Rekap Berita Esports dalam Sepekan – 20 Januari 2020

Dari pelantikan PB Esports Indonesia, kolaborasi Fnatic dengan UNICEF, dan sebagainya, simak berita menarik seputar esports minggu ini.


Kembali lagi bersama Gimbot dalam rubrik Rekap Berita Esports dalam Sepekan, edisi tanggal 6 Januari 2020. Seperti biasa, dalam artikel rutin ini kamu bisa mengikuti perkembangan terbaru dunia esports baik dari dalam maupun luar negeri.

Ada hal menarik apa seputar esports minggu ini? Cukup banyak, mulai pelantikan anggota Pengurus Besar Esports (PB Esports) Indonesia, keikutsertaan tim esports Ariel NOAH di Free Fire Major League, kolaborasi antara tim Fnatic dengan UNICEF, dan lain-lain. Check it out!

Pengurus PB Esports Indonesia Resmi Dilantik

Sumber: GGWP.ID

Indonesia akhirnya punya Pengurus Besar Esports yang baru saja diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 18 Januari 2020 kemarin. Badan ini akan bertanggung jawab mengurus perkembangan esports dalam negeri di periode 2020-2024 nanti. Beberapa program yang tengah disiapkan antara lain pembentukan regulasi, penjaringan atlet, pembangunan training center di Sentul, dan lain-lain.

PB Esports Indonesia dipimpin oleh Budi Gunawan sebagai Ketua Umum, dan melibatkan sejumlah nama yang pasti sudah tak asing lagi di kalangan fans esports. Termasuk di antaranya Gary Ongko (pendiri BOOM Esports), Ricky Setiawan (CEO GGWP.ID), dan Hartman Harris (co-founder EVOS Esports). Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, juga ikut andil sebagai Wakil Dewan Pembina.

Tim The Pillars Besutan Ariel NOAH Ikuti Free Fire Master League

Pada awal Januari lalu Nazril Irham alias Ariel NOAH telah mengumumkan pembentukan tim esports yang bernama The Pillars. Awalnya berasal dari guild Ragnarok Online yang berdiri pada tahun 2003, kini akhirnya The Pillars berkembang menjadi tim esports profesional. Kini tim tersebut dikabarkan mengikuti kompetisi Free Fire Master League Season 1, dan menunjukkan performa yang cukup baik di awal musim.

Ariel juga membeberkan alasan ia membentuk tim esports ini. Menurutnya, ketertarikan terhadap dunia game sudah ia miliki sejak kecil di era Atari, kemudian berkembang ke game online di era Ragnarok Online. The Pillars yang awalnya hanya berbentuk komunitas, Ariel rasa bisa berkembang lebih jauh karena selama 2-3 tahun terakhir ini kondisi game mobile di Indonesia sedang sangat menarik. Daya tarik itu yang membuat mereka merasa bisa berdiri sebagai tim profesional.

Fnatic dan UNICEF Galang Dana untuk Kampanye Anti Bullying

Fnatic baru saja mengumumkan kolaborasi dengan UNICEF untuk kampanye anti bullying dan perilaku toxic. Lewat kampanye ini, Fnatic ingin mengajak para pemain game online untuk mengingat, bahwa di balik layar, di balik karakter yang kita lihat di dalam game, ada seorang manusia juga sama seperti kita.

Fnatic akan mengadakan live streaming untuk menggalang dana, dan dana ini akan digunakan untuk mendukung gerakan penghentian cyber bullying di seluruh dunia. Jadwal streaming pertama direncanakan mengudara pada tanggal 23 Januari 2020.

Pemerintah Cina Akui Tiga Profesi Esports Baru

Sumber: Dido Esports via The Esports Observer

Cina sepertinya identik dengan terobosan menarik bila kita berbicara soal regulasi esports. Tahun 2019 lalu pemerintah negara ini telah mengakui dua jenis profesi esports, yaitu esports professional dan esports operator. Kini mereka mengumumkan bahwa pengakuan tersebut telah meliputi tiga jenis profesi.

Tiga profesi itu adalah “esports professional”, “esports team manager”, dan “esports tournament operator”. Kementerian Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Sosial Cina (CMHRSS) beserta Asosiasi Industri Budaya dan Hiburan Cina (CCEA) juga menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan riset terhadap 15 jenis profesi esports dari berbagai bidang.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.