Tidak lama setelah merilis Monster Hunter: Rise, Capcom kemudian merilis Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin. Game spin-off ini punya satu perbedaan mencolok yaitu menyandang label genre JRPG dengan cerita utama yang bisa kamu ikuti dari awal sampai tamat. Tidak hanya itu, sistem combat-nya juga menggunakan turn-based.
Tapi meskipun punya “bumbu” pelengkap yang berbeda, setelah dimainkan, Monster Hunter Stories 2 pada akhirnya tetap menawarkan pengalaman khas game Monster Hunter.
Cerita yang Oke Tapi Kurang Berkesan

Monster Hunter Stories 2 masih tetap punya formula dan loop utama yang kamu temui di serial Monster Hunter. Bunuh monster, dapatkan loot, gunakan loot untuk membuat senjata dan armor yang lebih kuat, bunuh monster yang lebih kuat, dapatkan loot yang lebih baik, dan seterusnya. Tapi di sini loop tersebut disertai dengan elemen RPG dan juga cerita yang sangat linier.
BACA JUGA: Review Babol the Walking Box – Antara Sulit atau Menjengkelkan
Meskipun cukup oke, cerita di Monster Hunter Stories 2 bukanlah yang paling menarik atau mengejutkan. Setiap chapter cerita juga punya struktur yang sama: kamu datang ke kota yang jadi hub untuk chapter tersebut, lalu bertemu dengan satu NPC untuk mengatasi masalah misterius yang membuat monster di area sekitar jadi beringas. Setiap chapter terdiri dari beberapa misi dan semuanya memintamu masuk ke area berupa gua/dungeon dan menghadapi monster bos. Masing-masing misi juga akan diiringi dengan cut-scene yang melibatkan flashback tentang NPC yang menemanimu.

Cerita dalam permainan juga bersifat sangat linier artinya kamu tidak akan menemukan side-story sama sekali. Selain itu side-quest yang ada juga hanya berupa fetch quest atau memintamu membunuh monster tertentu. Lalu meskipun punya beberapa area dengan iklim dan tema yang berbeda, masing-masing punya layout yang kurang lebih mirip hanya dengan skin yang berbeda saja.
Game JRPG umumnya dikenal dengan cerita yang menggugah dan dunia yang menarik untuk dieksplorasi. Sayangnya meskipun oke dan punya karakter yang menarik, cerita dan dunia Monster Hunter Stories 2 jauh dari berkesan.
Tetap Berpusat Pada Interaksi dengan Monster

Layaknya game mainline Monster Hunter, daya tarik utama Monster Hunter Stories 2 terletak pada para monsternya dan interaksi yang kamu lakukan dengan mereka. Game ini punya lebih dari 80 monster yang bisa kamu hadapi dan juga koleksi. Artinya game ini juga punya hingga ratusan armor dan senjata yang bisa kamu buat.
Masing-masing senjata dan armor juga punya atribut serta efek pasifnya sendiri. Artinya ada sangat banyak potensi kombinasi senjata dan armor yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan damage terutama ketika menghadapi konten end-game yang jauh lebih sulit. Misalnya untuk jika kamu menggunakan senjata yang menghasilkan damage api, kamu bisa meningkatkan damage dengan menggunakan armor yang meningkatkan damage api.

Kamu juga tidak bermain sendiri tapi bersama tim monstermu. Kamu bisa mendapatkan monster kamu dapatkan dengan mengambil telur dari Monster Den lalu menetaskannya. Kamu dan juga monstermu punya level yang bertambah ketika mengalahkan monster dan akan mendapatkan skill baru setelah menginjak level tertentu.
Skill monster juga bisa kamu transfer ke monster lain, jadi selalu ada value untuk membesarkan banyak monster, dan jika kamu ingin mengganti monster dalam tim, monster lama tersebut bisa kamu korbankan untuk mewariskan satu skill-nya ke monster barumu. Grinding monster juga tidak sulit karena ketika bertarung semua monster dalam tim akan mendapatkan Experience. Selain itu ada fitur ekspedisi yang memberikan Experience ke monster dan juga memberikanmu beberapa item.

