Analisis GLaDOS – Mesin Pintar nan Jahat Paling Berkesan dari Serial Portal


Tidak banyak karakter antagonis atau villain yang bisa mendapatkan status iconic di dunia game, apalagi dengan wujud mesin seperti GLaDOS.

karakter-iconic-glados-featured

Tidak banyak karakter antagonis atau villain yang bisa mendapatkan status iconic di dunia game. Beberapa di antaranya mampu mencapai status itu berkat berbagai faktor seperti penampilan, kepribadian, serta perannya dalam cerita dan gameplay. Faktor tersebut bisa dicapai karena pada akhirnya karakter antagonis juga punya wujud makhluk hidup yang berinteraksi denganmu.

Tapi GLaDOS dari seri Portal sedikit berbeda. Ia hanyalah sebuah robot yang menempel di langit-langit dan tidak punya bentuk seperti manusia atau makhluk hidup lain. Meskipun begitu, melalui dua game dengan total gameplay 12 jam, ia mampu menjadi salah satu karakter villain yang tidak hanya iconic, tapi juga disukai banyak orang.

Sebelumnya, seperti biasa, peringatan spoiler alert!

Instruktur, Musuh, Sekaligus Teman Baik

GLaDOS (Genetic Lifeform and Disk Operating System) pertama kali muncul di Portal, sebuah game puzzle-platformer buatan Valve yang menggunakan mekanisme senapan portal. Ketika pertama kali muncul, ia berperan sebagai instruktur yang memberikanmu tutorial cara bermain serta petunjuk untuk setiap level. Tapi seiring permainan, kamu mulai melihat kejanggalan di balik instruktur ini sekaligus laboratorium tempat kamu melewati berbagai puzzle sebagai objek percobaan. Ketika permainan akan berakhir, ia kemudian menjadi musuh yang harus kamu kalahkan.

Muncul kembali di sekuel Portal 2, GLaDOS awalnya mengambil peran yang mirip. Tapi jika di Portal ia adalah satu-satunya suara dalam permainan, di Portal 2 ada dua karakter lain yang ambil bagian dalam cerita permainan. Meskipun tidak lagi menjadi satu-satunya bintang, GLaDOS tetap jadi bintang yang paling bersinar di Portal 2.

GLaDOS sempat muncul di beberapa game seperti Lego Dimensions, Defense Grid: The Awakening, Death Stranding, serta Bridge: Construction Portal. Tapi ia tidak pernah mendapatkan cameo yang signifikan dan membuat orang kaget.

Meskipun begitu, GLaDOS tetap dianggap sebagai salah satu villain yang iconic dan bahkan disukai di dunia game saat ini. Baik Valve maupun fans sudah membuat berbagai merchandise bertemakan GLaDOS dan Portal, dan lagu ending Portal dan Portal 2 yang dinyanyikan oleh GLaDOS saat ini sudah didengarkan lebih dari 50 juta kali di YouTube. Semua popularitas ini bisa dicapai hanya dengan dua game yang bisa kamu tamatkan dalam waktu setengah hari saja.

Mesin AI yang Kejam Tapi Lucu

GLaDOS sejatinya dibuat untuk mengisi kekosongan dalam Portal. Ketika masih dalam fase beta, banyak playtester yang mengira semua level Portal hanyalah sebuah tutorial panjang. Ini karena karakter yang kamu kendalikan sama sekali tidak bicara, dan sepanjang permainan kamu hanya memecahkan puzzle dari satu level ke level berikutnya. Kehadiran GLaDOS memberikan “nyawa”, tujuan akhir, dan pengalaman bermain yang lebih utuh.

Secara penampilan, GLaDOS jauh dari menarik. Ia hanyalah sebuah mesin yang bergelatungan dari atas langit-langit sambil seorang diri mengendalikan laboratorium raksasa tempatmu bermain. Ia bahkan sangat jarang terlihat di layar dan hanya muncul sebagai suara. Di Portal pertama, kamu baru benar-benar melihat GLaDOS di menit-menit akhir permainan, sementara di Portal 2 ia hanya terlihat di setengah durasi permainan, dan di mayoritas durasi tersebut ia mengambil wujud sebuah kentang.

Dari segi suara, GLaDOS harus diakui punya suara yang cukup khas. Tapi yang membuatnya sangat berkesan dan disukai adalah kepribadiannya dan bagaimana kepribadian tersebut berkembang seiring durasi permainan dan sekuel.

Sejak pertama kali diperkenalkan, GLaDOS langsung terdengar dingin layaknya mesin. Ia juga memperlihatkan sisi kejam dan juga sadistik layaknya banyak karakter-karakter robot antagonis. Tapi seiring waktu ia mulai memperlihatkan sisi kepribadian yang sangat menarik.

Selain kejam dan sadis layaknya robot, GLaDOS juga memperlihatkan kepribadian pasif-agresif. Di Portal, ia jelas akan membunuhmu, tapi selalu melontarkan kata-kata yang terdengar positif. Kemudian di Portal 2, ia punya dendam kesumat padamu dan ingin menyiksamu melalui tes/puzzle tiada akhir, tapi ia mengatakan bahwa kamu suka melakukan tes demi sains. Jika harus dijelaskan secara singkat, ia seperti mantan pacar. Ia awalnya ramah, kemudian berubah jadi agresif, lalu memaklumi. Tapi di ketiga fase itu ia selalu terlihat punya niat tidak baik.

Karakter pasif-agresif tersebut juga disempurnakan dengan kata-kata yang lontarkan. Awalnya, kalimat yang ia lontarkan hanya terdengar cerdik dan jelas punya maksud terselubung. Tapi seiring perkembangannya ia kemudian mengeluarkan kalimat yang kreatif tapi juga lucu. Perkataan tersebut mungkin sedikit menyakitimu, tapi di saat yang sama juga membuatmu semakin menyukai karakter ini.

Pada akhirnya, meskipun ia membencimu dan selalu mengejekmu, kamu akan selalu menyukai keberadaan GLaDOS di seri Portal. Bahkan jujur saja, hingga saat inipun saya penasaran seperti apa rasanya jika hidup saya dinarasikan oleh GLaDOS setiap saat.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...