7 Game Rhythm Nintendo Switch Keren Untuk Kamu yang Suka Musik

Jika kamu punya koordinasi tangan, mata, DAN telinga (atau kadang badan) yang sangat bagus, kamu mungkin perlu punya salah satu dari game ini


game-rhythm-nintendo-switch-featured

Satu keunikan Nintendo Switch yang tidak dimiliki console lain adalah portability. Artinya selain dimainkan di depan layar TV layaknya home console, Nintendo Switch juga bisa kamu bawa ke mana-mana dalam mode handheld. Tidak cuma itu, dalam posisi handheld, layar di Nintendo Switch ini punya fungsi touch screen.

Ditambah layar yang cukup besar, Nintendo Switch memungkinkan kamu memainkan berbagai game rhythm, sebuah genre di mana kamu harus menekan tombol mengikuti irama musik yang ada. Tapi jika kamu tidak suka bermain dengan touch screen, beberapa game rhythm di bawah ini juga bisa kamu mainkan dengan controller.

Cytus Alpha

Jika kita membahas game rhythm di platform yang bisa dimainkan handheld, kita tentu harus memasukkan tiga game buatan Rayark. Sebagai rekomendasi pertama, kami akan membahas seri paling lama tapi game paling baru dari developer ini.

Cytus Alpha adalah game terbaru dari seri Cytus dengan fitur tambahan, visual yang lebih keren, dan tentunya lagu-lagu baru. Tapi yang kamu cari game ini adalah gameplay-nya yang unik.

Dalam Cytus Alpha, berbagai lingkaran bermunculan dan disapu oleh sebuah garis yang bergerak ke atas dan bawah seiring lagu dimainkan. Tugasmu adalah menekan lingkaran yang terbentuk sempurna tepat saat lingkaran tersebut menyentuh garis yang bergerak. Tentu saja, gerakan ini akan mengikuti irama yang ada. Di level tinggi, mekanisme ini punya tantangan yang cukup seru karena kamu harus mengikuti banyak hal yang bergerak. Untungnya musik elektronik yang mengiringi selalu enak didengar.

Deemo

Dari semua game rhythm buatan Rayark, Deemo mungkin yang paling standar dari segi gameplay. Tapi bukan berarti game ini tidak punya keunikannya sendiri.

Memang, dalam Deemo kamu menekan tombol atau layar ketika blok not yang jatuh dari atas menyentuh garis yang ada di bawah layar. Tapi jika game rhythm yang umum biasanya punya ukuran blok yang sama, ukuran blok Deemo selalu berbeda bahkan di satu lagu yang sama. Jadi pastikan kamu siap menghadapi blok kecil yang menuntut akurasi lebih.

Selain gameplay, Deemo juga punya elemen cerita yang diperlihatkan melalui gambar statis. Cerita ini berkembang seiring makin banyaknya lagu yang kamu mainkan di Deemo yang mayoritasnya adalah musik piano. Cerita ini juga tidak hanya sekadar ada, tapi cukup menyentuh.

By the way, belum lama ini Rayark juga mengumumkan akan merilis Deemo 2

Voez

Voez adalah seri game rhythm paling baru yang dirilis oleh Rayark. Hebatnya, di game ini mereka tetap bisa menawarkan pengalaman yang berbeda, baik dari segi gameplay maupun estetik visual.

Sekilas, Voez juga terlihat seperti game rhythm biasa yang hanya mengganti blok not menjadi titik yang turun mengikuti garis. Tugasmu seperti biasa adalah menekan titik/blok tersebut ketika menyentuh garis di bagian bawah layar. Tapi bedanya adalah grid atau kolom yang jadi tempat blok ini turun bisa bergerak seiring musik. Jadi dalam satu lagu kamu tidak akan pernah bermain dengan layar permainan yang sama. Kami jamin kamu akan perlu konsentrasi yang tinggi tidak hanya untuk melihat gerakan tiap blok, tapi juga perpindahan grid yang mungkin terjadi secara bersamaan.

Lalu dalam urusan visual, Voez menggunakan estetik ala anime yang indah. Kamu juga akan punya beberapa misi yang jika diselesaikan akan membuka potongan cerita yang digambarkan melalui jurnal/diary atau post media sosial.

Taiko no Tatsujin: Drum ‘n’ Fun

Jika kamu pernah bermain di arcade center seperti Timezone, kamu mungkin pernah menemukan mesin bernama Taiko no Tatsujin atau malah suka memainkannya. Well, mesin itu juga tersedia dalam versi mungil di Nintendo Switch.

