Portal adalah seri game puzzle buatan Valve yang pertama kali rilis tahun 2007. Tapi meskipun sudah cukup lama, game ini tetap dipuja hingga hari ini. Alasannya banyak, dan salah satunya adalah karakter antagonisnya yang cukup berkesan, yaitu GLaDOS.
Tapi meskipun mendapatkan pujian karena peran dan kepribadiannya dalam seri Portal, GLaDOS sendiri bukanlah karakter yang direncanakan sejak awal pengembangan Portal. Ia sejatinya adalah sebuah solusi atas sebuah masalah yang ditemui di tengah proses pemgembangan game tersebut.
Sedikit Sejarah Tentang Portal

Jika kamu tidak tahu sejarahnya, ide besar dari Portal sebenarnya berasal dari sebuah game proyek kampus bernama Narbacular Drop. Konsep dari game tersebut tetap sama, yaitu kamu bisa berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain melewati portal berwarna biru dan oranye. Tapi tentu saja sebagai proyek kampus, kualitas grafis game tersebut sangatlah terbatas.
Tertarik dengan ide tersebut, Valve langsung merekrut mahasiswa yang membuat game tersebut. Dipasangkan dengan pegawai Valve yang lebih berpengalaman, mereka kemudian dibebaskan untuk mengembangkan game yang mereka inginkan.

Dalam sebuah wawancara dengan PC Gamers, desainer Valve Robin Walker mengatakan bahwa tujuan utama mereka bukanlah mengklaim ide yang dibuat oleh mahasiswa. “Kami sebenarnya lebih tertarik ke orang-orang yang di balik proyek tersebut. Ketika berdiskusi dengan tim Narbacular Drop, kami merasa mereka adalah orang-orang yang punya potensi besar.”
BACA JUGA: 5 NPC Keren dengan Peran Paling Menarik dalam Video Game
Terlepas dari itu, Portal kemudian kemudian rilis pertama kali dalam sebuah paket bernama The Orange Box. Bersama dengan Half-Life 2: Episode Two dan Team Fortress 2, Portal hadir tanpa ekspektasi apa-apa karena terlalu unik dan belum pernah ada sebelumnya. Bahkan bisa dibilang Portal “menumpang” popularitas dua game yang mendampinginya di dalam paket tersebut.
Dibuat Untuk Menambal Satu Masalah

Ada banyak hal yang membuat Portal sangat berkesan dan masih dibahas hingga hari ini. Salah satunya adalah sang karakter antagonis GLaDOS. Meskipun hanya berbentuk robot AI, percakapan dan kepribadian GLaDOS membuat pengalaman bermain Portal jadi makin berkesan. Tidak tanggung-tanggung, GLaDOS sendiri juga masih tetap dianggap sebagai salah satu antagonis yang tidak hanya menjadi contoh, tapi juga disukai oleh banyak orang.
Tapi GLaDOS sendiri sebenarnya tidak dirancang dari awal pengembangan Portal. Ia lahir sebagai sebuah alat untuk menambal lubang besar yang ada di versi awal game Portal.
Portal ketika masih dalam satu tahun proses pengembangan hanya terdiri dari 14 level. Tidak ada GLaDOS atau karakter lainnya selain karaktermu yang berada di ruangan kosong.

Ketika dicoba, banyak playtester yang suka dengan desain puzzle dan mekanisme yang ada di Portal. Tapi mereka juga bertanya kapan game atau cerita sebenarnya akan dimulai. Dengan kata lain, 14 level yang mereka mainkan dianggap sebagai fase latihan atau tutorial sebelum masuk ke bagian utama permainan.
Respon tersebut membuat Robin Walker dan timnya khawatir. Tidak heran karena sejatinya Portal memang hanya terdiri dari rentetan level yang menantangmu memecahkan berbagai macam puzzle dengan portal. Selain itu mereka tidak ingin membuat konten tambahan dalam jumlah besar di luar sejumlah puzzle yang sudah mereka rencanakan.
Setelah didiskusikan, tim Valve menyimpulkan bahwa saat itu Portal tidak memberikan motivasi apa-apa untuk pemainnya. Tidak ada tekanan atau ancaman, tidak ada risiko jika gagal, tidak ada hal yang harus ditakuti, dan tidak ada misi besar yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, tidak ada alasan untuk membuat progres selain penasaran melihat seperti apa puzzle berikutnya. Tentu saja, cepat atau lambat itu akan membuat pemain bosan.

Menanggapi masalah itu, barulah Valve menghadirkan karakter antagonis bernama GLaDOS. Hebatnya, Valve juga menggunakan GLaDOS tidak hanya sebagai antagonis saja. Ia juga berfungsi sebagai pemandu di awal permainan. Seiring waktu ia kemudian memperlihatkan sifat aslinya dan jadi tujuan akhir permainan sekaligus motivasi kamu untuk terus bermain. Kepribadian yang dicerminkan dari kalimat-kalimat yang ia lontarkan selama kamu bermain juga menjadi dorongan tambahan untuk motivasi tersebut.
That’s it! Meskipun cukup dikenal, GLaDOS bukanlah karakter yang direncanakan sejak awal pengembangan Portal. Ia sejatinya adalah alat atau solusi untuk menutupi masalah yang dimiliki oleh Portal. Siapa sangka solusi tersebut kemudian jadi pembahasan utama untuk semua orang yang menamatkan Portal sekaligus jadi karakter yang cukup ditunggu kehadirannya di Portal 2.

Jika kamu belum pernah bermain Portal dan/atau Portal 2, kami sangat menyarankan kamu untuk mencobanya. Tidak hanya memiliki karakter keren seperti GLaDOS, game ini punya puzzle unik yang tidak akan kamu temukan di game lain.
Terakhir, selalu ingat: the cake is a lie.
