Impresi Mortal Shell – Souls dengan Sejumlah Upgrade

Mortal Shell memang sekilas mirip dengan Dark Souls. Tapi apakah hanya copy paste saja? Sayangnya tidak! Game ini memiliki fondasinya sendiri.


Impresi Mortal Shell

FromSoftware memang bisa dibilang merupakan salah satu developer yang luar biasa karena mampu melawan arah dibandingkan developer lainnya. Disaat berbagai developer membuat game yang asyik dan mudah dimainkan, FromSoftware justru membuat sebuah game sulit yang bakal membuat siapapun yang memainkannya stress.

Nama mereka sampai ke puncak setelah trilogi dari Dark Souls sukses kemudian dilanjutkan dengan kesuksesan Bloodborne plus Sekiro: Shadow Die Twice. Suksesnya Dark Souls plus Bloodborne mendorong lahirnya sebuah subgenre baru bernama Soulsborne. Langkah apik ini kemudian mengilhami developer bernama Cold Symmetry untuk membuat game serupa berjudul Mortal Shell.

BACA JUGA: Game dengan Permainan Teraneh yang Pernah Dibuat

Mortal Shell sendiri lebih ke arah Dark Souls bahkan kontrol dan motion karakternya benar-benar mirip dengan Dark Souls. PlayStack selaku developer akhirnya memberikan kesempatan untuk para gamer mencicipi Mortal Shell. Kami sendiri penasaran dan akhirnya mengunduhnya lewat Epic Games Store.

Menurut kami, konsep yang dibawa oleh game ini sangat baik dan meskipun membawa sejumlah hal yang mirip dengan Dark Souls, kenyataannya Mortal Shell menawarkan sesuatu yang jauh lebih dahsyat. Apa itu? Berikut adalah impresi dari kami.

Sudah Pasti Susah

Mortal Shell

Mengusung tema dan gaya Dark Souls, Mortal Shell sudah jelas merupakan game yang susah. Musuh bisa memberikan damage sangat besar kepada karakter kita untuk membuat kita cepat tewas. Setidaknya hanya butuh beberapa tebasan saja hingga karakter kita benar-benar dibunuh.

Pertarungan juga semakin susah karena pergerakan kalian dibatasi dengan stamina yang akan habis dan harus menunggu dulu sampai penuh untuk melancarkan dodge atau berbagai skill yang bisa digunakan. Stamina menjadi sesuatu yang vital karena pada dasarnya, gamer harus terus menghindari serangan dengan cepat di mana musuh di sini rata-rata memiliki jangkauan yang luas untuk mengenai kalian dengan mudah.

BACA JUGA: Info Seputar Hyper ScapeGame Battle Royale Baru Ubisoft

Dari sisi pertempuran, sama seperti game-game FromSoftware, kalian harus menghafal pattern tertentu untuk bisa mengetahui kapan waktunya menyerang dan bertahan. Menghafal pattern dengan fasih akan memberikan kalian kemenangan cepat. Sebaliknya, kalian yang sukanya terburu-buru dan sembrono bakal tewas dengan cepat juga.

Untuk variasi musuh juga tergolong banyak dan pola serangannya berbeda-beda. Musuh dengan senjata kecil akan lebih cepat pergerakannya sedangkan untuk musuh dengan senjata besar pergerakannya lambat tapi sangat berbahaya dari sisi damage.

Dari sisi pertarungan tak banyak yang bisa dikomentari karena hampir semua aspek combat-nya nyaris mirip dengan Dark Souls yang punya tempo pertarungan lambat. Yang butuh tantangan baru karena merasa sudah jago dengan game-game FromSoftware sepertinya akan sangat cocok memainkan game ini.

Absurd Tapi Mudah Dipahami

Mortal Shell

Game-game berjenis ini memang tidak begitu memfokuskan pada cerita. Jika kita bandingkan dengan Dark Souls atau Bloodborne, pada dasarnya mereka akan memiliki banyak hal absurd di dalamnya. Satu-satunya yang mungkin menarik dari sisi cerita hanyalah Sekiro yang bisa kita pahami dengan cepat. Untuk Mortal Shell sendiri, jalan ceritanya dan hal-hal di dalamnya sangat absurd.

Keabsurd-an Mortal Shell bahkan sudah ditunjukan dari awal beta. Namun semakin lama kalian salami dan pahami, kalian akan mengerti dengan Mortal Shell itu sendiri. Yang jelas, untuk mengerti apa yang coba dibawa oleh game ini, para gamer harus membaca setiap item yang ada sehingga nantinya mereka akan relate dengan cerita maupun mekanisme yang ada di dalamnya.

