Review Fire Emblem: Three Houses, Game Dengan Perpaduan Yang Sulit Dilupakan


Siapa sangka perpaduan kehidupan sekolah dan tactical RPG bisa menjadi sebuah game keren dan membuatmu benar-benar merasa jadi seorang guru?

review-fire-emblem-three-houses-featured

Sejak Fire Emblem Echoes untuk Nintendo 3DS di tahun 2017, Nintendo tidak lagi merilis game Fire Emblem dalam bentuk utamanya yaitu tactical RPG. Lima tahun kemudian tepatnya Juli 2019, Fire Emblem: Three Houses akhirnya hadir dengan bentuk yang baru yaitu kehidupan sekolah.

Sebagai seorang yang belum pernah bermain Fire Emblem sebelumnya, game ini membuat saya sangat terkesan. Dengan ukurannya yang cukup besar dan jumlah konten yang sangat banyak, game ini mampu membuat pengalaman bermain yang

Mendidik Kelompok Siswa Di Sebuah Akademi

review-fire-emblem-three-houses-13

Dalam Fire Emblem: Three Houses, kamu bermain sebagai seorang mercenary/prajurit sewaan yang kemudian diangkat sebagai guru/profesor di sebuah akademi. Kamu kemudian harus memilih satu dari tiga fraksi yang tersedia untuk kamu bina, masing-masing berasal dari wilayah dan kerajaan yang berbeda.

Seiring permainan, kamu akan melihat bagaimana hubungan masing-masing siswa tumbuh dan berkembang. Tidak cuma itu, hubungan ketiga kerajaan atau fraksi juga berkembang seiring waktu dan tentunya melibatkan para siswa ini. Demi menghindari spoiler, kami akan berhenti menjelaskan tentang cerita game ini dan langsung pindah ke gameplay.

Secara singkat, Fire Emblem: Three Houses punya dua gameplay loop utama, yaitu simulasi kehidupan sekolah dan kemudian combat yang berbentuk tactical RPG. Masing-masing berhasil saling memberikan dampak dan membuat pengalaman bermainmu jadi sangat berkesan.

review-fire-emblem-three-houses-9

Ketika berada dalam porsi life sim, kamu menjalankan tugasmu sebagai seorang guru, yaitu mendidik siswa dari fraksi yang kamu pilih. Selain mengajar kamu juga bisa berinteraksi dengan karakter lain, baik itu siswa lain, siswa dari fraksi lain, atau guru lain di akademi. Apapun yang kamu lakukan selama berada di sekolah akan berpengaruh pada kekuatan, motivasi, serta hubungan sang karakter denganmu (atau karakter lain).

Dengan latar yang luas, formula ini bisa saja jadi membosankan setelah kamu mengelilingi lingkungan sekolah beberapa kali. Tapi pada kenyataannya, Fire Emblem: Three Houses mampu membuat tiap momen yang kamu habiskan di lingkungan sekolah ini berarti.

review-fire-emblem-three-houses-10

Salah satu faktor yang membuat game ini menarik adalah banyaknya pilihan yang tersedia untukmu. Kamu bebas menentukan fokus kekuatan tiap karakter dengan memberikan ajaran yang kamu inginkan.

Ketika ingin menjalin hubungan dengan satu karakter, kamu bisa mengajaknya minum teh bersama, makan bersama, atau sekadar memberikan hadiah. Interaksi yang sukses membuat hubunganmu dengan sang karakter makin erat dan membuatnya termotivasi untuk belajar. Tapi untuk berinteraksi kamu mungkin perlu beberapa item yang bisa kamu dapatkan melalui berkebun, memancing, atau belanja.

review-fire-emblem-three-houses-12

Sejauh saya bermain hingga hari ini, saya sama sekali tidak menemukan pilihan aktivitas yang tidak berguna sama sekali. Masing-masing memberikan dampak ke permainan entah secara langsung atau tidak langsung. Karena itulah waktu yang kamu habiskan di lingkungan sekolah tidak pernah membosankan dan apapun yang kamu lakukan akan terasa rewarding.

Karakter Yang Sangat Berkesan

review-fire-emblem-three-houses-4

Pilihan aktivitas yang banyak ini tentu tidak akan berarti jika para karakter yang jadi target aktivitas ini sama sekali tidak menarik. Untungnya Fire Emblem: Three Houses punya sangat banyak karakter yang sangat menarik. Bahkan bisa dibilang karakter-karakter inilah pilar utama yang membuat game ini sangat berkesan.

