5 Alasan Psikologis Kenapa Kamu Bisa Ketagihan Bermain Game


Penasaran, alasan psikologis apa saja yang membuatmu ketagihan bermain game?

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO baru saja secara resmi menetapkan bahwa kecanduan bermain game atau yang biasa disebut dengan game disorder termasuk ke dalam penyakit gangguan mental. Status ini ditetapkan karena game memiliki dampak psikologis yang membuat pemainnya ketagihan bermain game.

Namun, perlu dicatat bukan berarti semua jenis game bersifat adiktif dan dapat menyebabkan gangguan mental. Ketagihan bermain game yang dikategorikan sebagai gangguan mental apabila game tersebut merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan dari pemain itu sendiri.

BACA JUGA: 5 Game PC yang Jadi Sangat Keren Berkat Mod

Pertanyaannya, benarkan bermain game itu berbahaya? Apa saja dampaknya terhadap pemain jika bermain game dalam waktu yang lama? Bagaimana cara menangani agar bermain game tidak berdampak buruk bagi pemain?

Nah, sebelum menjawab pertanyaan di atas, kamu perlu mengetahui alasan psikologis mengapa kamu dapat ketagihan bermain game yang semuanya berawal dari developer game itu sendiri.

Berikut, penjelasan alasan psikologis mengapa kamu ketagihan bermain game.

1. Didesain untuk adiktif bagi pemain

Tidak diragukan lagi, beberapa game memang didesain untuk adiktif. Contoh yang paling sederhana adalah game mobile ringan yang didesain untuk dapat dimainkan di waktu luang dan senggangmu selama 5 – 10 menit. Misal, Fruit Ninja, Candy Crush Saga, dan Angry Birds.

Beberapa game mobile ini memiliki elemen free to play dan menyediakan beberapa item yang dapat dibeli untuk memberikan kemudahanmu menamatkan level tertentu yang sulit. Tidak ketinggalan, game untuk PC dan console pun demikian. Lihat saja bagaimana Fortnite dapat dimainkan secara gratis sembari menyediakan cosmetic item yang berguna mempercantik karaktermu mulai dari skin, dance, dan emoticon.

2. Feedback Loop dalam Game Design

Bagian yang satu ini sudah bukan rahasia umum lagi di dunia developer game. Hampir semua game dikembangkan dengan memiliki fitur Feedback Loop yang membuat pemain untuk selalu kembali bermain game setelah mereka berhasil menamatkan satu level atau esok harinya setelah mereka jenuh.

Jika game tidak memiliki feedback loop, game itu akan menjadi membosankan. Tetapi dengan adanya fitur ini, pemain otomatis akan selalu bermain untuk melanjutkan game tersebut. Feedback loop ini memiliki beberapa bagian seperti positive loop dan negative loop.

Feedback loops are systems where the output is feedback into the system as an input

Contoh dari positive loop adalah memberikan status keberhasilan ketika pemain sukses menyelesaikan suatu aksi dan memberikan status peringatan ketika pemain melakukan kesalahan. Misal, Point Blank akan memberikan status killer mulai dari Double Kill, Triple Kill, dan Chain Killer setiap kali kamu berhasil membunuh musuh secara terus-menerus. Sehingga membuat pemain menjadi merasa tertantang untuk terus mempertahankan posisinya sebagai pembunuh andalan.

Sedangkan, negative loop adalah memberikan punishment pada pemain yang memiliki peringkat tinggi dan reward pada pemain yang peringkatnya rendah. Contoh, di game Crash Team Racing (CTR), ketika kamu di posisi pertama, item yang kamu dapatkan adalah objek jebakan seperti botol ramuan dan kotak TNT. Tetapi ketika posisimu terakhir, item yang kamu dapatkan bersifat power-up seperti Aku-Aku atau bom listrik.

