Rekap Berita Esports dalam Sepekan – 9 Maret 2020

Kabar minggu ini mencakup Daigo Umehara yang berpisah dari Cygames, bubarnya divisi Free Fire tim The Pillars, hingga potensi wisata esports.


Kembali lagi bersama Gimbot dalam rubrik Rekap Berita Esports dalam Sepekan, edisi tanggal 9 Maret 2020. Seperti biasa, dalam artikel rutin ini kamu bisa mengikuti perkembangan terbaru dunia esports baik dari dalam maupun luar negeri.

Minggu ini banyak kejadian penting di berbagai cabang esports. Mulai dari Daigo Umehara yang berpisah dari sponsor Cygames, bubarnya divisi Free Fire dari tim The Pillars, hingga pernyataan dari Kemenparekraf tentang potensi esports jadi bagian dari sports tourism. Langsung saja simak beritanya di bawah.

Cygames Berhenti Mensponsori Tim Milik Daigo Umehara

Berita yang cukup besar datang dari dunia esports game fighting. Tim Cygames Beast yang beranggotakan sejumlah atlet ternama seperti Daigo Umehara, Fuudo, Infexious, dan PR Balrog baru-baru ini kehilangan kontrak sponsor mereka dengan perusahaan Cygames. Padahal kontrak ini telah berjalan cukup lama, dimulai sejak tahun 2017.

Menurut pernyataan resmi di situs Cygames, alasannya adalah karena Cygames baru saja meluncurkan game fighting sendiri yaitu Granblue Fantasy Versus. Mereka merasa bahwa dengan terus mensponsori sebuah tim esports game fighting, bisa terjadi konflik kepentingan di kemudian hari. Dalam salah satu sesi streaming yang diterjemahkan oleh FGC Translated, Daigo berkata bahwa ia akan mencari cara untuk menutup lubang yang ditinggalkan Cygames, terutama untuk pemain seperti Infexious yang belum memiliki sponsor lain.

Kemenparekraf Ingin Dorong Pariwisata Lewat Esports

Hari Santosa Sungkari, Kemenparekraf | Sumber: KINCIR

Piala Presiden Esports 2020 telah selesai digelar, dan meskipun Indonesia belum berhasil meraih juara, acara tersebut dinilai telah sukses menarik perhatian dari negara-negara Asia Tenggara. Deputi Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Hari Santosa Sungkari, menyatakan bahwa ajang seperti ini punya potensi mengundang turis dan memajukan ekonomi.

“Dari segi pariwisata, Piala Presiden Esports 2020 adalah bagian dari sports tourism. Saya pernah berbicara dengan Pak Menteri (Wishnutama) dan Pak Gatot (Gatot S. Dewa Broto, Sesmenpora), mengenai hal tersebut,” papar Hari, dilansir dari KINCIR. “Kalau kita bisa bikin acara-acara internasional seperti Piala Presiden Esports 2020, akan ada kesempatan untuk memanggil para pendukung dari negara-negara yang bertanding. jadi yang datang bukan hanya pemainnya saja,” tambahnya.

Persiapan Pensiun, Faker Jadi Co-Owner Tim T1

Lee “Faker” Sang-hyeok | Sumber: T1 Entertainment & Sports via Esports Insider

Sama seperti olahraga sungguhan, atlet esports juga merupakan profesi yang bisa menurun seiring bertambahnya usia. Setelah seorang atlet pensiun, selanjutnya apa? Lee Sang-hyeok alias Faker menjawab tantangan tersebut dengan mengambil sebagian kepemilikan T1 Entertainment & Sports. Ia telah membela T1 di kancah League of Legends Korea sejak tahun 2013, dan perannya di organisasi ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Saat ini Faker berusia 23 tahun, masih relatif muda, jadi sebetulnya ia masih punya banyak waktu sebelum pensiun. Tapi ia sudah melakukan persiapan dari sekarang. Setelah pensiun nanti, Faker akan mengambil posisi kepemimpinan di T1 untuk membantu operasi organisasi ini secara global. Tapi sebelum saat itu tiba, Faker masih akan berperan sebagai pemain, setidaknya hingga tiga musim ke depan.

Divisi Free Fire Tim The Pillars Bubar

Sumber: The Pillars

Tim The Pillars besutan Ariel “NOAH” umurnya masih relatif muda, tapi mereka sudah mendapat batu sandungan. Lewat sebuah post di Instagram, tim ini mengumuman pembubaran divisi Free Fire mereka yang disebut sebagai The Pillars Claymore. Tak banyak penjelasan yang mereka berikan perihal alasan pembubarannya, The Pillars hanya mengucapkan terima kasih dan selamat berjuang di tempat yang baru nanti.

The Pillars pada awalnya eksis hanya sebagai guild di game Ragnarok Online, namun kemudian Ariel mengembangkannya menjadi tim profesional karena melihat potensi game mobile di Indonesia belakangan ini. Sebelum bubar, tim ini sempat mengikuti kompetisi Free Fire Master League Season 1. The Pillars masih memiliki divisi esports lain yang masih aktif, yaitu divisi PUBG Mobile dengan nama The Pillars Slayer.

Bagikan artikel ini

Ayyub Mustofa

Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.