Saat ini tak bisa dipungkiri jika first person atau sudut pandang kamera orang pertama merupakan salah satu mekanisme yang cukup diagung-agungkan oleh banyak developer. Para developer menganggap jika first person bisa membawa gamer kepada pengalaman yang sangat immersif melebihi sudut pandang kamera third person atau sudut pandang orang ketiga.
BACA JUGA: 5 Game dengan Mekanisme Grappling Hook Terbaik!
Biasanya juga game yang paling sering menggunakan sudut pandang kamera ini adalah game-game aksi tembak menembak hingga dikenal sebagai istilah first person shooter atau game yang mengedepankan aspek simulasi seperti simulasi pesawat dan transportasi lainnya. Tapi ada beberapa game open world yang menggunakan sudut pandang ini misalnya saja Far Cry, karya Ubisoft.
Sebelum menjadi salah satu mekanisme game terbesar saat ini, ada sejarah yang mengikuti perkembangan first person. Nah, kira-kira apa saja? Gimbot punya ulasannya untuk kalian semua.
Sejarah Munculnya First Person

Sejarah munculnya first person adalah sebuah hal yang tidak pasti. Hal ini dikarenakan tidak jelas siapa game pertama yang mengadopsi mekanisme ini dan setidaknya ada dua game yang mengaku menggunakan mekanisme ini untuk pertama kalinya yakni Maze War dan Spasim.
Sayangnya pengembang Maze War tidak tahu kapan tanggal pasti dibuatnya game ini sedangkan Spasim memiliki dokumentasi soal tanggal rilis pastinya.
Maze War merupakan game yang dibuat di tahun 1973 di mana seorang pemain harus melintasi labirin dan koridor dengan sudut pandang kamera orang pertama. Kemudian fitur multiplayer di mana para pemain berusaha saling menembak juga ditambahkan di tahun yang sama.
BACA JUGA: 5 Game Horor Klasik yang Terkenal Paling Menyeramkan di PlayStation 2!
Sedangkan Spasim dirilis pada 1974 dan menjalani debutnya di University of Illinois. Hal ini didokumentasikan dengan sangat baik. Spasim sendiri merupakan game simulator penerbangan yang belum sempurna namun memiliki sudut pandang kamera orang pertama. Bahkan saat itu Spasim bisa bermain multiplayer online melalui jaringan berbasis PLATO di seluruh universitas di Indonesia.
Tapi selain dua game di atas, adalagi game yang diklaim sebagai first person sejati pertama yaitu Futurewar yang dirilis pada tahun 1978. Game ini dibuat oleh siswa sekolah menengah, Erik K. Witz dan Nick Boland yang juga memiliki basis PLATO.
Untuk saat ini memang masih belum jelas game mana yang jadi first person paling sejati pertama yang ada di industri game.
First Person Menjadi Tren

Berlanjut ke tahun 1979, tanpa diduga, first person menjadi sebuah tren di mana ada beberapa developer yang menggunakan mekanisme ini pada game mereka seperti Exidy Star Fire dan Star Riders di tahun tersebut.
Cocoknya metode first person dengan sejumlah developer melahirkan sejumlah game–game kenamaan seperti saat ini misalnya saja di tahun 1980 lahirnya game Microsoft Flight Simulator dan lahirnya game dengan basis first person dengan bumbu pertempuran udara seperti Hellcat Ace (1982), Spiritfire Ace (1982), dan F-15 Strike Eagle (1985).
Popularitas dari first person semakin meningkat hingga tahun 90an di mana dalam kurun waktu 1979 hingga 1990an, ada banyak sekali game dengan model first person namun dengan berbagai inovasi luar biasa yang dihadirkan. Misalnya saja hadirnya MIDI Maze di tahun 1987 yang cukup penting dalam kelangsungan dan perkembangan first person di mana game ini menghadirkan elemen first person namun dengan gerakan yang jauh lebih cepat serta natural.
Bahkan di MIDI Maze, ada mekanisme deathmatch melalui multiplayer online yang dihasilkan melalui port MIDI di komputer.
Dekade 90an, Teknologi First Person Semakin Canggih

