Meskipun masuk ke dalam kategori sebagai media hiburan, video games pada kenyataannya juga bisa dilarang beredar layaknya film. Biasanya game-game ini dilarang dikarenakan memiliki beragam alasan yang sangat sensitif bagi pandangan masyarakat sebuah negara, entah itu karena konten, pemaknaan simbol, dan lain-lain.
Nah, lewat artikel ini Gimbot merangkum sedikitnya lima game yang peredarannya dilarang di beberapa negara, bahkan hingga ke Indonesia. Apa saja? Mari kita bahas!
Manhunt

Game terlarang pertama dalam list yang Gimbot ketahui adalah Manhunt. Game buatan kreator Grand Theft Auto (Rockstar Games) yang satu ini dilarang peredarannya di beberapa negara karena menyajikan kekerasan dan eksekusi yang cukup mendetail.
Saking terlalu sadisnya, Manhunt bahkan harus disensor berulang kali agar bisa lolos dari badan sertifikasi konten game terkenal seperti ESRB, namun sayangnya tidak bisa melalui ketentuan yang diterapkan lembaga di negara tertentu seperti Selandia Baru.
Dalam game ini kamu berperan menjadi seorang pembunuh. Nantinya kamu disuruh mengakhiri hidup orang lain dengan berbagai metode eksekusi yang sangat mengerikan.
Kecaman ini juga berlanjut ke seri Manhunt kedua yang juga tak kalah brutalnya. Karena track record-nya, game ini harus mendapatkan banyak penolakan di beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Irlandia, Selandia Baru, Kuwait, Arab Saudi, dan Korea Selatan.
Mortal Kombat 11

Mortal Kombat 11 adalah salah satu game terbaru yang kemunculannya sangat ditunggu oleh para penggemarnya, tak terkecuali di Indonesia. Namun sayangnya, beberapa hari sebelum game ini resmi dirilis, pihak Warner Bros harus menarik peredaran Mortal Kombat 11 khususnya dari Indonesia.
Isu yang beredar dikarenakan Mortal Kombat 11 menyertakan simbol komunis ke dalam kostum alternatif yang digunakan salah satu karakter petarungnya. Masalah ini langsung menjadi uppercut telak bagi para fans di Indonesia, mengingat beberapa di antara mereka sempat memesan game ini jauh-jauh hari sebelumnya di toko langganan mereka.
Playerunknown’s BattleGround

PlayerUnknown’s Battleground sempat menjadi headline pemberitaan lokal ketika serangan terorisme terjadi di Selandia Baru baru-baru ini. Game battle royale ini menjadi perbincangan karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan rencananya mengkaji dampak negatif PUBG, apakah terbukti bisa memberikan efek buruk pagi pemainnya.
BACA JUGA: 5 Senjata Pedang Paling Ikonik dalam Sejarah Game
Akibatnya, wacana bahwa PUBG haram pun sempat menjadi polemik selama beberapa pekan di Indonesia. Untungnya apa yang dialami PlayerUnknown’s Battleground, tidaklah separah seperti di negara India, di mana game tersebut dilarang karena mendorong tumbuhnya jiwa psikopat kepada para pemainnya.
Postal 2

Sama seperti Manhunt, Postal 2 juga menyajikan banyak hal yang tergolong brutal bahkan hingga masuk kategori “tidak etis” di dalamnya. Game first-person shooter satu ini membebaskan gamer melakukan apapun di dunianya, mulai membunuh orang, mengencingi mayat, dan berbuat rasis kepada pihak-pihak tertentu.
Tingkat brutalitas yang tinggi membuat Postal 2 dilarang di beberapa negara seperti New Zealand dan Australia.
Grand Theft Auto

Grand Theft Auto adalah game yang tidak hanya fenomenal, tetapi juga sangat kontroversial. Serial game satu ini dikenal karena kerap menceritakan perjalanan sosok pelaku kriminal, di mana pemain bebas melakukan apapun di dalamnya. Mulai dari menabrak pejalan kaki, membunuh pelaku prostitusi, dan lain-lain.
Akibatnya, hampir setiap ada seri game GTA baru muncul, game ini langsung dikaitkan dengan tindak kekerasan. Bahkan berkali-kali game ini dijadikan kambing hitam bagi para politisi yang menginginkan pembatasan peredaran game tertentu, agar tidak dijangkau anak-anak.
Yang menarik, tidak sedikit loh pelaku kriminal yang menuturkan bahwa mereka melakukan kekerasan karena terinspirasi oleh game satu ini. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu pernah terdorong berbuat anarkis setelah bermain game satu ini?
