Anti Bucin! 5 Tips Menghadapi Pasangan yang Protes Saat Kamu Main Game


Hobi kadang bisa jadi pemicu masalah dalam percintaan, bahkan meskipun kamu dan pasanganmu punya hobi yang sama. Bagaimana cara mengatasinya?

Perbedaan hobi kerap kali jadi sumber perselisihan dalam kehidupan percintaan, dan kita sebagai gamer pun tak kebal terhadap potensi masalah itu. Memang paling ideal punya pacar atau pasangan yang mendukung hobi kita sepenuhnya, tapi namanya juga percintaan, pasti ada waktu di mana pasangan kita butuh perhatian. Dan ketika hal itu berbentrokan dengan hasrat kita menjalankan kesenangan, konflik bisa terjadi.

BACA JUGA: Sejarah Mekanisme First Person yang Akhirnya Populer di Video Game

Mungkin pembaca Gimbot termasuk orang yang pernah mengalami hal itu, atau sedang masa penjajakan bersama calon kekasih dan butuh persiapan. Jangan khawatir, berikut ini Gimbot berikan sejumlah tips untuk menghadapi pasangan yang protes ketika kamu main game. Mudah-mudahan dengan cara ini kamu bisa lebih lancar mengaruhi bahtera romansa bersama sang kekasih. Tips ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan!

Tips #1: Fasilitasi Hobi Pasangan

Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan bermain game, ataupun menjalankan hobi lainnya. Hal ini baru jadi masalah ketika hobi kamu berakibat pada pasangan yang tidak mendapat perhatian. Si doi merasa kamu cuek, padahal dia sedang ingin berinteraksi. Akhirnya dia ngambek, atau bila tarafnya sudah parah, keluarlah kalimat, “Jadi kamu lebih pilih game daripada aku?”

Agar pasangan kamu tidak menganggur dan mati gaya saat kamu sedang main game, kamu bisa membantu dengan memfasilitasi hobi miliknya. Katakanlah pacarmu gemar membaca buku, ajak dia belanja buku secara rutin, kalau perlu belikan sekalian. Mungkin dia suka menonton drama Korea, bantulah dia mencari film-film terkini. Jadi ketika kamu sedang menikmati hobi, si doi juga bisa tenggelam dalam hobinya.

Sumber: Lunarbaboon

Kalian berkumpul bersama, tapi berkegiatan sendiri-sendiri dan tidak perlu memaksakan interaksi. Untuk beberapa pasangan, ini adalah bentuk relaksasi yang ideal!

Tips #2: Ajak Bermain Bersama

Tips kedua ini hanya bisa kamu terapkan kalau kamu dan pasanganmu sama-sama suka bermain game. Hati-hati, jangan karena sama-sama gamer lalu kamu merasa boleh bersikap acuh tak acuh setiap saat. Kamu tetap harus menyediakan waktu dan energi untuk menjalankan “quality time” bersama, karena pasangan bukan hanya untuk pajangan.

Salah satu bentuk quality time itu bisa diwujudkan dengan cara mengajak pasangan bermain game bersama. Tapi ingat, meskipun sama-sama gamer, belum tentu game yang kamu sukai sama dengan game yang disukai kekasihmu. Di sini komunikasi berperan penting. Carilah game yang sama-sama kalian sukai, dan tentukan waktu yang pas untuk memainkannya.

Sumber: Pexels

Kalau kamu tidak punya ide tentang game apa yang cocok dimainkan bersama pasangan, kamu bisa simak rekomendasi Gimbot berikut.

Tips #3: Mainkan Game yang Menyerupai Film

Tidak semua orang suka main game, tapi rasanya hampir semua orang bisa menikmati film dengan cerita yang menarik. Mungkin pasanganmu termasuk bukan gamer, tapi kamu ingin ia terlibat dalam hobi kesayanganmu? Ada solusinya, yaitu dengan memainkan game yang memiliki kemiripan dengan sebuah film.

