Seri Mana Alias Seiken Densetsu, Apa Sih yang Membuatnya Dicintai Banyak Orang?


Tahun 2020 cukup spesial bagai penggemar seri Mana, karena remake Trials of Mana akan dirilis. Kenapa sih seri Mana dicintai banyak orang?

Beberapa waktu yang lalu, Square Enix baru saja merilis trailer untuk game yang direncanakan terbit pada bulan April tahun 2020 ini, yaitu Trials of Mana. Game tersebut adalah versi remake dari Trials of Mana yang dulu terbit di SNES pada tahun 1995. Di Jepang, game ini dikenal dengan judul Seiken Densetsu 3, dan uniknya, selama lebih dari 20 tahun game ini tidak pernah memiliki versi bahasa Inggris. Selama itu pula, kita hanya mengenal game ini dengan judul versi Jepangnya.

BACA JUGA: 5 Pelajaran Hidup yang Diajarkan Oleh Sebuah Game RPG

Ketika Trials of Mana diumumkan akan dibuat versi remake-nya, para penggemar seri Mana di seluruh dunia cukup gempar. Pasalnya, seri Mana (atau Seiken Densetsu) terkenal sebagai seri JRPG yang punya keunikan tersendiri, dan di antara sekian banyak judulnya, Seiken Densetsu 3 sering disebut-sebut sebagai salah satu game terbaik. Apa sih yang membuat seri Mana memiliki banyak penggemar setia? Simak beberapa keistimewaannya di bawah.

Awalnya “Adik” dari Final Fantasy

Adventures of Mana, dulunya bernama Final Fantasy Adventure.

Kamu yang bukan penggemar seri Mana mungkin tidak tahu kalau awalnya, Seiken Densetsu dikembangkan sebagai cerita sampingan dari seri Final Fantasy. Game pertama seri ini berjudul Seiken Densetsu: Final Fantasy Gaiden, atau bila diterjemahkan menjadi Legend of the Holy Sword: Final Fantasy Side Story. Gameplay di dalamnya berbeda dari Final Fantasy dan lebih mirip The Legend of Zelda, tetapi elemen setting dan ceritanya masih berakar dari Final Fantasy.

Game pertama ini dirilis di Amerika Serikat dengan judul Final Fantasy Adventure, dan berhasil meraih penjualan yang cukup sukses. Square kemudian membuat sekuelnya dengan judul Secret of Mana, dan sejak saat itu game ini berkembang menjadi franchise mandiri. Bahkan ketika Final Fantasy Adventure mendapat remake 3D pada tahun 2015 lalu, Square Enix mengganti judulnya menjadi Adventures of Mana. Ini menunjukkan bahwa seri Mana telah sepenuhnya lepas dari “kakaknya” yaitu Final Fantasy.

Identitas Artistik Terinspirasi Asia

Secret of Mana, punya desain yang penuh warna.

Satu hal penting yang membuat seri Mana mencuat dibanding judul-judul RPG lainnya adalah arahan artistik yang digunakan. Dalam Adventures of Mana, mereka masih menggunakan latar dunia menyerupai Eropa medieval, dengan para kesatria berpedang dan berbaju zirah serta stereotype gadis yang menunggu untuk diselamatkan. Latar dunia seperti ini masih terus digunakan oleh seri Final Fantasy hingga bertahun-tahun setelahnya, tapi tidak demikian dengan Mana.

Ketika mengembangkan Secret of Mana (Seiken Densetsu 2), Koichi Ishii yang merupakan desainer utama seri ini menginginkan identitas artistik yang berbeda. Ishii menciptakan desain dengan inspirasi dari Asia, terutama Jepang. Secara visual, mereka menggunakan lebih banyak warna yang cerah dan menggunakan material alami seperti kayu, kain, atau bulu, ketimbang besi atau logam lainnya.

