Review Babol the Walking Box – Antara Sulit atau Menjengkelkan


Babol the Walking Box adalah game platformer yang mengambil inspirasi dari Crash Bandicoot. Tapi apakah game ini punya keunikan tersendiri?

review-babol-the-walking-box-featured

The Walking Box. Jika dilihat dari trailer-nya, game ini jelas mengambil banyak inspirasi dari serial Crash Bandicoot. Bedanya adalah Babol sebagai karakter yang kamu kendalikan terlihat lebih menggemaskan.

Menarik inspirasi dari serial terkenal sebenarnya bukan hal yang baru ataupun salah. Pertanyaannya adalah apakah Babol menawarkan hal yang baru untuk membuatnya unik?

Presentasi yang Indah

review-babol-the-walking-box-5

Babol the Walking Box adalah game yang terdiri dari beberapa level yang menawarkan tantangan platforming yang berbeda. Level-level yang kamu hadapi punya empat area yang berbeda mulai dari hutan, gunung salju, hingga gurun pasir. Melengkapi ini setiap area juga disertai dengan NPC yang menggunakan pakaian atau pernak-pernik khas area tersebut. Misalnya

Masing-masing area juga punya musik yang mewakili atmosfernya dengan baik. Musiknya sebenarnya sederhana dan terus berulang apapun situasi permainan saat itu. Tapi untungnya karena enak didengar loop musik ini tidak pernah terasa menjengkelkan.

BACA JUGA: Ubisoft Beberkan Info Terbaru Soal Game Assassin’s Creed Berikutnya

Sayangnya presentasi ini tidak dilengkapi dengan cerita yang sama sekali. Ceritanya tetap ada, tapi hanya sebatas “ada makhluk jahat yang ingin menguasai hutan” tanpa ada bumbu tambahan atau karakter sampingan yang menarik.

Minim Tanpa Sentuhan Baru

review-babol-the-walking-box-1

Gameplay Babol The Walking Box sangat terinspirasi dari Crash Bandicoot. Selain berhadapan dengan bos, level platforming yang kamu hadapi punya tiga jenis fixed camera. Dalam satu level kamera akan berada di belakang, tapi di level berikutnya kamera ini mungkin akan ada di samping atau depan karaktermu.

Setiap level juga penuh dengan jebakan mulai dari kotak bom dan nitro hingga duri dari hazard bergerak lainnya. Selain itu ada juga hewan liar yang bergerak dengan rute tetap atau akan mengejarmu jika berada dalam jarak tertentu. Lalu tentu saja ada rintangan ala game platformer seperti dinding yang menghalangi dan harus kamu lompati.

Tantangan yang disajikan dalam setiap level Babol The Walking Box sebenarnya cukup sulit. Sayangnya banyak hal yang membuat level-level ini justru menjengkelkan.

review-babol-the-walking-box-3

Pertama, mapping tombol yang tersedia bersifat permanen dan tidak bisa diubah. Selain itu jika kamu menggunakan controller, kamu tetap harus menggunakan mouse dan keyboard untuk menavigasi menu. Saya bermain dengan 8BitDo Pro2 dan entah mengapa meskipun game ini mengatakan saya punya tombol untuk melompat dan menyerang dalam bentuk ground pound, saya hanya bisa menggunakan satu tombol saja. Artinya saya hanya bisa menyerang ketika melompat.

Perkara tombol ini sebenarnya bukan masalah besar jika game ini meluangkan waktu untuk sedikit sesi tutorial ke pemainnya. Tapi game ini tidak memberikanmu waktu untuk membiasakan diri dengan tombol yang ada. Tidak hanya itu, begitu memasuki level pertama kamu langsung dihadapkan dengan semua jenis rintangan dan jebakan yang ada dalam permainan. Jadi kamu harus belajar dengan mencoba berinteraksi secara langsung, dan ini mungkin melibatkan mati beberapa kali.

review-babol-the-walking-box-2

Berurusan dengan rintangan ini juga bukan kadang bukan urusan skill tapi kesabaran. Ada banyak rintangan yang ditempatkan di posisi yang sangat tersembunyi, misalnya kotak nitro yang ada di balik dinding yang bisa kamu lompati, atau hewan yang tiba-tiba mengejarmu tapi kamu tidak bisa menghindar karena hewan tersebut bersembunyi di rumput liar. Kamera yang kadang bergeser juga membuat mengendalikan Babol dan menghindari rintangan ini jadi semakin menjengkelkan.

Setelah bisa melewati kekurangan ini, kamu harusnya bisa menikmati tantangan platforming yang ditawarkan oleh Babol the Walking Box. Tapi jika kamu sudah pernah bermain game platforming tiga dimensi serupa, game ini sayangnya tidak akan menawarkan hal baru yang membuat pengalaman bermainmu unik dan berbeda. Bahkan bisa dibilang pengalaman dan tantangan bermain yang ditawarkan tidak sebanyak dan se-variatif game lain yang sudah ada sebelumnya.

review-babol-the-walking-box-4

Babol the Walking Box punya beberapa kekurangan dari segi desain level yang membuatnya sedikit menjengkelkan untuk dimainkan. Tapi jika kamu sedang mencari game platforming yang murah dan cukup sabar menghadapi kekurangannya, game ini bisa jadi alternatif yang bisa kamu ambil. Jika kamu sudah pernah bermain game serupa seperti Crash Bandicoot, jangan berharap kamu akan mendapatkan pengalaman baru.


Kaoru

Hmmm...