Jujur saja, selama bermain, saya sering menghabiskan banyak waktu untuk menentukan senjata dan armor apa yang sebaiknya saya gunakan serta skill apa yang harus saya berikan ke monster utama dalam tim saya. Keduanya penting karena untuk melakukan keduanya saya harus memiliki bahan yang tepat, dan kadang ini mengharuskan saya berburu monster tertentu.
Sistem Combat dengan Segudang Variabel

Grinding umumnya akan jadi sangat membosankan jika kamu harus bertarung dengan sistem turn-based combat. Tapi Monster Hunter Stories 2 punya beberapa sentuhan yang membuat pertarungan tidak pernah membosankan. Bahkan seperti game mainline-nya, pertarungan dengan monster adalah separuh dari keseruan game ini.
Fondasi utama combat di game ini adalah gunting-batu-kertas. Kamu, monstermu, NPC, maupun musuh bisa menyerang dengan satu dari tiga atribut yang berbeda. Satu atribut meng-counter atribut lain, tapi lemah terhadap atribut ketiga.
Setiap monster punya jenis serangan default dan tugasmu adalah mencari tahu dan mengingat atribut serangan monster tersebut. Jika menggunakan atribut yang lebih kuat, misalnya menggunakan Power (merah) ke monster yang menyerangmu dengan jurus Technical (hijau), kamu akan menghasilkan damage lebih besar dan menerima damage yang lebih sedikit dari lawan. Monstermu, NPC yang jadi rekanmu, serta monster yang ia bawa akan membantu dengan serangan atau justru mereka sendiri dan tugasmu adalah melihat apa yang mereka lakukan dan bagaimana caramu bersinergi dengan tindakan tersebut.

Ini karena setiap interaksi combat dengan outcome positif untukmu akan mengisi meteran bernama Kinship. Jika terisi penuh, kamu bisa menunggangi monstermu dan mendapatkan full heal. Selain itu kamu juga bisa menggunakan ultimate move yang tidak hanya menghasilkan damage yang besar, tapi juga punya animasi yang sangat keren. Gerakan ini bahkan membatalkan apapun serangan lawan di giliran yang berjalan.
Nah, untuk membuat pertarungan lebih menarik, monster yang kamu hadapi juga bisa marah dan menggunakan serangan dengan atribut yang berbeda. Artinya kamu tidak hanya harus mengingat serangan monster itu saja, tapi juga juga moveset dan pola serangan yang ia miliki. Ditambah lagi setiap monster besar juga punya bagian tubuh yang berbeda, masing-masing lemah terhadap jenis senjata yang berbeda juga dan kamu harus mencari tahu kelemahan bagian badan tersebut.

Singkatnya, dalam pertarungan ada sangat banyak variabel yang harus kamu pertimbangkan dan setiap keputusan terasa penting karena bisa berdampak tidak hanya di giliran itu tapi juga dua atau tiga giliran berikutnya. Ini membuat setiap pertarungan di Monster Hunter Stories 2 terasa sangat menarik. Lalu pertarungan ini juga dilengkapi dengan fast forward dan animation skip agar kamu tidak terlalu membuang waktu. Lalu jika kamu menghadapi monster yang jauh lebih lemah, kamu juga bisa menyelesaikan pertarungan tersebut secara instan (instant skip).
Pada akhirnya Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin tetap adalah salah satu game Monster Hunter tapi dengan sentuhan JRPG. Keseruan utama yang kamu dapatkan dari game ini adalah semua interaksi yang akan kamu lakukan dengan monster yang kamu temui dan pelihara. Tapi ini tidak terlalu diimbangi di bagian cerita dan world-building-nya yang oke, tapi tidak berkesan.
Jika kamu mencari game JRPG dengan cerita dan dunia yang menarik, ini jelas bukan game untukmu. Tapi jika kamu mencari game JRPG dengan sistem turn-based combat yang menarik dan tidak pernah membosankan, game ini layak kamu miliki.
