Review Outer Wilds: Asyiknya Mengungkap Rahasia Terciptanya Tata Surya


Outer Wilds adalah game yang ditujukan untuk mereka yang menyukai puzzle berbalut eksplorasi.

Outer Wilds adalah game indie yang menantang kamu untuk mengungkap misteri tentang tata surya. Kamu sendiri akan terjebak di sebuah planet dan hanya memiliki waktu 22 menit sebelum matahari meledak dan menghanguskan seluruh planet di sekitarnya.

Masalahnya sekarang, kamu terjebak dalam lingkaran putaran waktu yang tidak ada akhirnya. Yep! Semacam deja vu, setiap kali kamu mati, kamu akan respawn kembali di planet yang sama dan dapat melanjutkan eksplorasi untuk terus mendapatkan jawaban.

Lantas apakah sensasi deja vu yang unik tadi menjadi pertimbangan yang kuat bagi pemain untuk membeli game bergenre action adventure ini? Berikut review Outer Wilds lengkap dari Gimbot.

Premis Eksplorasi yang Tidak Biasa

review-outer-wilds

Game ini awalnya dikembangkan oleh Team Outer Wilds, tetapi sekarang diproduksi oleh studio Mobius Digital dan dirilis oleh Annapurna Interactive (penerbit What Remains of Edith Finch).

Dalam pengembangannya, Outer Wilds sukses memenangkan dua penghargaan di ajang Independent Games Festival Awards 2015. Kenapa bisa menyabet dua penghargaan sekaligus? Jawabannya jelas, game yang mengusung puzzle ini memiliki beragam presentasi yang sangat baik sekali mulai dari segi level design puzzle yang bertingkat dan rahasia dunia yang menarik untuk dijelajahi.

Kamu sendiri memerankan anggota dari Outer Wilds Ventures sebagai astronot yang terjebak di sebuah planet dan hanya memiliki waktu 22 menit sebelum matahari berubah menjadi supernova dan membunuh semua yang ada di dekatnya.

Kamu akan memiliki meteran kesehatan dan oksigen yang diisi ulang ketika kembali ke roket. Jika kesehatan atau oksigen ini habis, kamu akan mati dan kembali ke planet asal.

Game ini menantangmu untuk menjawab pertanyaan; Kenapa planet Dark Bramble sangat berbahaya? Siapa yang membangun reruntuhan alien Nomai di Moon? Bagaimana cara menghentikan endless time loop? Jawaban ini dapat kamu temukan sembari eksplorasi luar angkasa sejauh mungkin dan mungkin kamu akan menemukan jawabannya.

Ingat, game akan diulang setiap 22 menit. Setiap kali respawn, kamu akan kembali di tempat pertama tetapi semua informasi yang sebelumnya didapatkan tidak akan hilang. Misalnya, untuk menggunakan roket, kamu harus memandu astronot ke Observatory Room untuk mendapatkan kode peluncuran. Setelah kamu melakukan ini sekali, kamu tidak perlu mencari kode peluncuran di game berikutnya.

Elemen puzzle didesain sangat Oke

Ada tiga alasan kenapa game sangat cocok dimainkan bagi kamu yang memang menyukai game dengan elemen puzzle. Pertama, setiap dialog karakter dan codex yang ada memberikan informasi penting yang saling berkaitan. Melewatkan salah satu bisa berarti bencana yang mengharuskan kamu mengingat kembali pesan yang disampaikan.

Kedua, environment game akan selalu berubah setiap kali kamu mati dan respawn kembali. Mungkin ketika kamu mati dan respawn kembali, kamu berpikir untuk mengulangi langkah yang sama untuk memecahkan puzzle yang belum selesai. Tidak semudah itu, semua lokasi akan mengalami perubahan.

Misalnya, game ini menceritakan tentang handcrafted solar system atau tata surya buatan yang dirancang sesuai aslinya. Artinya, pengetahuan bahwa setiap planet memiliki garis orbitnya masing-masing tidak boleh diabaikan. Hal ini membuatmu harus memiliki timing eksplorasi yang jelas. Kamu hanya dapat menuju ke planet tertentu pada waktu tertentu pula. Gambaran tata surya dapat kamu lihat dan hapalkan di Observatory Room.

Ketiga, game ini memiliki puzzle bertingkat di mana seiring berjalannya waktu, puzzle yang diberikan akan semakin kompleks. Terutama setiap planet akan memiliki tantangannya sendiri. Kamu akan menemukan kondisi alam ekstrim di beberapa tempat yang menyulitkanmu untuk mengumpulkan informasi.

