Sudah saatnya waralaba survival horror milik Capcom mulai melirik tanah kelahirannya sendiri untuk menyajikan atmosfer teror yang lebih segar.
Selama lebih dari dua dekade, para penggemar Resident Evil telah dibawa bertualang melintasi berbagai belahan dunia—mulai dari wilayah pinggiran Amerika Serikat, kastil dan desa terpencil di Eropa, hingga daerah gersang di Afrika.
Ironisnya, meski Capcom merupakan perusahaan yang berbasis di Jepang, mereka belum pernah sekalipun mengeksplorasi potensi kengerian fiksi di negeri sakura tersebut sebagai panggung utama dari infeksi virus buatan Umbrella.

Ketika kompetitornya seperti Konami mulai berani mendobrak batas lewat proyek Silent Hill f yang kental dengan estetika retro Jepang, komunitas pun mulai mempertanyakan kapan giliran Resident Evil melakukan langkah serupa.
Angin segar bagi ekspektasi para fans tersebut akhirnya berembus langsung dari mulut Masato Kumazawa selaku produser Resident Evil Requiem.
Dalam sebuah wawancara eksklusif teranyar bersama media Futaman yang dikutip via Automaton, Kumazawa membeberkan fakta internal yang cukup mengejutkan. Ia mengakui bahwa latar tempat di Jepang merupakan salah satu permintaan paling masif yang terus-menerus disuarakan oleh basis penggemar domestik mereka.
Resonansi keinginan fans tersebut ternyata sampai ke telinga tim pengembang Capcom yang mayoritas diisi talenta lokal, bahkan mereka dikonfirmasi sempat mendiskusikan gagasan tersebut dengan serius di satu titik pengerjaan proyek.

Mengingat wilayah ini masih “bersih” dan belum pernah dijamah oleh lini masa seri utama, Kumazawa menegaskan bahwa pintu bagi Resident Evil untuk mencicipi latar tempat di Jepang akan selalu terbuka lebar di masa-masa mendatang.
Meski demikian, Kumazawa memberikan batasan tegas bahwa perubahan radikal pada latar geografi tidak akan dibiarkan merusak elemen sakral yang menjadi fondasi utama identitas Resident Evil, terutama yang berkaitan dengan kelanjutan nasib para karakter ikonik serta linimasa sejarah yang telah terbangun kokoh sejak gim pertamanya.
Capcom sangat menghindari produksi konten yang repetitif demi menjauhkan pemain dari rasa jenuh, sehingga eksplorasi ide baru menjadi sebuah keharusan di dalam tim. Sembari menatap potensi masa depan tersebut, fokus jangka pendek tim Resident Evil saat ini tengah tersedot sepenuhnya untuk merampungkan expansion cerita dari Resident Evil Requiem yang sudah dikonfirmasi sebelumnya.
Di waktu yang bersamaan, tensi di forum-forum komunitas juga kian memuncak menyusul kencangnya rumor mengenai proyek Resident Evil Code: Veronica Remake yang diprediksi bakal unjuk gigi dalam panggung Summer Game Fest yang sudah berada di depan mata.
