6 Game Keren yang Mendapatkan Respons Jelek Ketika Dirilis


Kali ini Gimbot bakal membahas 6 judul video game keren yang terpaksa harus dicaci maki ketika dirilis. Apa saja? Berikut ulasannya.

Game yang Dicaci Maki

Sudah menjadi fenomena wajar jika ada beberapa judul game keren yang memberikan hype luar biasa kepada para penggemarnya sejak keberadaannya resmi diumumkan.

Hype semacam ini biasanya dibangun melalui penampakan trailer atau melalui gameplay yang dipamerkan pihak developer untuk menggenjot minat kalangan gamers. Namun kenyataannya, ada sejumlah game yang setelah dibangun dengan hype tinggi tetapi justru mengecewakan ketika sudah jatuh ke tangan kita.

Nah, lewat daftar berikut, Gimbot sudah memilihkan 5 judul video game keren paling hype yang mendapat respons jelek ketika dirilis. Berikut daftarnya.

Assassin’s Creed Unity

Game yang Dicaci Maki

2014 merupakan tahun yang menjadi batu loncatan bagi franchise Assassin’s Creed. Pasalnya, di tahun tersebut, franchise game open-world satu ini memasuki era pengadopsian teknologi next-gen yang benar-benar baru di tahun tersebut dengan mendaulat Assassin’s Creed Unity sebagai ujung tombak eksklusif mereka untuk console game generasi ke delapan.

Ubisoft sendiri sukses memainkan hype Assassin’s Creed Unity lewat beragam video trailer hingga akhirnya waktu yang dinanti tiba. Tak disangka, game ini justru tampil mengecewakan.

Meski punya grafis mentereng, Unity justru memiliki masalah teknis di mana-mana, salah satunya adalah masalah framerate. Isu framerate semakin menjadi-jadi kala para pengguna VGA Radeon mengalami frame drop yang cukup parah dibandingkan para pengguna VGA Card Nvidia.

Masalah serupa juga terjadi di console seperti Xbox One dan PS4 yang harus puas dengan inkonsistensi pencapaian frame rate hingga angka 30 ke bawah. Meskipun telah diperbaiki, namun gamer tidak akan lupa dengan penampilan wajah tanpa tulang tengkorak yang gambarnya bisa mudah kamu cari di internet.

Watch Dogs

Game yang Dicaci Maki

Tak hanya Assassin’s Creed Unity, tahun yang sama juga menjadi masa-masa berat bagi Ubisoft. Setelah Assassin’s Creed mendapatkan reaksi negatif, game IP baru mereka, Watch Dogs juga harus mendapatkan sambutan sama, meskipun dari segi penjualan, Watch Dogs tidaklah buruk.

Setelah gamer merasakan hype yang luar biasa menyaksikan debut trailer game ini di tahun 2012, mereka justru menelan pil pahit ketika Watch Dogs hadir dengan tampilan yang tak sesuai apa yang ditunjukkan Ubisoft.

BACA JUGA: Review Sekiro: Shadow Die Twice – Seni Sebuah Pertarungan

Isu downgrade grafis serta misi kurang begitu inovatif membuat Watch Dogs menjadi salah satu game yang dicaci maki ketika dirilis.

Akibat kekecewaan yang dirasakan atas Watch Dogs pertama, Ubisoft harus membangun reputasi mereka lagi dari nol agar gamer berminat dengan inovasi yang mereka tawarkan ke Watch Dogs 2. Hasilnya? Well, bisa dibilang sales pre-order Watch Dogs 2 tidak setinggi seri yang pertama.

Batman Arkham Knight

Game yang Dicaci Maki

Mayoritas gamer pasti setuju jika Batman Arkham Asylum dan Arkham City disebut sebagai game masterpiece dari Rocksteady. Harapan serupa tentu saja datang ketika akhir perjalanan serial Arkham akan ditutup lewat kehadiran Batman Arkham Knight.