Yang jelas, Mortal Shell bukanlah game yang hanya mengandalkan kesusahannya sebagai daya jual namun juga dari lore-nya sendiri akan menjadi salah satu nilai jual yang mereka hadirkan.

Merasuki Jiwa-jiwa Petarung

Mortal Shell

Sejak awal saya sudah curiga jika Mortal Shell sebenarnya memiliki pesan tersirat di dalam namanya. Mortal untuk makhluk yang bisa mati sedangkan Shell merupakan cangkang atau rumah atau sejenisnya. Benar saja, Mortal Shell menyajikan sebuah hal unik bernama Shell di mana Shell ini merupakan tubuh atau raga dari para petarung yang sudah mati atau tidak memiliki harapan.

Sejatinya, jagoan utama Mortal Shell adalah sosok tanpa nama yang mirip seperti makhluk Humanoid dengan cita rasa gothic. Makhluk Humanoid ini bisa bertarung dengan baik namun juga punya kemampuan unik untuk merasuk para pejuang yang disebut Shell tadi.

Hebatnya, setelah makhluk Humanoid ini memasuki para Shell, dia bakal bisa menggunakan berbagai jurus unik dari para Shell. Kerennya, ketika mendapatkan Shell, maka Shell tersebut bakal masuk ke dalam inventory yang memuat teknik, upgrade, dan berbagai informasi soal Shell tersebut.

Ini artinya, selain mengoleksi item dan senjata yang ada, kalian juga wajib mencari Shell terkuat dengan jurus-jurus unik untuk berpetualang. Tentunya para Shell memiliki desain berbeda dan keren untuk akhirnya kalian dapatkan. Konsep berganti raga ini tentu adalah konsep yang menarik di mana kalian bakal bisa berganti desain jika sudah bosan.

Bicara soal Shell, konsep ini juga membawa sebuah pendekatan baru. Betul, Shell dan Humanoid adalah sesuatu yang berbeda. Artinya, jika Shell kalian tewas, maka sang Humanoid akan keluar dari tubuh Shell itu dengan sisa health (HP) yang keadaannya sama seperti kalian sebelum memasuki Shell. Jika HP Humanoid sebelum merasuki Shell penuh, maka saat Shell tewas dan Humanoid keluar dari tubuhnya, keadaan HPnya akan penuh juga.

Jadi, untuk mengalahkan musuh, minimal kalian akan punya dua kali kesempatan. Pertama dalam keadaan merasuki Shell atau jika Shell mati, maka Humanoid bisa meneruskan perjuangan si Shell tadi. Tapi sayangnya, Humanoid punya teknik dan gaya bertarung yang minimal serta kurang tangguh.

Bicara soal konsep, selain sistem Shell atau sistem dua kali kesempatan yang unik, dalam game ini kita diperkenalkan juga dengan konsep combat bernama Hardening, Terdengar familiar bukan? Konsep ini mirip seperti konsep pada Attack on Titan di mana petarungnya bisa mengeraskan tubuh. Mortal Shell membawa konsep ini di mana dalam posisi hardening, gamer akan kebal dari hajaran musuh namun dengan konsekuensi stamina yang menurun drastis.

Tak hanya bertahan, hardening juga bisa dijadikan pola untuk menyerang. Ini artinya, ketika menyerang, kalian tak akan kena damage dan damage kalian bakal mengenai musuh. Tentu menggunakan hardening tak mudah karena kalian mesti memiliki timing yang pas. Hardening bisa digunakan saat menggunakan shell atau tidak.

Hadirnya hardening, skill, dan sistem combat standar membuat pilihan combo kalian untuk mengalahkan musuh lebih luas apalagi didukung dengan Shell yang kuat, kalian bisa menaklukan dunia Mortal Shell. Belum lagi di dalam game ini ada sejumlah skill keren yang siap membuat kalian jadi petarung luar biasa. Asyik bukan?

Kesimpulan

Bagi yang menganggap Mortal Shell hanyalah copy paste dari Dark Souls, kalian sepertinya harus tutup mulut. Karena meski punya tema, mekanisme, dan gaya yang serupa Dark Souls, kenyataannya Mortal Shell mampu memberikan sentuhan baru untuk genre ini dengan cukup signifikan. Kita baru saja membicarakannya yaitu konsep Shell dan Hardening.

Dari dua konsep itu saja Mortal Shell sudah cukup asyik dan punya cita rasa baru. Kemungkinan di versi full-nya, akan ada banyak hal serupa yang membuatnya memang benar-benar kelihatan beda dari seri Souls. Mortal Shell harus diakui adalah salah satu game yang wajib kalian nantikan di tahun 2020.

Coba Beta Moral Shell


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.