Di era console generasi lama, misalnya zaman PS1 atau PS2 dulu, game seperti ini cukup sulit ditemukan. Penyebabnya tentu saja karena perkembangan teknologi masih belum secanggih sekarang. Untuk menikmati cerita kita harus banyak membaca dialog dan berimajinasi, begitu pula animasi karakter di layar tidak selalu terlihat mulus. Tapi sejak era PS3 ke belakang, semakin banyak game dengan tampilan visual realistis, bahkan diperankan oleh aktor sungguhan. Game bisa terasa sangat mirip dengan sebuah film, namun tetap memiliki elemen-elemen interaktif.

Detroit: Become Human | Sumber: Sony

Ada cukup banyak game dengan tipe seperti ini. Misalnya Detroit: Become Human, Alan Wake, Brothers: A Tale of Two Sons, The Walking Dead, dan lain sebagainya. Selagi kamu bermain, pacar atau suami/istrimu bisa ikut menonton dan menikmati ceritanya, dan kalian bisa mendiskusikan ceritanya bersama-sama.

Tips #4: Belajar Multitasking

Cara keempat ini adalah cara yang paling sulit karena mengharuskanmu bisa fokus pada banyak hal sekaligus. Ketika kamu bermain game, kamu harus tetap bisa mendengarkan apa yang sedang diobrolkan oleh pasanganmu, dan memberi respons yang sesuai agar pasanganmu tidak merasa diabaikan. Artinya kamu harus bisa melakukan multitasking.

Kalau kamu sedang main game yang santai seperti Cities: Skylines atau Stardew Valley sih hal ini cenderung mudah dilakukan. Tapi kalau kamu main game yang butuh konsentrasi tinggi, misalnya game fighting atau MOBA, multitasking akan jauh lebih sulit. Ini artinya, kalau kamu sudah berpasangan apalagi berkeluarga, kamu harus lebih pintar memilih game untuk dimainkan.

Sumber: BenQ

Pengalaman pribadi Gimbot, inilah alasan mengapa kakak perempuan saya yang sudah berkeluarga suka main PUBG Mobile. Game tersebut punya aksi baku tembak yang seru, tapi tetap bisa dimainkan secara santai dan dapat ditinggal sewaktu-waktu. Beda dengan Mobile Legends misalnya, kalau kamu AFK (away from keyboard) maka itu akan merugikan teman-teman setim.

Tips #5: Berhentilah Bermain

Tips terakhir, dan menurut Gimbot adalah tips yang paling penting: ketahuilah kapan kamu harus berhenti bermain. Hobi itu memang menyenangkan, dan sebagai gamer kita mungkin tidak bisa hidup tanpa hobi. Tapi kita tetap harus menerapkan skala prioritas, dan tahu mana yang boleh ditinggal dan mana yang tidak.

Kalau memang pasanganmu sedang butuh perhatian atau ada keperluan mendesak, jangan ragu-ragu untuk meninggalkan permainan. Memang hal ini rasanya tidak enak, apalagi kalau kamu sedang main game multiplayer. Tapi asalkan kamu izin terlebih dahulu sebelum AFK, Gimbot rasa sudah seharusnya teman-teman setim kamu maklum. Paling-paling risikonya hanya kamu akan mendapat report. Itu adalah kerugian kecil dibanding kerugian yang mungkin kamu dapat akibat menelantarkan pasangan.

Sumber: Catana Comics

Pada akhirnya kita harus sadar bahwa yang namanya hobi itu bukan kewajiban. Sementara memperhatikan pasangan, apalagi keluarga, itu adalah hal yang sangat wajib. Jangan sampai salah kaprah tentang mana yang harus didahulukan. Teruslah menjadi seorang gamer, sambil tetap menjaga keseimbangan hubungan sosial. Atlet-atlet esports yang sebagian besar hidupnya habis untuk main game saja bisa melakukannya, tentu kamu juga bisa.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.