Sesuai namanya, dalam game ini kamu harus memukul Taiko atau drum Jepang untuk memainkan sebuah lagu. Dalam versi arcade, kamu hanya harus menekan dua jenis “tombol”, yaitu memukul bagian tengah atau pinggir Taiko. Tapi dalam Nintendo Switch, kamu akan menggunakan JoyCon yang dilepas sebagai pemukul. Untuk memukul gendang sesuai blok yang muncul, kamu tinggal mengayunkan JoyCon dari atas ke bawah atau menyamping.

Meskipun hanya perlu melakukan dua jenis gerakan dalam urutan dan timing yang tepat, Taiko no Tatsujin sebenarnya cukup menantang. Dalam lagu yang sulit dan berkecepatan tinggi, kamu harus benar-benar cepat dan akurat dalam mengayunkan tanganmu karena kamu tidak akan diberi waktu istirahat untuk menyelesaikan satu lagu. Oh, untuk urusan lagu, pilihanmu sangat beragam dari lagu khas Jepang, elektronik, hingga lagu anime yang mungkin familier di telingamu.

Just Dance 2020

Sesuai namanya, Just Dance adalah game di mana kamu harus bergerak mengikuti irama lagu. Kali ini, yang bergerak tidak hanya tangan saja melainkan seluruh anggota tubuhmu.

That’s it! Sembari memegang JoyCon di kedua tangan, kamu harus bergerak agar JoyCon menangkap indikator yang ada di posisi tertentu di layar. Memang, sejatinya kamu mungkin bisa hanya menggerakkan tangan saja selama posisi JoyCon kamu tepat mengenai indikator. Tapi ketika melihat siluet yang bergerak di layar, saya jamin badanmu tidak bisa menolak untuk ikut bergerak meskipun kamu sendiri tidak terlalu mahir berdansa.

Koleksi lagu yang tersedia di Just Dance 2020 tentunya sangat beragam, mulai dari lagu klasik hingga lagu modern yang belum lama ini kamu dengar. Tapi satu hal yang jelas adalah semua lagu menawarkan gerakan dansa yang unik.

Crypt of The Necrodancer

Dari semua game dalam daftar ini, saya rasa Crypt of The Necrodancer adalah yang paling unik. Karena dalam game ini, kamu tidak hanya menekan tombol untuk mengikuti irama, tetapi juga kumpulan musuh dalam sebuah dungeon.

Dalam game ini, kamu akan memasuki dungeon yang penuh dengan monster. Tapi untuk bergerak, kamu harus menekan tombol (entah itu tombol bergerak atau menyerang) mengikuti irama yang ditunjukkan melalui indikator di bawah layar. Musuhmu juga bergerak mengikuti irama ini, tapi dengan pola yang beragam. Jadi kamu harus bisa tetap mengikuti irama sambil melakukan gerakan yang membuatmu bisa mengalahkan para monster ini.

Saking uniknya, Crypt of The Necrodancer juga mendapatkan sebuah game spin-off yaitu Cadence of Hyrule. Sesuai namanya, di game tersebut kamu mengendalikan karakter-karakter The Legend of Zelda.

Superbeat: Xonic

Superbeat: Xonic sejatinya adalah game rythm dengan mekanisme gameplay yang cukup standar. Tapi gameplay ini dikemas dalam visual yang sedikit berbeda dan ditambah dengan sedikit sentuhan baru.

Dalam game ini kamu harus menekan blok yang bergerak mendekat ke bagian kiri atau kanan layar. Tapi sejatinya ini adalah garis yang di game rhythm umum berada di bagian bawah layar yang kemudian diletakkan di samping. Yang membedakan game ini dan membuatnya unik justru terletak pada variasi gerakan atau cara menekan tombol yang harus kamu lakukan. Tidak cuma itu, karena kamu harus menekan bagian pinggir layar, game ini bisa dimainkan dengan fitur touch screen dan juga tombol JoyCon jika kamu ingin.


Apakah kamu punya paling tidak salah satu game rhythm di atas? Jika belum, percayalah, punya satu game dengan genre ini di Nintendo Switch bisa membantumu menghabiskan waktu lima hingga 10 menit ketika menunggu sesuatu. Karena umumnya dalam game di atas, satu lagu durasinya tidak jarang melewati lima menit.


Kaoru