Begitu pula dengan musiknya, Hiroki Kikuta mengambil inspirasi dari berbagai nuansa alam, salah satunya pulau Bali yang ada di Indonesia. Identitas artistik ini terus dilanjutkan ke sekuel-sekuel Mana berikutnya, baik secara visual maupun audio.

Tema Cerita yang Dekat dengan Alam

Keistimewaan berikutnya dari seri Mana adalah keberadaan pohon legendaris yang disebut Mana Tree (atau Tree of Mana). Walaupun setiap judul Mana tidak berhubungan, atau bahkan mengambil latar belakang dunia yang berbeda, Mana Tree selalu ada sebagai tema sentral cerita.

Dikisahkan bahwa Mana Tree adalah sebuah pohon ajaib yang merupakan sumber dari segala kekuatan sihir yang menjaga keseimbangan alam di dunia. Sayangnya, seiring waktu berjalan kekuatan sihir yang dimiliki Mana Tree semakin menipis. Entah apa penyebabnya, yang jelas itu berarti dunia dalam bahaya karena keseimbangan alam bisa hancur bila Mana Tree mati.

Mana Tree selalu jadi pusat cerita.

Cerita di seri Mana selalu berkisar pada petualangan sang tokoh utama untuk menyelamatkan Mana Tree dan memperbaiki kondisi alam. Tapi pada perjalanannya tentu ada berbagai konflik, dan konflik-konflik ini sering kali bersifat personal atau tragis. Di balik tampilan grafisnya yang indah berwarna-warni, seri Mana menyimpan pesan akan kesadaran lingkungan dan cukup banyak kesedihan terpendam.

Era Nostalgia dan Kebangkitan

Meskipun seri Mana punya warisan sejarah yang hebat, jadi penggemar seri Mana itu kadang-kadang bikin sakit hati, karena Square Enix sempat seperti kebingungan harus dibawa ke arah mana seri ini. Setelah Legend of Mana di PS1 yang dicintai banyak orang, seri Mana perlahan tenggelam, dan ketika muncul lagi pun hasilnya ternyata mengecewakan. Dawn of Mana alias Seiken Densetsu 4 di PS2, meskipun keren secara visual, ternyata punya gameplay dan cerita membosankan.

Children of Mana, terbit di tahun 2006.

Square Enix sempat meluncurkan proyek untuk merilis seri Mana dalam berbagai genre dan platform portabel, namun hasilnya juga tidak begitu bagus. Kemudian di tahun 2010an, seri Mana beralih jadi game free-to-play untuk perangkat mobile, dan hanya dirilis di Jepang. Ini semua tentu mengecewakan. Bagaikana Mana Tree yang telah kering dan layu, nama seri Mana pun mulai dilupakan orang. Sebelum era PS4, game terakhir seri Mana yang dianggap bagus adalah Children of Mana, yang terbit empat belas tahun lalu!

Karena itulah, ketika Square Enix merilis remake Adventures of Mana di tahun 2015 kemarin, para penggemar Mana seolah mendapat harapan baru. Seri Mana bangkit lagi setelah penantian panjang, bahkan hadir di platform besar seperti PS4 dan Switch. Seiken Densetsu 3 tiba-tiba diterjemahkan ke bahasa Inggris, bahkan mendapat remake. Semua ini, rasanya seperti mimpi yang jadi nyata!

Tahun 2020 adalah tahun yang sangat istimewa, karena Trials of Mana remake akan segera dirilis. Dua remake sebelumnya (Adventures of Mana dan Secret of Mana) sudah membuktikan bahwa Square Enix masih bisa memenuhi harapan para penggemar, dan remake ketiga ini sepertinya akan lebih baik lagi.

Siapa tahu, akan muncul judul Mana baru, dengan bujet besar, dan bisa kembali jadi game yang melegenda seperti Legend of Mana dulu. Apakah kamu berminat untuk menjadi salah satu penggemar seri Mana?


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.