Saat ini, sebagian besar game multiplayer online populer seperti Apex Legends juga memiliki feedback loop, yaitu status Kill Leader dan Champion di awal permainan. Game seperti ini juga memiliki level progress yang mengharuskan kamu untuk memainkannya terus jika ingin menaikkan level.

3. Fitur online multiplayer

Sejatinya, mode single player mengizinkan kamu untuk menikmati petualangan dalam sebuah game dengan lebih maksimal. Tetapi ada banyak juga game yang memungkinkan kamu untuk menyelesaikan petualangan tersebut dengan mode multiplayer.

Mode multiplayer dirasa lebih fun karena kamu dapat berinteraksi dengan pemain lainnya. Namun, mode ini memiliki kelemahan terutama untuk local multiplayer karena keseruan bermain yang didapatkan hanya ketika temanmu bermain bersama denganmu di kamar atau ruang tamu. Jika mereka pulang maka mau tidak mau kamu harus memainkan game favoritmu itu sendirian lagi.

Tetapi sekarang hampir sebagian besar game populer memiliki fitur online multiplayer yang memungkinkan kamu bermain dengan pemain lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Singkatnya, mode ini tidak menawarkan pengalaman seperti single player di mana kamu dapat menghabiskan ratusan jam untuk memainkannya.

Game seperti World of Warcraft, Paladins, Overwatch, Fortnite, Apex Legends yang menawarkan online multiplayer ini akan memaksamu untuk memainkan mereka dalam jangka waktu yang lama. Dengan online, kamu dapat menemukan lawan kapanpun kamu inginkan dan selalu ingin bermain lebih dari satu pertandingan.

4. Ikatan emosional yang melibatkan perasaan

Mari berganti topik ke game single player. Salah satu faktor kuat mengapa game single player masih cukup populer untuk dimainkan adalah ikatan emosional yang ditawarkan oleh game tersebut baik dari segi cerita, karakter, musik, hingga interaksi yang melibatkan pemain untuk memilih pilihan yang diberikan. Semua ini membuatmu menjadi lebih terhubung dengan game tersebut.

Misalnya, game Life is Strange yang menceritakan seorang gadis yang sedang mengambil kelas seni di suatu sekolah menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengulang kembali waktu dan melakukan time travel melalui foto. Seiring berjalannya cerita, kamu akan mengenal karakter dan kepribadian dari teman-temanmu. Semakin lama, kamu seperti memiliki hubungan batin dan ikatan emosional dengan mereka. Terutama saat ending yang mengharuskan kamu memilih untuk menyelamatkan kota atau sahabat terdekatmu.

Hal seperti ini hanya bisa didapatkan dengan bermain game lebih dari puluhan jam, bukan sekedar menonton film yang hanya dua jam. Life is Strange sendiri memiliki sekumpulan soundtrack yang dapat menghasilkan emosi kuat dalam diri pemain yang menggambarkan perasaan yang sebenarnya sesuai dengan adegan yang ditampilkan.

5. Konten game yang selalu bertambah seperti DLC

Konten game selalu mengalami perkembangan mulai dari extension pack, microtransaction, hingga DLC. Melalui DLC ini, developer game dapat memperkenalkan lebih banyak konten ke dalam game mereka. Efeknya, pemain terikat emosinya dengan game tersebut akan penasaran dengan konten yang baru ini dan berusaha menamatkan konten baru tersebut ini.

Beberapa konten DLC ada yang berbayar seperti Tom Clancy’s The Division atau gratis seperti Fortnite. Bahkan sebagian besar game yang memiliki fitur online multiplayer akan memperbarui konten mereka dalam beberapa waktu tertentu. Misalnya, Apex Legends yang menampilkan Season Pass dengan menawarkan peta, senjata, atau karakter baru yang dapat dimainkan.

Itu dia beberapa alasan psikologis kenapa kamu ketagihan bermain game. Menurutmu, apakah ada alasan lainnya Bot? Jika ada, tuliskan alasannya di kolom komentar ya!


Aria

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri gim dan game development. Gim favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.