Nintendo akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengumumkan kenaikan harga resmi untuk seluruh lini konsol Switch secara global, sebuah keputusan yang didasari oleh kondisi pasar yang semakin menantang dan biaya produksi yang terus membengkak.
Penyesuaian ini berdampak signifikan pada Nintendo Switch 2 versi Jepang yang kini dibanderol seharga 59.980 yen, naik dari harga sebelumnya di angka 49.980 yen atau mengalami lonjakan sekitar satu juta rupiah jika dikonversi secara kasar.
[任天堂HP]ニュースリリース「当社商品およびサービスの価格変更に関するお知らせ」を公開しました。https://t.co/WuINl5Q1z6
— 任天堂株式会社(企業広報・IR) (@NintendoCoLtd) May 8, 2026
Tidak hanya di wilayah Jepang, pasar Amerika Serikat juga merasakan dampak dengan kenaikan sebesar $50, yang menandakan bahwa tekanan ekonomi ini benar-benar memengaruhi strategi penetapan harga Nintendo di berbagai wilayah utama.
Langkah ini ternyata juga menyasar model-model lama yang masih beredar di pasaran, di mana Nintendo Switch OLED kini dipatok di angka 47.980 yen, sementara model standar naik menjadi 43.980 yen. Bahkan, varian yang paling terjangkau seperti Nintendo Switch Lite pun tidak luput dari kenaikan harga yang cukup mengejutkan bagi para penggemar, dengan lonjakan dari 21.978 yen menjadi 29.980 yen.

Nintendo menjelaskan bahwa keputusan sulit ini terpaksa diambil akibat ketidakstabilan industri perangkat keras, terutama dipicu oleh melambungnya harga komponen memori dan krisis pasokan cip yang kian diperparah oleh pesatnya perkembangan teknologi AI.
Kebijakan harga baru ini akan mulai berlaku efektif di Jepang pada 25 Mei 2026, yang memicu kekhawatiran di kalangan pemain global mengenai potensi penyesuaian serupa di wilayah lain dalam waktu dekat.
