Para pembaca Gimbot yang gemar game bertema zombie pasti sudah tak sabar menunggu kemunculan Resident Evil 3 remake di tahun 2020 ini. Maklum, game yang dulu pertama muncul di era PS1 tersebut memang sangat ikonik dan banyak dianggap sebagai salah satu survival horror terbaik sepanjang masa. Apalagi Capcom sudah menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan game berkualitas top lewat Resident Evil 7: Biohazard dan Resident Evil 2 remake.
Capcom baru-baru ini mengadakan sebuah acara preview di mana mereka mengundang berbagai media untuk mencoba demo Resident Evil 3 remake. Mereka juga mengadakan sesi tanya jawab yang mengungkap berbagai hal menarik fakta menarik seputar game ini. Apa saja fakta tersebut, kamu bisa simak di bawah.
Alasan Pembuatan Resident Evil: Resistance

Salah satu hal yang cukup mengejutkan ketika remake ini diumumkan adalah keberadaan game baru yang berjudul Resident Evil: Resistance. Game ini merupakan game multiplayer kompetitif asimetris di mana satu orang akan bermain sebagai Mastermind dan empat orang lawannya menjadi Survivor. Resident Evil: Resistance bukan game yang dijual terpisah, melainkan jadi satu paket bersama Resident Evil 3.
Mengapa Capcom mengembangkan Resident Evil: Resistance? Menurut sejumlah wawancara dari Jepang yang diterjemahkan oleh Siliconera, alasannya adalah karena Resident Evil 3 punya konten lebih sedikit daripada Resident Evil 2. Dalam Resident Evil 2 terdapat dua skenario cerita tergantung dari karakter mana yang kamu mainkan, Leon atau Claire. Sementara Resident Evil 3 hanya punya satu skenario utama.

Untuk mengimbangi konten dari Resident Evil 2 itulah Resident Evil: Resistance dibuat. Pengembangannya ditangani oleh studio asal Taiwan bernama NeoBards, sementara Resident Evil 3 sendiri dikembangkan oleh studio M-Two dengan pendanaan dari Capcom.
Perbedaan Gameplay dari Resident Evil 2
Dibandingkan prekuelnya, versi remake ini nanti akan mengandung lebih banyak aksi. Ini bukan arahan yang melenceng seperti kasus Resident Evil 6 dulu, tapi memang sesuai dengan arahan dalam Resident Evil 3: Nemesis versi orisinal. Ada beberapa fitur baru ditambahkan supaya pertarungan menjadi lebih aktif, misalnya kemampuan menghindar yang disebut Emergency Dodge.
Dengan menghindari serangan musuh pada waktu yang tepat, kamu akan memperoleh kesempatan untuk menyerang balik.

X | Sumber: Capcom
Teror yang ditebar oleh musuh utama yaitu Nemesis juga berbeda dari Mr. X di Resident Evil 2. Kalau Mr. X cenderung selalu terlihat dan akan mengejarmu sampai ke berbagai ruangan, Nemesis justru lebih tersembunyi.
Dia akan muncul tiba-tiba tanpa kamu sadari, kemudian menyerang menggunakan tentakel atau flamethrower. Nemesis juga punya gerakan yang lebih cepat dibandingkan Mr. X.
Secara keseluruhan, Resident Evil 3 punya tingkat kesulitan di bawah Resident Evil 2. Tapi jenis tantangannya akan berbeda, dan lebih banyak menuntut refleks dari pemain.
Fitur yang Dipotong dan Transaksi Mikro

Resident Evil 3: Nemesis versi asli memiliki mini-game yang disebut The Mercenaries: Operation Mad Jackal. Untuk membuka mini-game tersebut, pemain terlebih dahulu harus menamatkan cerita setidaknya satu kali. Tapi fitur ini tidak akan tersedia di dalam versi remake karena Capcom ingin lebih fokus pada pembuatan konten single player. Lagi pula sebagai gantinya sudah ada Resident Evil: Mercenaries untuk gamer yang ingin main berulang-ulang.
BACA JUGA: Nostalgia Review Resident Evil 3: Nemesis – Memahami Alasan Kenapa Perlu Di-Remake
Resident Evil: Resistance itu sendiri, meskipun kompetitif, tidak direncanakan menjadi game yang serius atau esports. Capcom lebih memandangnya sebagai sebuah hiburan ringan.
Untuk memainkannya secara online, pengguna PS4 dan Xbox One harus berlangganan PS Plus atau Xbox Live Gold. Resident Evil: Resistance juga akan memiliki sejumlah DLC atau IAP untuk pemain yang ingin level up lebih cepat. Capcom akan mendukung game ini dengan sejumlah konten baru di masa depan, tapi isi kontennya masih belum dapat dipastikan.
