5 Persaingan Paling Fantastis yang Ada di Industri Game


Ada beberapa persaingan paling fantastis di industri game. Bahkan persaingan yang terjadi melahirkan terobosan-terobosan terbaru.

Persaingan di Industri Game

Persaingan merupakan salah satu hal yang tentunya sangat bagus terutama di industri teknologi. Persaingan sengit nan sehat bisa memunculkan sebuah keputusan baru yang tentu bakal berguna untuk para customer. Persaingan ini terjadi di industri game tentunya dan hal tersebut kini benar-benar tak terhindarkan.

Dalam industri game, ada beberapa persaingan paling fantastis yang harus diketahui oleh kalian. Persaingan-persaingan ini bahkan ada yang sudah berusia lebih dari satu dekade! Kira-kira apa saja persaingan paling fantastis di industri game yang saat ini banyak dirasakan orang, berikut ulasannya!

PES VS FIFA

PES VS FIFA

Salah satu persaingan paling fenomenal yang pernah terjadi di industri game adalah persaingan antara Pro Evolution Soccer (PES) dan FIFA. Dua game simulasi sepak bola ini harus diakui yang paling dahsyat di muka bumi untuk sekarang ini. Di tiap tahunnya, rivalitas keduanya kerap terjadi hingga memunculkan berbagai hal-hal baru.

Di masa lalu, persaingan antara PES dan FIFA sampai memaksa Konami untuk menggunakan engine baru bernama Fox Engine untuk membuat tampilan PES mampu menyaingi FIFA. Untuk FIFA sendiri, meski dianggap masih kalah dari segi gameplay, mereka mengakali hal tersebut dengan menambah lisensi hingga tim-tim sepak bola yang tak terkenal sehingga lebih detail dari segi lisensi.

Yang paling dahsyat tentunya tikungan tajam yang dilakukan oleh PES ketika mengambil lisensi Juventus dan FIFA yang berdampak pada turunnya harga saham game yang digawangi oleh EA Sports itu. Sebaliknya, FIFA untuk mengalahkan PES tahun ini mengeluarkan sebuah mode baru bernama Volta yang mirip-mirip dengan game ikonik mereka, FIFA Street.

AMD VS Intel

AMD VS Intel

Prosesor sejatinya memang tidak difokuskan untuk industri game hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, kedua perusahaan ini menjadikan gamer sebagai salah satu target pasar mereka. Persaingan antara AMD dan Intel pun semakin sengit karena memang harus diakui, segmen pasar gamer itu sangat banyak.

Intel dari dulu, hingga hari ini merupakan prosesor yang ramah terhadap pemula, jarang troubleshoot, dan sangat cepat dari sisi single core. Bahkan prosesor Intel yang lawas seperti Intel Core i5-2500K masih eksis hingga hari ini. Untuk menarik minat gamer, AMD akhirnya fokus untuk memperdahsyat performa multi-core mereka. Kita bisa melihat seri FX yang memiliki core sangat banyak bahkan jauh di atas Intel.

BACA JUGA: Game Underrated Terbaik yang Ada di PlayStation 1

Tapi sayangnya, dari segi efisiensi daya dan suhu, Intel masih menang beberapa tahun lalu. Untungnya AMD masih mau bersaing hingga mereka meluncurkan seri prosesor Ryzen yang fenomenal itu. Ryzen masih mengadopsi DNA AMD di masa lalu yakni bisa diutak-atik untuk memperlihatkan performa kencang namun dengan efisiensi daya yang mumpuni.

Hingga saat ini, AMD dengan Ryzennya masih bersaing sengit dengan jajaran prosesor Intel. Bahkan setelah keluarnya Ryzen, pertempuran keduanya makin sengit untuk menarik minat gamer. Yang terdahsyat adalah AMD meluncurkan Ryzen generasi ketiga yang punya fabrikasi 7nm. Hingga hari ini Intel masih belum melancarkan manuver khususnya untuk prosesor desktop.

