Ubisoft Singapore PHK 70 Karyawan, Studio Trials RedLynx Akan Ditutup

Studio AAA Ubisoft di Asia Tenggara ikut kena imbas restrukturisasi.


Gelombang restrukturisasi Ubisoft belum selesai. Kali ini giliran Ubisoft Singapore yang terkena: studio di balik Skull and Bones itu akan memangkas 70 posisi. Di saat yang sama, Ubisoft juga berencana menutup RedLynx, studio asal Finlandia yang selama ini identik dengan seri Trials.

Kabar ini pertama kali muncul pada 14 Oktober 2026 lewat pernyataan Ubisoft yang dibagikan ke GamesIndustry.biz, lalu dilaporkan oleh Game Developer dan VGC. Kalau dijumlah, ada sekitar 122 orang yang terdampak dari dua studio tersebut.

Kenapa Ubisoft Singapore Dipangkas?

Menurut Ubisoft, pengurangan 70 posisi ini dilakukan untuk menyesuaikan studio dengan kebutuhan produksi ke depan. Ubisoft Singapore sebelumnya sudah dipindahkan ke divisi yang tugas utamanya membantu tim lain, bukan memimpin proyek sendiri. Ubisoft tetap menyebut studio ini sebagai bagian penting dari jaringan produksi globalnya, tapi perannya jelas tidak sebesar dulu.

Ini cukup ironis kalau melihat rekam jejaknya. Tahun ini Ubisoft Singapore memimpin pengerjaan Assassin’s Creed Black Flag Resynced yang rilis 9 Juli 2026 dan laku keras di minggu pertamanya. Studio ini juga yang menggarap Skull and Bones, game bajak laut yang sempat beberapa kali ditunda sebelum akhirnya rilis di 2024 dengan sambutan yang kurang hangat.

Dampaknya Buat Industri Game di Asia Tenggara

Buat kita di Asia Tenggara, kabar ini terasa lebih dekat dibanding PHK di studio Eropa atau Amerika. Ubisoft Singapore didirikan pada 2008 dengan tujuan membangun basis produksi Ubisoft di kawasan ini. Selama hampir dua dekade, studio ini ikut membantu hampir semua seri utama Assassin’s Creed, dan jadi salah satu dari sedikit studio AAA milik publisher besar yang ada di dekat kita.

Artinya, setiap pemangkasan di sana juga mengurangi kesempatan kerja di level AAA untuk talenta dari negara tetangga, termasuk Indonesia. Pola yang sama sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir: publisher besar makin sering memakai studio di Asia sebagai tim pendukung, sementara keputusan kreatif tetap dipegang studio pusat di Eropa atau Amerika Utara.

RedLynx Tutup, Bagaimana Nasib Trials?

Untuk RedLynx, rencananya lebih drastis. Studio yang berdiri di Helsinki sejak 2000 ini akan ditutup, dengan 52 karyawan terdampak. Penutupan masih harus melewati proses negosiasi perubahan yang diwajibkan hukum ketenagakerjaan Finlandia, jadi belum final sepenuhnya.

RedLynx dikenal lewat Trials HD di Xbox Live Arcade, yang membuat Ubisoft mengakuisisi studio ini pada 2011. Setelah itu lahir Trials Evolution, Trials Fusion, Trials of the Blood Dragon, sampai Trials Rising di 2019. Sejak Trials Rising, studio ini lebih banyak jadi tim bantuan, misalnya untuk port Star Wars Outlaws ke Switch 2. Game mobile mereka, Gwen’s Getaway, juga sudah ditutup pada Desember 2024.

Menurut laporan Game Developer, RedLynx tidak sedang memegang proyek apa pun saat keputusan ini diambil. Ubisoft sendiri belum menjelaskan apa yang akan terjadi pada seri Trials. Buat penggemar game balap motor fisika yang bikin frustrasi tapi nagih ini, masa depannya sekarang benar-benar tidak jelas.

Restrukturisasi Ubisoft Sepanjang 2026

Langkah ini bagian dari rombakan besar yang dimulai Januari lalu, ketika Ubisoft beralih ke struktur “creative houses”. CEO Yves Guillemot menyebut tahun fiskal 2025-26 sebagai tahun “aksi tegas”, dan Ubisoft memperkirakan arus kas baru mulai membaik di 2027-28.

Daftar korbannya sudah panjang. Dalam beberapa waktu terakhir, Ubisoft sudah melakukan PHK di Ubisoft San Francisco, Red Storm, Ubisoft Toronto, dan kantor pusatnya, serta menutup studio di Kanada dan Serbia. Ubisoft Barcelona juga dibubarkan tak lama setelah Black Flag Resynced rilis. Beberapa keputusan ini bahkan sempat memicu aksi mogok dari serikat pekerja.

Ubisoft mengatakan akan mendampingi tim yang terdampak selama prosesnya berjalan. Kita tunggu saja apakah gelombang ini benar-benar yang terakhir, atau masih ada studio lain yang menyusul.

Bagikan artikel ini

Brian

Brian

Kalau hidup adalah sebuah game, then life is a permainan. Astronaut of Gimbot.