Digimon World adalah game pertama dari seri Digimon yang cukup populer di era 1990-an dan awal 2000-an lalu. Game ini memadukan dua elemen yang populer di franchise Digimon: tamagotchi dan juga seri anime-nya. Jika kamu adalah penggemar DIgimon, game ini mungkin sangat kamu tunggu-tunggu saat itu.
Dalam artikel ini, kami akan mengenang kembali game pertama dari seri ini sekaligus melakukan sedikit review
Petualangan Demi Menghidupkan Kembali Sebuah Kota

Digimon World 1 membawa semua mekanisme yang kamu lihat di tamagotchi ke dalam game console, tapi dengan cerita dan elemen RPG. Kamu akan memulai permainan dengan Agumon di sebuah kota yang sangat kosong. Jijimon sang pemimpin kota memintamu mencari dan mengajak Digimon untuk bergabung di kotamu.
Dari situ, kamu kemudian berpetualang mengunjungi semua penjuru pulau dan mencari Digimon yang mau bergabung.
Menemukan Digimon yang mau bergabung ke kotamu sebenarnya tidak sulit. Kamu hanya perlu mengelilingi dan mengunjungi semua area yang ada tanpa terkecuali. Kamu pasti akan menemukan Digimon yang bisa kamu ajak bergabung.
Cara mengajak tiap Digimon bergabung juga berbeda. Kadang kamu harus bertarung dan mengalahkan Digimon tersebut, tapi ada juga yang memintamu melakukan tugas tertentu, atau bahkan langsung bergabung begitu saja. Ini membuat petualangan dan interaksimu tidak monoton.
Ditambah dengan dunianya yang cukup luas dengan area yang sangat variatif, Digimon World mampu memberikan petualangan yang menarik.

Menemukan Digimon yang mau bergabung ke kotamu adalah perasaan terbaik yang bisa kamu dapatkan ketika bermain game ini. Mereka tidak hanya bergabung sebagai penghuni kota, tapi juga juga mengisi kotamu dengan bangunan dan layanan baru.
Awalnya, Digimon ini hanya akan membuka lapak tikar di satu sudut kota, tapi seiring jumlah Digimon yang kamu ajak bergabung, lapak tersebut kemudian berubah menjadi gedung. Lapak dan gedung mereka tidak hanya sebagai pajangan melainkan tempat yang berguna untukmu seperti item shop, klinik, atau sampai arena bertarung. Setiap kali mendapatkan Digimon baru yang mau bergabung, saya selalu tidak sabar untuk kembali ke kota dan melihat bagaimana Digimon tersebut membuat kota saya lebih besar dan megah. Prospek untuk melihat kotamu lebih megah dan punya fasilitas baru tersebut juga memberi saya motivasi untuk mengeksplorasi semua sudut pulau.
Membesarkan Digimon yang Bisa Berubah

Selain petualangannya, daya tarik utama di Digimon World tentu saja Dimigimon yang jadi pendampingmu selama perjalanan. Satu Digimon inilah yang bertarung untukmu hingga membantumu melewati rintangan yang mungkin memblokir jalan perjalananmu.
Tapi di sini Digimonmu bukanlah alat dan senjata bertarung saja. Seperti tamagotchi, kamu harus merawatnya dengan memberi makan, membiarkannya tidur, dan membawanya ke toilet saat dibutuhkan. Digimonmu juga bisa kelelahan jika kamu paksa bertarung atau berlatih terlalu sering. Jadi kamu harus hati-hati dalam membawa Digimonmu bertualang.
Seperti di tamagotchi, Digimonmu bisa berubah seiring waktu. Perubahan yang kamu dapatkan tergantung pada bentuk Digimonmu saat itu atribut yang ia miliki, serta beberapa kondisi lain seperti mood dan waktu dalam permainan (pagi atau siang). Atribut ini sendiri bisa kamu tingkatkan melalui berlatih atau bertarung.
Salah satu hal yang membuat Digimon ini menarik adalah rasa penasaran seperti apa Digimonmu akan berubah. Saya sendiri berkali-kali mencoba membesarkan Digimon saya sedemikian rupa untuk mengincar perubahan tertentu atau sekadar penasaran melihat apa yang akan terjadi.
Selain itu saat berubah jadi lebih kuat, kamu jadi bisa memasuki area yang mungkin dihuni Digimon musuh yang kuat, atau mengatasi rintangan yang hanya bisa diatasi Digimon di level tertentu. Lalu sebagai pemain yang saat itu masih SD/SMP, melihat jurus dan animasi Digimon yang baru merupakan kepuasan tersendiri.
Dua Elemen Gameplay yang Bertabrakan

Tapi layaknya tamagotchi, Digimonmu juga punya nyawa. Setelah beberapa hari (waktu in-game), Digimonmu akan mati alias melebur dan kemudian menjadi telur, lalu menetas menjadi bayi. Kamu kembali ke kota dan harus membesarkan kembali Digimonmu dari awal.
Sayangnya, layaknya game Digimon World di era Playstation, elemen tersebut menghalangi progresmu dalam permainan.
Digimon bayi jelas tidak bisa kamu ajak bertarung. Artinya kamu harus menunggu sampai ia berubah dan siap diajak bertarung.
Tapi jika kamu sudah cukup jauh dalam permainan, kamu mungkin hanya perlu mengunjungi area yang cukup jauh dan dihuni Digimon yang sangat kuat. Artinya kamu mungkin harus membuat Digimonmu berubah satu atau dua kali lagi agar kamu bisa mulai berpikir membuat progres dalam ceritanya.
Menunggu dan membesarkan Digimonmu demi membuat progres adalah proses yang sangat membosankan. Karena setelah beberapa lama, kamu mungkin sudah mengunjungi banyak area, dan kamu tidak punya banyak aktivitas yang menarik sambil menunggu Digimonmu berubah. Cara paling cepat adalah dengan berlatih hingga hari terus berganti dan akhirnya Digimonmu berubah. Tapi setelah itu kamu harus bergerak ke lokasi yang kamu tuju yang mungkin tidak dekat. Fitur fast travel yang tersedia dalam permainan pun kadang tidak bisa mengantarmu cukup jauh agar kamu tidak membuang waktu hanya untuk berpindah tempat.
Untungunya jika dibandingkan dengan Digimon World 2, saat ditarik mundur karena Digimonmu mati, kamu tidak akan terjebak ke neraka grinding yang sangat memakan waktu. Bahkan jika kamu ingin menghabiskan waktu dengan berkeliling tanpa arah, dunia Digimon World cukup enak dipandang selagi mondar-mandir. Selain itu di beberapa titik kamu juga bisa melakukan aktivitas yang menghabiskan waktu seperti memancing.
Terlepas dari kekurangannya, saat rilis awal tahun 2000-an lalu, Digimon World adalah game yang jadi impian banyak orang. Saat itu anime Digimon sedang cukup populer di Indonesia, dan tamagotchi Digimon juga jadi salah satu mainan yang dimiliki banyak orang. Semua orang ingin merasakan punya Digimon sendiri, dan game ini mewujudkannya.
Baca juga nostalgia review Digimon World 3 dari Gimbot
Semua screenshot diambil dari Neoseeker