Alih-alih memberikan kesan yang baik, kemunculan game ini justru mendapatkan reaksi negatif, terutama dari kalangan gamer PC yang tidak puas dengan port Batman Arkham Knight. Game ini bahkan sempat ditarik untuk sementara dari Steam karena masalah yang dimilikinya terlampau banyak, sehingga reputasi sempurna Rocksteady, terpaksa harus tercoreng karena masalah port ini.

Bayangkan saja, Arkham Knight mendapatkan masalah seperti framerate yang inkonsisten dan sering mengalami stutering parah di beberapa momen. Meskipun versi console game ini melenggang mulus di penilaian para reviewer, Arkham Knight terpaksa harus puas dengan nilai User Score 3.0 di Metacritic.

Fallout 76

Game yang Dicaci Maki

Bethesda Studios merupakan salah satu developer yang terkenal akan kreatifitasnya. Game seperti serial The Elder Scrolls dan Fallout merupakan franchise andalan yang menunjukkan bukti kreatifitas mereka di pengerjaan game open-world.

Meskipun demikian, Bethesda Studios justru tersandung kala mereka menggarap Fallout 76, game debut pertama dari seri Fallout yang merambah tren games as a service. Saat dirilis, Fallout 76 rupanya menyajikan gameplay dan ratusan bugs yang tak sesuai dengan harapan gamer.

Fallout 76 sendiri juga menjadi masalah ketika kualitas salah satu barang dalam edisi kolektor yang Bethesda berikan ternyata tak sesuai dengan deskripsi saat diumumkan. Beragam masalah lain yang terdapat dalam game ini akhirnya membuat Fallout 76 jadi salah satu game yang kemunculannya mengecewakan di tahun 2018.

Need for Speed: Payback

Game yang Dicaci Maki

Need for Speed: Payback sejatinya merupakan game yang bagus. Namun potensi game ini justru harus dicederai dengan keberadaan mekanisme microtransaction yang terkesan dipaksakan oleh EA.

Dengan mekanisme gameplay barunya yang terlihat seperti sebuah permainan game mobile, Need for Speed: Payback menuntut kalian untuk melakukan grinding semaksimal mungkin ketika memainkan mode campaign.

Jika tidak sanggup melakukan grinding sistem kartu mobil yang diperkenalkan Need for Speed: Payback, EA menyediakan pilihan microtransaction untuk mempercepat progress permainan.

BACA JUGA: 5 Pertimbangan Penting untuk Membeli Mortal Kombat 11

Akibat kekurangan dari mekanisme baru yang diperkenalkan EA, banyak kalangan yang menganggap Need for Speed; Payback tidak lebih baik dari Underground dan Most Wanted yang notabene merupakan game jadul.

Anthem

Anthem adalah game yang dibesut oleh Bioware, developer bawahan EA yang bertanggung jawab atas keberhasilan trilogi Mass Effect dan Dragon Age di masa lalu. Sama seperti karya game Bioware sebelumnya, Anthem mampu membuat gamer berdecak kagum ketika pertama kali diumumkan, berkat presentasi video trailer-nya yang bagus.

Namun sayangnya, ketika dirilis, kualitas permainan Anthem pun akhirnya dipertanyakan. Beberapa masalah teknis yang cukup signifikan seperti durasi dan jumlah loading berlebihan, konten yang dangkal, serta penyajian cerita yang dipaksakan, membuat pamor Anthem yang semula baik menjadi buruk.


Itulah tadi beberapa pilihan game keren yang mendapatkan respons negatif setelah dirilis. Sejauh pengalaman bermain saya pribadi, beberapa game di atas sudah mengalami perbaikan yang signifikan, sehingga nasibnya kini sedikit lebih baik dibandingkan masa peluncurannya.

Selain beberapa judul di atas, kira-kira game keren apalagi yang respons kemunculannya meleset dari hype kemunculan awal mereka? Suarakan judul game pilihanmu di kolom komentar!


Adam Imadudin

Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!