PlayStation Vs Xbox

PlayStation Vs Xbox

PlayStation dan Xbox merupakan rival. Ya, keduanya terlibat rivalitas sudah lebih dari satu dekade. Masing-masing console ini memiliki keunggulan masing-masing. Di era console sekarang, Xbox lebih digdaya dengan Xbox One X-nya sedangkan PlayStation, masih unggul dengan game-game eksklusif mereka yang kualitasnya sudah tak diragukan.

Persaingan babak baru keduanya kemungkinan bakal tersaji di akhir tahun 2020 di mana Sony sudah mulai gencar memberikan informasi mengenai PlayStation 5. Xbox sendiri kemungkinan bakal mencoba bersaing dengan console Xbox Scarlet mereka.

Tentunya hasil dari persaingan ini bakal menguntungkan customer. Sony tentu bakal mempertahankan kualitas game eksklusif mereka sedangkan Xbox tetap mempertahankan raw power hardware mereka yang sangat mantap dan juga tentunya fitur-fitur menarik dari Xbox Game Pass.

Epic Vs Steam

Epic Games Store

Ini dia pertarungan yang baru terjadi namun sangat seru dan menguntungkan gamer PC secara nyata. Ya, pertarungan Epic Vs Steam terjadi secara intense di tahun 2019 dan masih terjadi hingga sekarang. Tapi Gimbot sendiri melihat bahwa sebenarnya Steam lebih pasif. Ya, Steam lebih memilih diam dan fokus untuk memperbaiki interface launcher mereka.

Sedangkan dari sisi Epic, mereka lebih agresif dari sisi penjualan maupun kerjasama dengan developer. Hal ini dibuktikan sudah ada banyak sekali game-game bagus yang tidak meluncur di Steam dan hanya meluncur di Epic saja.

BACA JUGA: Game Tank Terbaik di PC yang Bisa Kalian Mainkan

Bahkan ada juga game yang dibatasi untuk tampil di Steam. Tapi yang paling menguntungkan tentu saja manuver game gratis dari Epic Games yang memberikan game gratis setiap bulannya. Bahkan game yang dikasih merupakan game-game yang lumayan hits pada masanya.

Gimbot pribadi menunggu langkah konkret yang bakal dilakukan Steam untuk meladeni manuver dari sang rival. Namun sayangnya, hingga hari ini belum terlihat sesuatu yang signifikan.

Radeon Vs Nvidia

industri game

Persaingan fenomenal terakhir di dalam artikel ini adalah persaingan antara Radeon Vs Nvidia. Di masa lalu, persaingan ini cukup sengit di mana Radeon dengan seri Radeon HD-nya selalu mampu memberikan perlawanan setara kepada sang rival.

Tapi sayangnya, persaingan Radeon dengan Nvidia sekarang sedang dalam masa-masa yang kurang seru menurut Gimbot pribadi. Pasalnya, dari sejumlah line-up Radeon, yang mampu memberikan pukulan telak sejauh ini adalah RX 570 terhadap GTX 1050 TI atau seri GTX 1650. RX 570 merupakan GPU Radeon yang memiliki price per performance yang sangat dahsyat yang merupakan khas Radeon. Sebaliknya, Nvidia saat ini harus diakui lebih unggul karena memiliki line-up GPU yang lebih irit daya tapi menawarkan performa yang signifikan.

Bisa dibilang, Nvidia cukup menguasai pasar ketika mereka menggunakan arsitektur Haswell dan Turing. Bahkan untuk arsitektur Turing, beberapa GPU mendukung fitur real-time ray tracing yang membuat pantulan cahaya di dalam game jadi lebih realistis.

Untuk menahan kedigdayaan Nvidia, Radeon meluncurkan seri RX terbaru dengan arsitektur RDNA yang lebih baru dan diklaim punya efisiensi daya dan performa yang mantap.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.