5 Masalah yang Bikin Resident Evil 3 Remake Sedikit Mengecewakan


Sangat disayangkan Resident Evil 3 Remake berakhir sedikit mengecewakan dimata gamer karena beberapa hal ini.

Resident Evil 3 Remake

Resident Evil 3 Remake yang rilis beberapa minggu lalu memang bisa dibilang tak mampu melanjutkan kesuksesan pendahulunya, Resident Evil 2 Remake yang dirilis Capcom tahun 2019. Merombak semua hal yang ada di versi orisinal di tahun 1998 menjadikan game ini sepenuhnya baru dan Capcom mendapatkan acungan jempol karenanya. Selain itu, meski tergolong modern, Capcom berhasil menjaga unsur survival horor yang menjadi DNA-nya.

Tapi sayangnya, Resident Evil 3 Remake yang di masa lalu menjadi legenda justru gagal menunjukan taringnya di awal perilisan. Banyak gamer mengeluhkan berbagai hal sehingga mereka memutuskan untuk menunda untuk membeli game ini dan memilih membelinya ketika diskon. Bahkan Resident Evil Resistance yang menjadi konten tambahan untuk game ini gagal memberikan sentuhannya agar game ini menarik di mata gamer.

Apalagi, Resident Evil 3 Remake rilisnya berdekatan dengan Final Fantasy VII Remake. Namun itu adalah hal lain. Karena sebenarnya yang membuat Resident Evil 3 Remake sedikit mengecewakan di PlayStation 4 bahkan Xbox One adalah karena adanya sejumlah masalah atau sesuatu yang kurang di mata gamer. Kira-kira apa saja? Berikut ulasannya.

1. Kemunculan Nemesis Terlalu Direncanakan

Di Resident Evil 2 Remake, yang menjadi kengerian utamanya adalah ketika kalian dikejar oleh Mr. X. Memang Mr. X selaku Tyrant memiliki misi untuk mengejar kalian yang berada di RPD dan sekitarnya. Tapi bukan itu yang membuat Tyrant ini begitu ditakuti. Ya, kemunculannya sangat tidak terprediksi. Benar, Mr. X bisa muncul kapan saja di mana saja tanpa pandang bulu.

BACA JUGA: Beberapa Tips untuk Pemula yang Bermain Need for Speed Heat

Bahkan kalian bisa berhadapan dengan Mr. X di tempat yang ada Licker-nya. Ini adalah hal paling sakit jiwa yang pernah saya rasakan di Resident Evil 2 Remake. Namun di Resident Evil 3 Remake, Nemesis tak muncul secara random seperti Mr.X. Memang dari segi kekuatan, Nemesis memiliki sejumlah skill seperti tentakel atau gerakan super cepat.

Tapi kemunculannya yang terlalu scripted atau direncanakan di momen-momen tertentu membuat berhadapan dengannya menjadi sesuatu yang tidak begitu mengejutkan. Masalah ini menjadi perbincangan hangat di kalangan para gamer ketika Resident Evil 3 Remake diluncurkan.

2. Tidak Begitu Seram

Sebagai sebuah game survival horor, bisa dibilang Resident Evil 3 Remake tak mampu memberikan kesan yang mengerikan sama sekali. Secara intensitas permainan, seharusnya game ini bisa mendekati Resident Evil 4 yang juga memiliki unsur aksi di dalamnya dengan cukup banyak peluru. Namun Resident Evil 3 Remake gagal melakukannya.

Banyak gamer yang kecewa bahwa game ini terlalu aksi dengan terlalu banyaknya peluru yang bisa didapatkan. Bahkan hand grenade yang biasanya susah didapatkan, bisa kalian temukan dengan mudah asal kalian melakukan sedikit eksplorasi.

Banyaknya peluru untuk menembak sana sini dan juga banyaknya green herb juga tentu menjadikan kengerian di game ini kurang yang berdampak pada tersisihnya game ini dari wishlist para pecinta survival horor.

3. Jarang Menemukan Puzzle Tak Seperti Versi Orisinalnya

Puzzle menjadi salah satu hal yang membuat gamer merasa tertantang dan gentar ketika bermain Resident Evil. Pasalnya untuk mendapatkan item atau clue untuk menyelesaikan puzzle, gamer biasanya diharuskan melakukan eksplorasi yang cukup berbahaya dengan melewati banyak zombie. Hal itu bisa kalian temukan di versi orisinalnya di tahun 1998 di mana ada banyak sekali puzzle ikonik yang menyulitkan kalian.

Namun di versi remake, Capcom seakan menendang semua puzzle ikonik dari sana. Tidak ada Water Sample Puzzle dan sejumlah puzzle menarik nan menantang di Clock Tower. Pengurangan berbagai lokasi juga tentu berpengaruh ditendangnya sejumlah puzzle. Minim puzzle dan hanya menyajikan tembak-tembakan? Kenapa tidak main game shooter saja.

Mungkin Capcom bisa melihat karya mereka sebelumnya Resident Evil 2 Remake yang tetap memasukan berbagai puzzle menantang buat diselesaikan.

4. Desain Level yang Terlalu Linear

Ketika mencoba demonya, satu hal yang terlintas adalah bahwa game ini menyajikan dunia yang cukup bagus untuk dieksplorasi. Namun sayangnya, ketika full game-nya dirilis ke pasaran, banyak gamer yang komplain di mana ternyata game ini tak semenarik demo untuk dieksplorasi. Kebanyakan level yang kalian lewati akan berlalu begitu saja.

Tak seperti versi orisinalnya yang memiliki karakteristik game Metroidvania yang membuat kalian bisa bolak-balik dan melakukan eksplorasi sampai tersasar ke tempat baru, justru di versi remake ini kalian seperti sedang memainkan game Devil May Cry dimana kalian dibuat bergerak maju. Tidak ada unsur bolak-balik yang terlalu intens di sini.

Padahal dengan opsi map di Racoon City, Capcom memiliki kesempatan untuk membuatnya menjadi semi open world atau memasukan sejumlah puzzle rumit untuk memaksa gamer bolak balik ke sana ke mari.

5. Versi Xbox One Punya Masalah Frame Rate

port-forwarding-xbox-one

Frame rate menjadi salah satu faktor penting sebuah game. Jika memiliki masalah frame rate, berarti game tersebut tidak optimal atau memiliki sebuah masalah yang mendorong frame rate tak optimal. Di Xbox One, Resident Evil 3 Remake punya masalah frame rate yang kurang konsisten sehingga para gamer terganggu. Bahkan masalah ini datang dari versi demo.

Padahal di versi PlayStation 4 biasa bahkan PlayStation 4 Pro yang resolusinya lebih tinggi, game ini mampu bekerja optimal. Capcom akhirnya menanggapi masalah ini dan mulai melakukan penyelesaiannya agar para gamer Xbox bisa nikmat bermain game ini.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos