Di Balik Pembuatan Kantor Polisi Raccoon City Resident Evil 2 Remake


Capcom menceritakan bagaimana pembuatan kantor polisi Raccoon City yang ikonik dalam Resident Evil 2 itu. Ternyata cukup rumit sekali!

Resident Evil 2 Remake

Bulan Februari 2019 menjadi waktu yang benar-benar menyenangkan untuk Capcom dan juga franchise Resident Evil. Pasalnya, seri remake mereka, Resident Evil 2 Remake sukses besar di seluruh dunia.

Mempertahankan mekanisme lawas dan memadukannya dengan mekanisme yang lebih baru membuat game tersebut nampak solid. Saya sendiri yang melakukan review terhadap game tersebut cukup puas dibuatnya.

Tujuan kami adalah mempertahankan cita rasa bangunan asli tapi juga tetap melakukan beberapa perubahan agar terlihat lebih realistis dan cocok untuk game saat ini

Kazunori Kadoi – Director of Resident Evil 2 Remake

BACA JUGA: Resident Evil 2 Remake Review: Zombi Lawas yang Sukses Disempurnakan

Sudah lama game tersebut dirilis, Capcom bercerita mengenai pembuatan kantor polisi Raccoon City yang sangat ikonik itu. Harus diakui, memang kantor polisi Raccoon City di Resident Evil 2 Remake memang tampil sangat sempurna.

Maklum saja, beberapa bangunan di game ini terinspirasi dari desain-desain gotik yang hadir di tahun 1700-an sehingga nuansa horor jelas sangat terlihat kentara.

Setiap detail digarap dengan sangat sempurna. Lantas bagaimana kira-kira pembuatan kantor polisi Raccoon City ini? Dikutip dari PC Gamer, Gimbot bakal membahasnya!

Ada Beberapa Detail Kecil yang Penting

Kualitas desain yang ada di kantor polisi Raccoon City memang tak bisa disangkal merupakan sesuatu yang bagus, hal itu tidak lepas dari kejeniusan Kadoi dalam memasukkan beberapa detail kecil yang cukup bagus untuk diaplikasikan.

Salah satunya adalah sebuah patung manusia besar dan juga beberapa patung singa yang ukurannya besar. Khusus untuk patung singa, Kadoi memberikan penerangan cahaya bulan dari luar kantor polisi untuk memberikan kesan dramatis.

Yang tak kalah luar biasa, patung singa ini dibuat lebih besar dari versi asli Resident Evil 2, 21 tahun yang lalu.

“Saya ingin membawa patung dan hewan ke kantor polisi yang baru (remake). Tapi pada saat bersamaan, saya ingin membuat perubahan yang membuat permainan lebih menyenangkan.”

Kazunori Kadoi – Director of Resident Evil 2 Remake

Di samping itu, Kadoi juga memiliki pendapat yang cukup unik di mana menurutnya, dulu kantor polisi Raccoon City adalah sebuah museum. Ada beberapa bukti otentik yang bisa membuktikan hal tersebut.

BACA JUGA: Awalnya, Jagoan God of War Namanya Bukan Kratos

“Sebenarnya, itu dulunya adalah museum seni. Ada beberapa fitur yang membuktikannya yakni Menara ham, patung dewi di aula utama, dan kedua hal tersebut sudah bisa membuktikannya. Gagasan yang satu ini diperkuat dengan adanya lukisan, patung tua, dan artefak lain yang ada di sekitar tempat ini. Di manapun kalian melakukan eksplorasi, selalu ada petunjuk bahwa usia gedung ini sebenarnya sudah sangat tua,” ucapnya.

Kazunori Kadoi – Director of Resident Evil 2 Remake

Kadoi juga menjelaskan bagaimana strateginya untuk memberikan banyak sentuhan mengerikan agar gamer mendapatkan sensasi serupa seperti zaman dulu. Banyaknya blind spot, permainan cahaya, dan audio menjadi ramuan pemberi kengerian untuk game ini.

“Dalam remake, kami menggunakan beberapa blind spot dan juga kegelapan untuk membuat gamer takut. Audio yang terarah juga kami racik untuk memberikan perasaan tegang pada kalian. Audio memainkan peran penting di mana kalian akan merasakan berbagai macam suara yang mengerikan di luar sana,” kata Kadoi.

Kazunori Kadoi – Director of Resident Evil 2 Remake

Pengembangan Sumber Cahaya

Tentu saja harus diakui, hal yang paling kontras antara seri remake dan original adalah penggunaan cahaya. Di seri original, cahaya tetap terlihat menyala terang. Tapi untuk seri remake ini cahaya dibuat gelap dengan cara yang dramatis sehingga memaksa kalian menggunakan senter. Kurangnya sumber cahaya harus diakui membuat suasana jauh lebih mencekam. Banyaknya blind spot yang ada di sekitar gedung juga tentu membuat kengerian semakin menjadi-jadi.

BACA JUGA: BEKRAF Game Prime 2019 – Keunggulan Industri Game Ada Banyak

Setidaknya Kadoi mengatakan bahwa ada dua elemen yang membuat game ini Nampak dramatis serta mengerikan yakni gelap dan basah.

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang berkilau dalam kegelapan. Dengan begini, gamer bakal berpikir apa yang menunggu mereka di luar sana,” ucap Kadoi.

Memang untuk masalah cahaya ini Gimbot sangat sepakat bahwa kenyataannya, Resident Evil 2 Remake memang sempurna. Game ini menjadi game horor kedua menurut saya pribadi yang punya tata cahaya keren setelah Alan Wake. RE Engine melakukan tugasnya dengan baik!

Terakhir, Kadoi menuturkan jika ide membawa kantor polisi ke dalam game Resident Evil 2 adalah sebuah keputusan tepat. Di tahun 1998, jarang sekali ada game yang membawa kantor polisi ke dalam plot sehingga hal tersebut membuat Resident Evil 2 terasa sangat baru dari segi ide tempat.

“Kantor polisi adalah tempat yang sering kita lihat sehingga itu terasa nyata. Di TV, kantor polisi banyak digunakan untuk tempat plot tapi di game sangat jarang sekali terutama ketika Resident Evil 2 dirilis sehingga ada kesan baru. Di samping itu, polisi yang berubah menjadi zombie menambah kesan ironis di mana seharusnya polisi melindungi warga bukan membunuh warga,” pungkas Kadoi.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.