Tiap karakter punya desain/penampilan, latar belakang, serta kepribadiannya masing-masing. Seiring makin erat hubungan satu karakter denganmu atau karakter lain, kamu juga bisa mengenal mereka lebih jauh lagi umumnya melalui cut scene atau dialog. Beberapa cut scene yang terikat dalam cerita utamanya juga memperlihatkan “warna asli” dari tiap karakter, terutama para house leader. Semuanya dilengkapi dengan voice acting yang menawan baik di versi bahasa Inggris maupun Jepang.

review-fire-emblem-three-houses-1

Kepribadian para karakter ini dan interaksinya sepanjang permainan perlahan akan membuatmu sangat peduli dengan mereka. Tanpa sadar kamu merasa benar-benar jadi seorang guru yang ingin melihat anak didiknya tumbuh dan sukses tidak hanya dari segi akademis dan kemampuan bertarung, tapi juga kepribadian. Beberapa pemain bahkan ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan karakter tertentu.

Hadirnya karakter yang menarik ini membuat semua aktivitas dalam sekolah yang saya sebut di atas jadi semakin berkesan dan terasa sangat penting.

Bahkan Dalam Pertarungan, Siswamu Tetap Jadi Fokus Utama

review-fire-emblem-three-houses-5

Combat dalam Fire Emblem: Three Houses mengambil bentuk turn-based tactical RPG. Kamu akan bermain di sebuah arena yang memiliki petak atau grid. Ketika bertarung, tugasmu adalah menggerakkan tiap karakter ke posisi yang diinginkan. Jika ada musuh yang masuk dalam jarak serang, kamu bisa melancarkan serangan dan menghasilkan damage. Tapi hati-hati karena lawan juga bisa melakukan hal yang sama.

Satu mekanik yang layak disorot dalam combat ini adalah mekanisme Linked Attack. Ketika satu karakter menyerang satu lawan di dekat atau jarak serang karakter lain, seranganmu akan mendapatkan bonus. Serangan tersebut bisa berpeluang lebih besar mengenai lawan, atau sebaliknya membuat serangan lawan lebih mudah dihindari.

review-fire-emblem-three-houses-11

Sejauh saya bermain, Linked Attack selalu jadi faktor penting dalam pertarungan. Kamu selalu ditantang untuk memaksimalkan pengambilan posisi dan urutan serangan. Bisa mengambil keputusan yang tepat akan menciptakan serangan yang lebih kuat dan secara keseluruhan combat yang lebih mudah bahkan jika kamu kalah level.

Sebaliknya, salah mengambil keputusan bisa berakibat fatal. Bahkan karakter yang kuat sekalipun tetap bisa mati jika bertemu dengan lawan yang memegang class yang lebih kuat atau dikepung dua atau tiga lawan sekaligus. Jika kamu bermain di mode Classic, karakter yang mati akan hilang secara permanen dan tidak akan kembali lagi.

review-fire-emblem-three-houses-3

Sekali lagi, karakter didikanmu kembali jadi sorotan utama di arena pertarungan. Kamu tidak hanya harus meramu strategi yang oke berdasarkan class dan keahlian mereka, tapi juga memperhatikan tiap keputusan yang kamu ambil. Selama bermain, kepedulian saya akan semua karakter juga muncul di pertarungan. Saya ingin mereka bertarung dengan baik, tapi juga tidak ingin mereka mati di tangan musuh.

Tapi combat tidak hanya memperlihatkan hasil dari didikan dan interaksimu di lingkungan sekolah. Tiap Linked Attack juga mempererat hubungan karakter-karakter yang terlibat dalam serangan tersebut. Ini kemudian bisa memunculkan cut scene baru antara karakter tersebut, yang berarti kesempatan untuk mengenal mereka lebih jauh lagi.

Kesimpulan

review-fire-emblem-three-houses-16

Fire Emblem: Three Houses berhasil memadukan kehidupan sekolah dan tactical RPG dengan sangat baik. Dalam game ini, kamu bisa berusaha mendekati satu karakter demi mengenalnya lebih dekat, lalu lima menit kemudian pusing memikirkan cara membuat karakter makin kuat dalam pertarungan. Kedua proses terasa penting dan tidak membosankan meskipun dilakukan berkali-kali.

Karakternya yang sangat berkesan dan penuh warna juga membuat tiap momen dan keputusan dalam permainan punya dampak serta reward yang setimpal. Meskipun saat ini saya masih bermain dengan satu fraksi, saya yakin akan kembali bermain dan memilih fraksi lain hanya demi melihat dan mengenal karakter di fraksi tersebut.

Lalu ditambah dengan musik yang juga oke, Fire Emblem: Three Houses dijamin akan memberikan pengalaman yang tidak bisa kamu lupakan. Untuk harga US$60, saya rasa ini adalah game yang wajib punya untuk kamu pecinta Fire Emblem maupun RPG secara umum.


Kaoru