Di tahun 1990an, SNK merilis sebuah game berjudul Crossed Sword di mana game ini memiliki gameplay hack and slash namun dengan sudut pandang orang pertama. Tak hanya Crossed Sword, mereka juga merilis game fighting dan shooting bertajuk Super Spy.
Tren an mekanisme first person semakin canggih tatkala dihadirkannya sebuah game berjudul Catacomb 3D karya dari id Software di tahun 1991. Ya, Catacomb 3D memasukan satu konsep ciamik yakni terlihatnya tangan karakter yang kita mainkan di layar sehingga memperkuat ilusi bahwa gamer sedang melihat dunia dari sudut pandang mata karakter yang dimainkan.
Tak berhenti dengan Catacomb, id Software juga menunjukan tajinya dalam pengembangan game first person dengan menelurkan sebuah franchise yang bertahan hingga hari ini yaitu Wolfenstein. Saat itu game tersebut diberi tajuk Wolfenstein 3D. Di game ini, mekanisme first person jadi yang paling utama di mana gamer harus melewati level demi level untuk mengalahkan tentara Nazi.

Dalam pembuatannya, programmer, Jack Carmack melakukan eksperimen dengan membuat engine yang mampu menangkap gerakan yang cepat plus membatasi sudut pandang. Makanya di game Wolfenstein 3D, pandangan gamer akan dibatasi. Namun meski demikian, di zaman dulu, langkah ini adalah langkah maju dalam perkembangan game dengan sudut pandang orang pertama.
Tak Cuma dari engine visual saja, Wolfenstein 3D juga memasukan sound design yang cukup bagus pada masanya. Racikan yang pas ini pada akhirnya membuat Wolfenstein 3D menjadi salah satu game tersukses yang pernah ada. Di akhir tahun 1993, game ini terjual lebih dari 200 ribu copy.
Wolfenstein 3D juga menjadi salah satu tombak utama lahirnya first person shooter atau game sudut pandang penembak orang pertama. Tapi sayangnya, id Software tak mengembangkan lagi Wolfenstein dan justru memberikan lisensi game ini kepada developer lainnya.
Selain Wolfenstein 3D, salah satu game id Software yang menjadi tonggak majunya perkembangan first person adalah DOOM yang dirilis pada 10 Desember 1993. Dikembangkan oleh developer yang sudah lihai dalam membuat game first person berkualitas, DOOM dianggap sebagai salah satu game paling canggih pada masanya.
Game ini sudah menggunakan kamera tiga dimensi ditambah dengan mode multiplayer online. Tak Cuma itu saja, DOOM versi 1993 juga mendukung fitur mods sehingga gamer bisa mengutak-atik file yang ada di game ini untuk memunculkan sesuatu yang menyegarkan.

Tak cuma itu, DOOM 1993 digarap dengan lebih serius di mana sistem pencahayaan dibuat sedetail mungkin menggunakan program C ANSI. id Software bahkan memberikan detail yang cukup unik di mana tempat yang tak terkena cahaya akan terlihat lebih gelap seperti di dunia nyata.
Dari segi visual, di era 90an, DOOM 1993 adalah salah satu yang terbaik. Yang spesial tentu saja, game ini menggunakan sudut pandang orang pertama.
Bisa dibilang semua peningkatan yang ada pada DOOM membuatnya jauh lebih baik dibandingkan Wolfenstein 3D. DOOM di tahun 1993 bahkan telah merepresentasikan genre first person shooter (FPS) modern dengan berbagai fitur yang akhirnya digunakan oleh game-game FPS modern saat ini.
Selain Catacomb 3D, Wolfenstein 3D, dan DOOM ada juga sebuah game first person yang cukup berkualitas di tahun 1992, sebuah game bernama Ultima World: The Stygian Abyss menjadi game first person pertama yang menggunakan tekstur lingkungan yang dipetakan dan juga pencahayaan dasar. Sistem seperti ini kemudian ditingkatkan di game Ultima World II: Labyrinth of Worlds and System Shock.
Peningkatan mengenai lingkungan di dunia first person semakin diperluas sampai dirilisnya The Elder Scrolls II: Daggerfall di tahun 1996. Sejak saat ini tren first person semakin meningkat hingga di era gaming modern seperti sekarang ini kita bisa menikmati banyak game first person dengan teknil pencahayaan real-time Ray Tracing yang dipionirkan oleh Nvidia.
Tingkat pencahayaan di bawa ke level selanjutnya. Game first person yang sudah mengadopsi teknik pencahayaan ini adalah Metro Exodus, Call of Duty: Modern Warfare, Battlefield V, dan Minecraft.
