Nostalgia Review Tomba 2: Membasmi Kutukan Jahat di Dunia Penuh Warna


Terlepas dari kekurangannya dari segi desain, Tomba 2 adalah game lama yang menawarkan petualangan yang unik dan dunia yang indah serta luas.

nostalgia-game-lama-tomba-2-featured

Tomba 2: The Evil Swine Return adalah game Playstation One yang menurut saya cukup underrated. Bahkan saya sendiri mungkin tidak akan tahu keberadaan game ini jika teman sekolah saya tidak merekomendasikannya.

Tapi setelah memainkannya untuk pertama kalinya, Tomba 2 layak diketahui lebih banyak orang. Dengan dunianya yang luas dan penuh warna serta gameplay-nya yang unik, Tomba 2 adalah sebuah game yang menawarkan pengalaman unik yang mungkin sulit kamu temukan di game lain bahkan saat ini.

Petualangan Di Dunia Penuh Warna

Tomba 2 menceritakan kisah sebuah anak gua/hutan bernama Tomba. Ia punya satu misi utama, yaitu menyelamatkan pacarnya Tabby yang diculik oleh Evil Pig atau babi jahat. Berangkat dari sebuah wilayah pesisir, ia kemudian berpetualang melewati berbagai wilayah yang dikutuk oleh sihir sang babi dan antek-anteknya. Tugasmu adalah menemukan tas yang menyegel para babi ini, temukan pintu tempat mereka bersembunyi, hadapi dan segel mereka di dalam tas, lalu satu per satu wilayah dalam permainan akan lepas dari kutukan. Cukup sederhana.

Saya memainkan game ini ketika masih duduk di bangku SD, dan saya tidak pernah lupa akan kekaguman saya akan game ini. Sebagai game Playstation One, Tomba 2 adalah game yang sangat indah.

nostalgia-game-lama-tomba-2-area-awal

Semua area yang tersedia memiliki tema dan feel yang berbeda dan ini diperlihatkan dengan presentasi visualnya yang sangat kuat. Dari pesisir pantai, kamu kemudian dibawa ke area tambang di dekat gunung berapi, lalu ke pegunungan es, lalu ke hutan berhantu, dan seterusnya. Sebagai anak kecil yang masih polos, area yang beragam ini tentu membuat saya betah bermain dan menikmati Tomba 2.

Musik dalam game ini juga termasuk sangat keren. Sampai hari ini pun, saya masih suka mendengarkan beberapa lagu dalam game ini, terutama Dongin Forest ketika masih di bawah kutukan.

Platformer Dengan Segudang Konten

Satu lagi yang membuat saya kagum dengan Tomba 2 adalah ukurannya yang sangat besar dan penuh dengan konten.

Tomba 2 menggabungkan platformer dengan sedikit elemen RPG yang sangat ringan. Sepanjang perjalanan kamu bisa berinteraksi dengan hampir semua objek dan NPC yang bisa kamu temui. Mereka akan memberikanmu ratusan Quest, banyak di antaranya mengharuskanmu melakukan backtracking atau kembali ke area yang sudah kamu lewati sebelumnya. Tidak cuma itu, di beberapa tempat kamu bahkan bisa melakukan beberapa mini-game lain seperti mengendalikan troli di lintasan super cepat.

nostalgia-game-lama-tomba-2-tambang

Banyaknya Quest ini membuat saya tidak pernah bosan berkeliling meskipun tanpa tujuan atau arah yang jelas. Saya ingat ketika pertama kali bermain saya beberapa kali terbang kembali ke area pertama untuk memeriksa apakah ada Quest yang bisa saya selesaikan. Dengan presentasi visualnya yang saat itu sangat keren, saya yang masih polos tentu tidak keberatan menyapu bersih semua area meskipun akhirnya tidak mendapatkan progres yang signifikan.

