marketing gagal, sudah jelas ancaman yang mengintai adalah game berkualitas ini tidak laku di pasaran dan akhirnya membuat studio yang membuatnya bisa rugi.

Hingga saat ini, bicara soal kurangnya marketing di sebuah industri game tak lengkap jika tidak membahas mengenai game RPG yang kurang mendapatkan apresiasi dari gamer. Hal yang membuat game ini mendapatkan kurangnya apresiasi mungkin dikarenakan salah satunya adalah marketing yang kurang.

Memang RPG tersebut masih kalah pamor dibandingkan nama-nama besar lainnya. Tapi dari segi kualitas, percayalah jika mereka adalah salah satu yang terbaik yang pernah dibuat. Gimbot bakal membahas secara lengkap mengenai lima game RPG yang punya kualitas mumpuni namun kurang diapresiasi gamer.

Vagrant Story

Era PlayStation 1 bisa dibilang adalah masa kejayaan Square di mana mereka sukses menelurkan tiga game Final Fantasy yaitu VII, VIII, dan IX. Namun ketika era PlayStation 2 datang, model pertarungan turn based seperti yang dimiliki tiga game tersebut perlahan-lahan dijauhi. Ya, mereka membuat game RPG baru namun dengan mekanisme berbeda yaitu Vagrant Story.

Jika dilihat secara seksama, mekanisme Vagrant Story adalah salah satu mekanisme terbaik di industri game di mana gamer bisa bertarung secara real-time ditambah bisa menyerang anggota tubuh berbeda dari musuh yang ada. Selain itu, dengan senjata yang tepat, gamer bisa mengalahkan musuh dengan efektif.

Tapi sayangnya, nama besar Final Fantasy seakan menghalangi game dengan mekanisme ciamik ini untuk terkenal. Bahkan hanya sedikit gamer saja yang tahu bahkan pernah memainkan game tersebut. Kurangnya penekanan bahwa Vagrant Story punya mekanisme yang futuristik mungkin jadi penyebab kenapa game ini gagal menyaingi saudaranya yaitu Final Fantasy dari segi popularitas.

Wild Arms

Wild Arms tak bisa dipungkiri lagi memiliki kualitas yang sebenarnya sangat baik di mana dunianya dirancang dengan luar biasa dengan karakter-karakter seperti anime yang cukup bagus. Tapi sayangnya, game ini tenggelam karena salah tanggal peluncuran. Benar, game ini hanya dirilis satu bulan sebelum Final Fantasy VII di Jepang dan lima bulan sebelumnya di Amerika Utara.

Rilis berdekatan dengan Final Fantasy semuanya buyar, apalagi Final Fantasy VII saat itu memberikan tagline sebagai Final Fantasy 3D pertama. Tapi bagi yang mengikutinya, Wild Arms sebenarnya secara kualitas tak begitu jomplang bahkan mampu bersaing dengan Final Fantasy VII.

Kalian bakal berpetualang di tanah Filgaia di mana desain dunianya merupakan perpaduan antara Barat Amerika dengan sentuhan ketimuran. Tentu perpaduan ini mendapatkan sambutan hangat dari para seniman. Dari segi pertempuran, turn-based sudah jelas menjadi basis. Namun penentu dari siapa yang menyerang duluan adalah dari stat masing-masing karakter.

Game seperti Child of Light dan Octopath Traveller bahkan masih menggunakan mekanisme yang satu ini.

Kingdom of Amalur: Reckoning

Tak berlebihan menjadikan Kingdom of Amalur: Reckoning sebagai salah satu game RPG yang minim apresiasi dari gamer. Padahal secara kualitas, game ini benar-benar bisa dibilang punya kualitas luar biasa. Dari awal, kita sudah disuguhkan oleh mekanisme RPG yang sangat solid dan salah satunya adalah pengembangan karakter yang sesuai dengan keinginan kita sendiri.

Game ini memiliki mekanisme yang terasa seperti gabungan dari beberapa game yakni World of Warcraft dan God of War di mana grafisnya mirip dengan WoW sedangkan pertempuran jarak dekatnya mirip-mirip seperti God of War sensasinya. Meskipun hanya berjalan untuk menyelesaikan misi dengan jalan dari titik A ke titik B, namun perpaduan karakter dari masing-masing ras di game ini benar-benar indah.

BACA JUGA: Nostalgia Review Resident Evil 3: Nemesis – Memahami Alasan Kenapa Perlu Di-Remake

Bahkan ada satu mekanisme yang cukup unik di mana kalian tidak boleh asal ambil item di rumah orang karena jika melakukannya, kalian bisa dipenjara dan ditangkap.

Dragon’s Dogma: Dark Arisen

Memiliki desain dunia yang mirip dengan Monster Hunter, Dragon’s Dogma adalah salah satu game yang sebenarnya kualitasnya benar-benar cemerlang. Pertarungan dan ceritanya begitu memukau khususnya bagi para pecinta game RPG. Kisah dari game ini juga cukup unik di mana kalian harus balas dendam kepada seekor naga setelah jantung kalian dicuri.

Salah satu keutamaan dari game ini adalah di sini kalian bisa bersinergi dengan beberapa NPC dalam mengalahkan musuh. Para NPC ini memiliki kemampuan dan tugasnya sendiri. Tak hanya itu, satu yang membuat game ini begitu istimewa adalah di Dragon’s Dogma, ada banyak musuh yang ukurannya cukup besar.

Griffin, Ogre, dan Naga adalah beberapa musuh yang bisa kalian lawan. Selanjutnya, dunia yang digarap betul-betul indah secara visual. Meski sudah berusia tujuh tahun, game ini tetap direkomendasikan untuk dimainkan saat ini.

Dark Chronicle

Bagaimana jika game RPG dicampur dengan elemen membangun kota. Selain itu, bagaimana jika game di era PlayStation 2 punya visualisasi air dan pencahayaan yang sangat keren? Itulah yang ada pada diri Dark Chronicle. Sayangnya, kesalahan Dark Chronicle memang karena dirilis di PlayStation 2 dan mereka tak punya cukup kuat marketing untuk bersaing dengan nama besar seperti Morrowind, GTA, Kingdom Hearts, God of War, dan Splinter Cell.

Padahal dari segi mekanisme dan gameplay, Dark Chronicle punya sesuatu yang sangat solid di mana kustomisasi yang mendalam digabungkan dengan eksplorasi yang sangat baik menjadikannya game yang berkualitas. Selain itu desain musuh yang beragam juga membuatnya menjadi game yang patut untuk dimainkan.

Tapi kembali lagi, game ini kurang terkenal dan kurang mendapatkan apresiasi dari para gamer kala itu.


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.