Merugikan! 5 Strategi Marketing Paling Buruk yang ada di Industri Game


Marketing biasanya dilakukan dengan hal yang unik. Tapi apa jadinya jika hal unik ini justru akhirnya merugikan orang lain.

marketing paling buruk

Marketing merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki oleh semua perusahaan untuk memperkenalkan produk mereka. Khusus di industri game, biasanya para publisher akan menggunakan strategi marketing yang sangat menarik untuk bisa menggaet minat para gamer. Salah satu developer yang punya marketing pintar adalah Rockstar Games buat saya pribadi.

BACA JUGA: Sang Pembalas Dendam! Ini Profil Singkat Corvo Attano Dishonored

Tentu tak semua teknik atau strategi marketing berhasil dengan baik diterapkan. Ada juga yang ternyata menjadi salah satu strategi marketing terburuk yang pernah dibuat. Beberapa diantaranya kerap merugikan para fans bahkan lingkungan.

Gimbot sudah merangkum setidaknya ada lima strategi marketing paling buruk di industri game. Berikut ulasannya!

Fallout 76 Power Armor Edition

marketing paling buruk

Fallout 76 merupakan salah satu game paling buruk yang pernah diluncurkan di segala aspek mulai dari gameplay, fitur, hingga hal di luar itu semua. Ya, berharap mendapatkan permainan single player yang memukau, justru Fallout 76 malah menjadi game MMO dengan dunia yang benar-benar buruk.

Game ini juga punya The Power Armor Edition yang menjadi edisi kolektor yang cukup premium. Salah satu barang yang diberikan adalah sebuah tas wol kanvas. Tentu banyak yang tertarik dengan versi kolektor ini. Tapi sialnya, gamer malah mendapatkan tas nilon yang tipis!

Banyak gamer kesal dengan apa yang digembar-gemborkan oleh Bethesda. Hal ini diperparah dengan seorang Influencer yang dalam sebuah acara mendapatkan tas wol kanvas sesungguhnya yang membuat fans semakin murka.

Akhirnya karena teknik marketing yang tak sportif dan cenderung membohongi, Bethesda meminta maaf dan mengirim barang yang sesuai.

Homefront’s Balloon Bonanza

marketing paling buruk

Untuk meluncurkan dan membangun hype untuk rilisan Homefront, seseorang memutuskan untuk melepaskan sekelompok balon merah di San Francisco. Idealnya balon itu akan terbang dan menciptakan tontonan yang menarik. Tapi sayang, teknik marketing ini justru gagal.

Balon yang diharapkan terbang justru jatuh di perairan Teluk San Francisco. Twitter langsung ramai atas kejadian itu di mana banyak orang yang mengatakan bahwa cara tersebut menimbulkan risiko tercemarnya lingkungan.

BACA JUGA: Game Point of Click Adventure Klasik Terbaik yang Bisa Dimainkan di PC

Penerbit Homefront, THQ mengatakan hal itu tak masalah karena balon tersebut berbahan baku kedelai yang terbiodegradasi. Kota San Francisco tidak menerima alasan itu dan mendenda THQ dengan nila US$7.000.

Ya, teknik marketing ini terbukti menjadi teknik marketing paling buruk yang pernah ada tentunya.

Protes Bohongan EA

marketing paling buruk

EA harus bangga memiliki sebuah marketing yang cukup cerdas di mana mereka memiliki teknik yang unik untuk game Dante’s Inferno. Mereka menyewa sebuah agen yang berdiri di luar acara E3 2009 untuk memprotes permainan. Sekelompok orang ini berdiri dengan menekankan isu-isu agama dan membawa beberapa lukisan.

Cara tersebut memang kerap membuat nama sebuah game melambung tinggi seperti halnya yang terjadi pada Mortal Kombat di mana game ini akhirnya memiliki imej keras dan brutal. Yang jadi masalah adalah soal kepalsuan protes di mana Mortal Kombat memang diprotes murni oleh para orang tua yang khawatir.

Beberapa hari setelah aksi soal Dante’s Inferno terungkap bahwa ini bohong, EA angkat bicara dan menegaskan memang hal itu hanya rekayasa.

Kebodohan Splinter Cell Conviction

Splinter Cell: Conviction merupakan salah satu game yang cukup menarik untuk dimainkan. Namun kembali ke tahun 2010 di mana tim marketing Ubisoft Selandia Baru melakukan hal konyol dengan menyuruh orang untuk datang ke bar dan kemudian menodongkan pistol sambil berkata mengenai Splinter Cell.

Berpikir akan menjadi ide yang bagus, justru ide itu membuat orang-orang ketakutan. Pistol yang digunakan juga pistol bohongan. Beruntung tak ada yang terluka. Peristiwa ini bahkan hingga membuat polisi Selandia Baru turun tangan.

Besokannya, Splinter Cell Conviction menjadi berita namun dengan berita yang tidak baik. Tentunya menodong orang tak bisa dipungkiri jadi salah satu teknik marketing paling buruk yang bisa digunakan.

Bom Watch Dogs

marketing paling buruk

Salah satu marketing yang cukup fenomenal dari Ubisoft selain game Splinter Cell: Conviction adalah Watch Dogs. Di game ini outlet bernama Ninemsn mendapatkan paket mencurigakan di kantor pusat. Di dalamnya ada brankas kecil dan sebuah notes agar sang reporter memeriksa sebuah voicemail-nya. Tapi sayangnya, sang reporter tak memiliki voicemail sehingga ada inisiatif membuka brankas hingga akhirnya brankas tersebut berbunyi.

Polisi kemudian dipanggil dan bangunan dievakuasi. Polisi akhirnya membuka brankas dan menemukan di dalamnya ada ulasan mengenai game Watch Dogs. Ubisoft karena hal ini terkena masalah dan menjelaskan jika ini adalah promosi game yang sudah direncanakan. Sayangnya reporter Ninemsn tidak memiliki voicemail sehingga tidak bisa menggunakannya dan justru memicu kepanikan mengenai bom.


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.