Oh, dan jika itu masih belum cukup, tiap area juga memiliki dua versi, yaitu versi Cursed dan versi Cured alias ketika kamu mengalahkan Evil Swine yang mengutuk area tersebut. Beberapa Quest juga baru muncul ketika kamu berhasil mengangkat kutukan di area tersebut. Ini membuat dunia Tomba 2 yang sudah sangat besar menjadi lebih besar lagi, and it was so much fun.

nostalgia-game-lama-tomba-2-misi-awal

Singkatnya, Tomba 2 memberikan saya petualangan yang cukup berkesan di dunia yang sangat luas dan penuh warna. Karena itulah hingga saat ini saya masih mengingat dan kadang ingin kembali memainkan game ini. Selalu ada sesuatu yang bisa kamu lakukan di hampir semua tempat.

Sedikit Redundant Di Berbagai Aspek

nostalgia-game-lama-tomba-2-kujara-2

Sayangnya, beberapa tahun kemudian saya mulai sadar bahwa Tomba 2 bukanlah game sempurna. Pertama dan yang paling terlihat adalah banyaknya item yang fungsinya tumpang-tindih. Maksudnya adalah dua atau lebih item yang kamu temukan sepanjang perjalanan punya fungsi yang sama. Artinya begitu menemukan item yang sama tapi lebih baik, kamu tidak lagi memerlukan yang lain.

Sebagai contoh, di awal permainan kamu akan menemukan Bird Suit, sebuah pakaian yang membuatmu bisa mengambang di udara selama beberapa detik sebelum jatuh. Tapi di dua area berikutnya kamu akan menemukan Squirrel Suit yang membuatmu bisa mengepakkan sayap untuk mengambang di udara dalam waktu yang sangat lama. Begitu mendapatkan Squirrel Suit ini, kamu hampir tidak memerlukan kostum lain sama sekali.

nostalgia-game-lama-tomba-2-kujara

Hal tersebut juga terjadi di banyak jenis item lain. Setelah mendapatkan senjata Hammer, kamu akan langsung mendapatkan Fire Hammer dengan fungsi yang sama plus melelehkan es. Lalu pada akhirnya tidak ada senjata yang lebih baik daripada Grappler. Bahkan beberapa item late game sekalipun kadang tidak ada artinya karena beberapa item lain jauh lebih baik.

Ngomong-ngomong Quest, sadar atau tidak ada sangat banyak Quest yang terlalu merepotkan dan membosankan. Banyak misi yang mengharuskanmu kembali ke area yang sudah dilewati, melakukan hal yang sangat sepele dan sangat tidak interaktif, lalu melaporkannya ke pemberi Quest.

nostalgia-game-lama-tomba-2-daftar-misi

Banyaknya Quest yang ada di Tomba 2 (dan beberapa di antaranya membosankan) kadang membuat cerita utama game ini terlupakan. Saya ingat saat pertama kali bermain, saya baru ingat harus mencari dan membasmi Evil Pig karena tidak sengaja menemukan pintu tempat persembunyian mereka. Itu pun secara kebetulan karena kamu tidak diberi petunjuk jelas di mana pintu tersebut berada.

Kesimpulan

nostalgia-game-lama-tomba-2-kujara-3

Dengan kekurangan itu, apakah Tomba 2 layak disebut game yang buruk? Well, tidak juga. Memang, ketika memainkan ulang game ini beberapa waktu lalu, saya yang sudah lebih kritis menilai game mulai menyadari kekurangannya. Tapi setelah beberapa jam dan memaklumi kekurangannya, saya tetap bisa menikmati Tomba 2 seperti saya menikmatinya waktu kecil dulu.

Meskipun secara desain punya banyak kekurangan dan redundansi, Tomba 2 tetaplah game yang sangat indah untuk ukuran Playstation One. Kontennya yang segudang dengan ratusan Quest sampingan dan banyak NPC yang menarik juga membuat bahkan berkeliling tanpa arah di game ini terasa menyenangkan.

Bahkan ketika memainkan game ini setelah lama kemudian, saya tetap merasa senang ketika bisa mengingat apa fungsi dari tiap item yang saya temukan. Ketika berhasil membawa item tersebut untuk menyelesaikan satu Quest, saya kembali sadar bahwa terlepas dari kekurangannya, Tomba 2 tetap bisa memberikan feeling petualangan yang jarang kamu temukan di game lain.

Baca juga: Nostalgia Review Monster Rancher 2, Serunya Memelihara Monster Pakai CD Musik


Kaoru