5 Game Underrated Terbaik yang Ada di PlayStation 1


Ada beberapa game underrated di PlayStation 1 yang jarang dipandang orang-orang. Padahal game-game tersebut punya kualitas yang bagus.

game underrated

PlayStation 1 merupakan salah satu console yang cukup memorable. Selain menjadi pembuka kejayaan console PlayStation itu sendiri, PlayStation 1 juga memiliki segudang game yang sangat memorable. Bahkan beberapa game masih memiliki basis fans yang banyak hingga sekarang.

Hal tersebut dibuktikan dengan dibuatnya game PlayStation 1 versi remake. Sebut saja Crash Bandicoot, Spyro, dan Resident Evil 2. Tiga game itu dibuatkan remake-nya di PlayStation 4 dan penjualannya cukup memuaskan karena memang basis fans-nya tak pernah surut.

Bicara soal game yang meluncur di PlayStation 1, tidak semua game mendapatkan sorotan yang baik. Ada juga beberapa game yang punya kualitas ciamik namun kerap dipandang sebelah mata. Ya, Gimbot kali ini tertarik untuk membahas soal game underrated yang ada di PlayStation 1.

Kira-kira apa saja game yang dianggap underrated di PlayStation 1 namun punya kualitas mumpuni? Berikut pembahasannya.

Bloody Roar

Bloody Roar

Dibandingkan dengan Tekken atau Street Fighter, Bloody Roar bukan apa-apa. Game ini bukanlah sebuah game yang banyak dimainkan oleh orang-orang di rental PlayStation atau bukan game yang diperbincangkan di sana-sini.

Tapi sekali mengetahui dan mencoba game ini, mungkin kalian bisa lupa dengan Tekken atau Street Fighter. Ya, Bloody Roar membawa nuansa baru di mana gamer bisa mengubah karakter-karakter di dalam game ini menjadi hewan ketika sedang bertarung.

Combo yang ada ketika menjadi hewan juga berbeda dengan ketika menjadi manusia membuat game ini memiliki taktik yang cukup luas untuk diaplikasikan. Soal grafik, Bloody Roar adalah salah satu yang terbaik.

The Legend of Dragoon

The Legend of Dragoon

Beberapa orang yang mencintai genre RPG atau gamer yang addict sudah barang tentu mengetahui game yang satu ini. Ya, The Legend of Dragoon awalnya tidak memiliki nama besar seperti Final Fantasy Series. Namun ketika banyak gamer yang penasaran dan mencobanya, mereka baru tahu jika game ini memiliki kualitas yang setara dengan Final Fantasy.

Sony Interactive Entertainment sendiri tergolong berani karena menjadikan Legend of Dragoon rival langsung dari Final Fantasy VIII yang kala itu juga tampil sangat bagus. Meski dari segi pemasaran game ini tidak memiliki nama besar seperti Final Fantasy, tapi untuk kualitasnya tak perlu diragukan.

Game ini memodifikasi sistem pertarungan turn based membosankan Final Fantasy dengan sebuah sentuhan interaktif. Kualitas cerita yang diangkat juga benar-benar menarik karena berputar di sekitar mitologi naga.

Tomba 2: The Evil Swine Return

Tomba 2: The Evil Swine Return

Tomba 2 merupakan game petualangan 2,5D yang cukup menarik untuk dicoba. Tapi sayang, tidak semua gamer mengetahui kualitas yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Padahal sejatinya, banyak inovasi yang disematkan oleh Tomba 2 misalnya saja gaya open-world dan misi yang bisa kalian garap secara acak.

BACA JUGA: [OPINI] Pertimbangan Penting Bagi PC Gamer untuk Beli Red Dead Redemption 2

Gilanya, untuk menyelesaikan setiap tantangan kalian harus menjalani berbagai macam tantangan yang cukup rumit. Dalam petualangannya, kalian bisa mendapatkan juga item-item tersembunyi yang sangat berguna dalam petualangan kalian.

Dulu, hanya sedikit gamer yang mengetahui bahwa sebenarnya Tomba 2 adalah game yang lengkap secara kualitas.

Legacy of Kain: Soul Reaver

Legacy of Kain: Soul Reaver

Legacy of Kain: Soul Reaver sejatinya punya kualitas yang tak bisa diremehkan. Ya, game ini terinspirasi dari seri Tomb Raider di mana gamer bakal banyak menghadapi teka-teki blok. Di samping itu, Soul Reaver juga menyajikan dunia yang cukup luas untuk dieksplorasi.

Selama perjalanan, sang karakter utama, Raziel memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan baru untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang ada. Tapi sayangnya, game ini tenggelam di antara nama-nama besar di era PlayStation 1.

Vagrant Story

Vagrant Story

Sebuah hal yang aneh jika mengingat bahwa Vagrant Story merupakan salah satu game SquareSoft yang kurang mendapatkan atensi dari gamer. Padahal sejatinya, Vagrant Story penuh dengan inovasi yang kala itu hampir mustahil dilakukan oleh developer lain.

Vagrant Story memiliki jalan cerita yang dahsyat di mana kalian akan bermain sebagai Ashley Riot yang punya misi untuk menyusup ke kota bernama Lea Monde. Selain jalan cerita, kualitas dari Vagrant Story juga terdapat di sisi gameplay di mana game ini tidak menggunakan pendekatan turn-based ala Final Fantasy karena memadukan gameplay real-time, turn-based, action, dan puzzle.

Pada dasarnya, kombat pertempuran di game ini berbasis turn-based namun lebih cepat. Selama pertarungan kalian bisa bergerak ke mana saja. Sistem penyerangan pada musuh juga mantap di mana kalian bisa menyerang semua anggota badan si musuh mulai dari kepala hingga kaki.

Menurut Gimbot pribadi, Vagrant Story kurang terkenal hingga akhirnya jadi game underrated karena memiliki kualitas yang terlampau canggih kala itu. Sistem gameplay-nya menjadi rumit hingga hanya sedikit orang yang akhirnya mampu memainkan game ini. Tapi jika ada yang ingin mencobanya hari ini, kalian bakal ketagihan tentunya.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.