Tahukah Kamu: Super Smash Bros. Berasal dari Pengalaman Buruk Penciptanya di Mesin Arcade

Inspirasi untuk menciptakan sebuah game fighting yang bisa dimainkan oleh semua orang ternyata mulai muncul setelah sebuah pembantaian.


asal-muasal-super-smash-bros-featured

Ada banyak alasan mengapa Super Smash Bros. disukai banyak orang. Satu alasan yang paling disebut adalah karena game ini memiliki karakter yang berasal dari berbagai macam franchise game. Kamu tidak hanya menemukan karakter game Nintendo saja, tapi juga karakter dari game lain seperti Final Fantasy, Sonic, hingga Street Fighter.

Satu alasan lain mengapa Smash sangat disukai adalah gameplay-nya yang unik dan sederhana. Tidak seperti game fighting lainnya, kamu tidak perlu menghafal kombinasi tombol untuk mengeluarkan gerakan yang keren. Cukup tekan tombol A atau B ditambah arah yang kamu inginkan (atas, bawah, samping, atau netral). Ditambah dengan sistem health yang berbeda serta segudang item yang bisa digunakan, Smash bisa dipahami dengan cepat oleh siapapun.

Tapi tentu saja, ide tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Sang kreator Masahiro Sakurai terinspirasi membuat Smash yang bisa dimainkan semua orang karena sebuah kejadian ketika bermain game fighting.

Berawal Dari Sebuah Kejadian Di Mesin Arcade

asal-muasal-super-smash-bros-sakurai

Sebelum menciptakan Smash, Sakurai sendiri sudah menciptakan game untuk Nintendo. Saat masih bekerja di bawah HAL Laboratory, ia menciptakan seri Kirby yang masih populer hingga saat ini.

Sakurai sendiri adalah penggemar game fighting, terutama game dari SNK seperti seri King of Fighters. Mengingat saat itu video game adalah barang mewah, mayoritas game fighting lebih sering dimainkan di Arcade Center di mana kamu bisa bermain sendiri atau menantang/ditantang oleh pemain dari mesin lain di tempat yang sama.

asal-muasal-super-smash-bros-ko95

Menurut wawancara Famitsu tahun 2004, suatu hari ia bermain King of Fighters ‘95 di Arcade Center. Saat ingin bermain sendiri, ia tiba-tiba ditantang oleh seorang pemain, tapi tidak sempat melihat siapa yang menantangnya karena sang lawan ada di mesin seberang.

Sakurai sendiri adalah pemain game fighting yang cukup kompeten dan berhasil menang dari pemain tersebut. Tapi ia merasa sang lawan terlalu lambat dan tidak biasa. Setelah mengintip, ia kemudian sadar bahwa lawannya adalah pasangan biasa dan jelas tidak punya pengalaman bermain game fighting.

Sadar akan fakta tersebut, Sakurai justru merasa bersalah setelah mengalahkan pasangan tersebut. Saat itu, ia sadar bahwa fighting game punya masalah aksesibilitas terutama untuk pemain baru.

Seberapa menyenangkan pengalaman bermain fighting game seseorang tergantung dari pengetahuan yang ia miliki. Untuk bisa bermain semi-efektif saja, seorang pemain baru mungkin harus memahami combo dan aspek rumit lain. Tapi selagi proses belajar tersebut ia harus mau dihajar terus menerus, entah oleh AI atau pemain lain. Ditambah dengan fakta di mana saat itu kamu hanya bisa bermain di arcade, tentu tidak semua orang mau mendedikasikan waktunya untuk itu. Artinya banyak pemain yang tidak bisa atau tidak mau mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari game fighting.

Dari pengalaman tersebut, Sakurai kemudian mencari ide untuk membuat game fighting yang bisa dimainkan dan dipahami dengan cepat oleh semua orang. Dari situlah inspirasi untuk Super Smash Bros. kemudian lahir.

Laris Sejak Judul Pertama

Bersama Satoru Iwata, Sakurai kemudian menciptakan prototype Super Smash Bros dengan konsep yang berbeda dari game fighting pada umumnya. Health tiap karakter diwakili oleh angka yang naik tiap menerima serangan. Makin tinggi angka tersebut, makin jauh juga karaktermu terlontar setelah menerima serangan lawan, dan ketika kamu terlontar terlalu jauh, kamu kehilangan satu nyawa.

Prototype tersebut awalnya punya nama lain yaitu Dragon King: The Fighting Game dengan karakter berbentuk badan manusia. Barulah setelah itu Sakurai punya ide untuk menggunakan karakter Nintendo sebagai para petarung di game tersebut. Ide tersebut diterima oleh Nintendo, dan di tahun 1999 Super Smash Bros. pertama lahir di Nintendo 64 dengan 12 karakter dari franchise Nintendo.

Dalam waktu singkat, Smash langsung laris manis dan terjual sebanyak 1,97 juta unit di Jepang. Game tersebut kemudian dirilis di pasar barat dan kembali tetap laku keras.

Sekarang, Super Smash Bros. selalu mendapat judul baru di tiap generasi console Nintendo. Judul terbarunya yaitu Super Smash Bros. Ultimate di Nintendo Switch berhasil mendapatkan banyak penghargaan, termasuk Best Fighting Game di The Game Awards 2019. Semuanya berawal dari pengalaman kurang menyenangkan setelah membantai pemain baru di sebuah mesin arcade.


Satu hal menarik yang saya sadari adalah, Sakurai sepertinya adalah penggemar berat game fighting buatan SNK. Pertama, Smash lahir ketika ia bermain King of Fighters buatan SNK.

Kedua, ketika memperlihatkan Terry Bogard sebagai karakter DLC keempat di Super Smash Bros. Ultimate, ia menghabiskan waktu 45 menit tidak hanya memperlihatkan gerakan Terry, tapi juga sejarah King of Fighters dan Fatal Fury sampai melakukan satu sesi let’s play. Banyak yang mengatakan bahwa ini dilakukan untuk membungkam audiens yang tidak mengenal Terry Bogard. Tapi di saat yang sama ia juga terlihat sangat antusias menjelaskan semua hal tentang Terry dan juga seri game fighting dari SNK.

Baca juga: Tahukah Kamu, GLaDOS Awalnya Adalah Solusi Untuk Menutupi Kekurangan Game Portal


Kaoru