Artinya, bagi kamu yang tidak menyukai puzzle dan cuma sekedar mencobanya, bersiaplah untuk frustasi bahkan di beberapa puzzle awal. Bahkan saya tidak menyarankan game ini bagi kamu yang mungkin memiliki sedikit fobia dengan gelap.

Kenapa? Game ini dimainkan dengan tampilan first-person dan benar-benar menampilkan bagaimana eksplorasi luar angkasa dilakukan. Kamu akan melihat banyak tempat yang gelap seperti Black Hole dan Dark Bramble. Ketika kamu salah langkah, kamu akan terseret ke dalamnya dan mati. Sesuatu yang tidak disukai bagi mereka yang takut gelap.

Game juga ini benar-benar tidak memiliki petunjuk sama sekali dan kamu harus mencarinya sendiri. Bagi kamu yang terbiasa dipandu beragam menu tutorial di awal permainan, maka game akan membuatmu sedikit merasa kesulitan. Bahkan ketika menulis review Outer Wilds ini, saya harus memastikan ulang setiap petunjuk yang saya dapatkan.

Terlebih, game ini tidak menyampaikan pesan dialog antar karakter dengan baik. Tidak ada animasi, suara, dan ekspresi membuat dialog terkesan hambar dan tidak menarik untuk disimak. Sesuatu yang harus disoroti olehmu karena petunjuk biasanya juga terdapat di beberapa dialog.

Grafik memukau yang mendorongmu terus bereksplorasi

Outer Wilds cukup berhasil menghadirkan pengalaman eksplorasi tata surya sebagai astronot dengan grafik yang memukau. Misalnya, ketika di planet asal yang diibaratkan bumi, kamu bisa melihat bagaimana detail grafik dari setiap objek yang menggambarkan markas astronot yang terletak di dalam hutan.

Bayangkan kamu sedang berada di tempat tersebut mulai dari hijaunya pepohonan, derasnya air terjun, dan cahaya matahari yang menyinari setiap ujung jengkal permukaan tanah.

Terlebih, ketika kamu menggunakan roket dan menggunakan baju astronot seolah menggambarkan bahwa inilah pemandangan yang akan dilihat oleh setiap astronot yang melakukan eksplorasi di luar angkasa.

Setiap planet juga memberikan tampilan grafik yang berbeda tergantung kondisi cuaca alam yang ada. Misal, kamu akan mendapatkan sepasang planet yang mengorbit sangat dekat satu sama lain sehingga pasir dari satu planet menutupi planet lainnya membuat kondisi alam menjadi sangat berbahaya.

Musik yang mewakili rasa penasaran pemain

Bayangkan, kamu tidak diberikan petunjuk sama sekali dan hanya berdasarkan temuan rahasia dari satu puzzle ke puzzle lain. Sembari eksplorasi, kamu dapat mengeluarkan alat detektor yang berfungsi menangkap sinyal radio atau frekuensi dari kehidupan yang ada.

Jika berwarna hijau artinya objek tersebut dapat kamu ketahui sumbernya. Sedangkan, merah berarti tidak ada sesuatu yang harus dikejar. Masalahnya, kamu tidak tahu apa yang ada di depanmu dan apa yang muncul di masing-masing planet. Terkadang kamu mendengarkan suara musik dari traveler lainnya yang sangat enak untuk didengar. Atau suara alam yang menakutkan.

BACA JUGA: Review Void Bastards: FPS Roguelite yang Membuatmu Betah di Luar Angkasa

Kesimpulannya, Outer Wilds adalah game yang ditujukan bagi mereka yang memang menyukai puzzle. Game eksplorasi tata surya ini memiliki tantangan beragam dan kadang memang cukup sulit untuk dipecahkan, namun memberimu pengalaman bermain unik karena tingkat eksplorasinya yang tidak biasa.

Tertarik untuk memainkan Outer Wilds? Game ini telah dirilis di PC dan Xbox One pada tanggal 30 Mei 2019 lalu. Khusus untuk versi PC, Outer Wilds sendiri akan tersedia secara eksklusif di Epic Games Store seharga $9.99.

Sedangkan, di Xbox One game ini dibanderol seharga US$24.99. Atau kamu dapat memainkannya secara gratis di Xbox One dengan berlangganan Xbox Game Pass.


Arya Adhitya

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri gim dan game development. Gim favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.