[OPINI] Hal yang Dilakukan Gamer Ketika Internet Belum Masif di Indonesia


Ada beberapa hal yang biasanya kerap dilakukan gamer sebelum internet hadir secara masif dan konsisten di Indonesia.

Hal yang Dilakukan Gamer Sebelum Internet Masif di Indonesia

Internet hari ini menjadi sesuatu yang sangat vital. Internet bisa dibilang menyediakan berbagai macam informasi yang kita butuhkan. Itulah yang pada akhirnya membuat majalah informasi gulung tikar karena badai internet begitu kuat. Namun kenyataannya internet sendiri masuk ke Indonesia secara efektif di tahun 2000an.

Beberapa orang memang telah merasakan kecanggihan internet dari tahun 90an, bahkan 80an sudah mulai ada yang merasakan. Tapi tak semua orang bisa mengakses informasi masif di internet.

Khusus bagi gamer sendiri, perilaku mereka juga berubah setelah ada internet. Saat tidak ada internet, pergerakan mereka serba terbatas untuk mencari informasi. Gimbot bakal memberikan opini mengenai hal-hal yang dilakukan oleh gamer ketika internet belum menjadi raja, khususnya di Indonesia. Mari kita bahas.

Langganan Majalah Game

Langganan Majalah Game

Salah satu hal yang dilakukan oleh gamer ketika internet belum efektif masuk ke Indonesia adalah mereka tentu bakal langganan majalah game. Ya, majalah game biasanya berisikan walkthrough, cheat code, atau tips-tips lainnya untuk mempermudah gamer menamatkan game yang mereka sedang mainkan.

Ada majalah-majalah game kenamaan yang menjadi langganan gamer di Indonesia misalnya saja Zigma Omega, HotGame, PC Gamer Indonesia, dan lain-lain. Tapi sayangnya, ketika internet sudah mulai masuk secara efektif, gamer dengan mudah mendapatkan informasi sehingga mereka akhirnya meninggalkan medium majalah.

Sulit Mendapatkan Game Original

Sulit Mendapatkan Game Original

Informasi mengenai game original sangat sulit untuk didapatkan oleh gamer zaman dulu ketika internet belum efektif masuk di Indonesia. Di zaman sekarang, seseorang bisa dengan mudah mengetahui jika game yang mereka beli adalah original atau KW hanya dengan mengakses internet. Tapi zaman dulu, beberapa gamer hanya mempercayai jika game yang mereka beli adalah asli.

BACA JUGA: Nostalgia Review Tomba 2: Membasmi Kutukan Jahat di Dunia Penuh Warna

Padahal praktiknya, di era PlayStation 1, banyak sekali game-game bajakan yang berkeliaran. Minimnya informasi untuk mendapatkan game original membuat gamer seakan tak punya pilihan lain. Hari ini, ketika sistem informasi di internet sudah sangat luas, gamer bisa membedakan mana yang asli dan original.

Selain itu, mereka juga memiliki pengetahuan mengenai opsi tempat mereka untuk mendapatkan game-game original secara mudah.

Kesusahan dalam Menyelesaikan Sebuah Game

Kesusahan dalam Menyelesaikan Sebuah Game

Hal lainnya ketika gamer di Indonesia belum terjamah internet secara masif adalah kesulitan mereka dalam menamatkan sebuah game. Gimbot akui jika game-game di era PlayStation 1 atau seangkatannya memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa. Dari segi puzzle atau boss fight, beberapa developer banyak memasukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan. Oleh sebab itu, banyak sekali gamer zaman dulu yang susah untuk menyelesaikan game kesayangan mereka dan baru bisa menamatkan bertahun-tahun kemudian. Satu-satunya yang efektif untuk menamatkan sebuah game adalah melalui majalah atau bertanya kepada teman. Bahkan gilanya, untuk mengakses cheat code juga benar-benar sulit karena keterbatasan informasi yang ada.

Untungnya, hari ini kita memiliki internet sehingga tidak ada sesuatu yang sulit di dalam game. Semua tips dan cheat bisa kalian dapatkan dengan sangat mudah tanpa harus menunggu waktu yang lama ketika kalian berlangganan sebuah majalan.

Bermain di Rental dan Diskusi

Bermain di Rental dan Diskusi

Hal yang Gimbot rasa cukup bisa dirasakan hampir semua gamer. Sebelum internet efektif di Indonesia, forum-forum online game juga tentunya tidak se-masif seperti sekarang. Hari ini, kita bisa berdiskusi tanpa harus ke manapun melalui sosial media. Tapi zaman dulu, untuk memulai sebuah perbincangan hangat mengenai game, kita harus pergi ke rental, di mana banyak sekali gamer yang berkumpul di sana.

Jikalau tidak ke-rental, gamer biasanya bakal membahas diskusi mengenai game di sekolah atau tempat tongkrongan kesayangan mereka. Di tahun 2019 ini, hal tersebut sudah mulai luntur dilakukan. Kemudahan dalam mengakses forum penyedia informasi tentu menjadi jawabannya.

Padahal, berdiskusi secara langsung di sebuah tempat khusus game itu sangat seru dan susah untuk dilupakan.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.