Bisa Menamatkan Game Tanpa Mati Sekalipun? Buktikan di 10 Game Rogue-Like Ini


daftar-game-rogue-like-featured

Game dengan elemen rogue-like punya dua karakteristik khusus, yaitu level yang dibuat secara acak serta permadeath. Artinya tiap sesi bermain game rogue-like akan memberikan pengalaman yang berbeda. Namun karena begitu mati kamu harus mulai kembali dari awal, kamu tentu harus ekstra hati-hati.

Game rogue-like dikenal sangat sulit dan murni menantang kemampuanmu sebagai pemain. Namun jika kamu adalah pemain yang memang jago dan/atau suka tantangan, kamu mungkin perlu mencoba 10 game rogue-like ini.

Kami juga punya artikel yang menjelaskan asal mula game rogue-like dan daya tariknya

Spelunky (Playstation 4, PC)

Jika kamu suka game platformer tapi ingin tantangan lebih, kamu wajib mencoba Spelunky. Dalam game ini kamu harus menjelajahi beberapa level dan tetap bertahan hidup untuk berburu harta karun. Hati-hati karena tiap area punya perangkap dan musuh yang berbahaya.

Spelunky adalah game yang sulit, namun sangat seru. Tiap sesi akan terasa sangat fresh karena selalu berbeda, mulai dari layout level, lokasi loot, dan alat-alat yang bisa kamu temukan.

The Binding of Isaac: Rebirth (Playstation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch)

Jangan terkecoh dengan karakter The Binding of Isaac: Rebirth yang lucu. Sang karakter utama Isaac harus melewati banyak dungeon penuh makhluk mengerikan. Semuanya demi kabur dari sang ibu yang ingin membunuhnya yang gelap mata atas pemahaman religius ekstrem.

Tapi tenang saja, karena Isaac punya senjata jarak jauh untuk menghadapi makhluk-makhluk mengerikan yang ia temui. Senjata ini juga bisa kamu upgrade dan/atau ganti sesuai dengan gaya permainanmu.

Slay The Spire (PC, Nintendo Switch)

Jika kebanyakan game rogue-like melibatkan elemen action, Slay The Spire menggunakan elemen yang berbeda, yaitu kartu.

Dalam tiap sesi, kamu akan memulai dengan deck berisi segelintir kartu. Seiring perjalanan, kamu akan mendapatkan pilihan kartu yang bisa kamu masukkan ke dalam deck. Agar bisa menyelesaikan permainan, kemampuanmu membangun deck berisi kartu yang bersinergi satu sama lain jelas jadi tantangan pertama. Setelah itu, kamu harus bisa memainkan deck kamu dengan baik.

Into The Breach (PC, Nintendo Switch)

Dunia yang kamu kenal sudah hancur akibat serangan kelompok monster serangga raksasa. Sebagai time traveler, kamu kemudian mengembara di beberapa timeline untuk menyelamatkan dunia.

Sejatinya Into The Breach adalah game strategi dengan arena petak 8×8 yang sederhana. Hanya saja dalam area kecil itu, kamu harus mengendalikan tiga unit robot untuk menyelesaikan misi sekaligus menjaga orang-orang tidak bersalah dari serangan monster. Dengan gameplay turn-based dan kekuatan robot yang unik, kamu harus benar-benar memikirkan tiap langkah. Salah sedikit saja bisa berakibat malapetaka.

Moonlighter (Playstation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch)

Moonlighter adalah perpaduan antara rogue-like dan RPG. Di malam hari, kamu akan menjelajahi dungeon untuk mencari harta karun. Semua harta karun yang kamu dapatkan bisa kamu jual atau digunakan langsung.

Kemudian di pagi hari kamu akan berjualan sebagai seorang pemilik toko. Tiap uang yang kamu dapatkan bisa kamu gunakan untuk berbagai macam upgrade, termasuk upgrade untuk senjata agar kamu makin kuat ketika menjelajahi dungeon di malam berikutnya.

Faster Than Light (PC)

Sebelum membuat Into The Breach, developer Subset Games sudah membuat game lain, yaitu Faster Than Light. Sama seperti game terbarunya, Faster Than Light juga punya elemen rogue-like, tapi gameplay dan tema yang berbeda.

Dalam Faster Than Light, kamu harus membangun sebuah pesawat luar angkasa. Sepanjang perjalanan kamu akan bisa memperbaiki, memperkuat, atau menambah awak pesawatmu. Namun di saat yang sama kamu juga akan menemui berbagai musuh. Ketika bertempur kamu harus bisa penggunaan energi pesawatmu, memerintah awak kapal, dan tentunya menyerang untuk bisa mengalahkan musuh tersebut.

Enter The Gungeon (Playstation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch)

Jika kamu merasa The Binding of Isaac terlalu gelap dan muram, mungkin kamu lebih suka Enter The Gungeon. Kamu tetap harus menembak musuh. Hanya saja kali ini kamu menembak dengan senjata api.

Daya tarik Enter The Gungeon tentu saja ada di koleksi senjatanya. Sepanjang perjalanan, kamu akan menemukan senjata yang bisa kamu ambil dan gunakan. Tiap senjata ini punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan bereksperimen dengan tiap senjata sambil tetap bisa menjaga satu nyawamu yang rapuh akan membuat tiap sesi bermainmu terasa seru.

Darkest Dungeon (Playstation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch)

Dalam Darkest Dungeon, kamu harus menjelajahi dungeon gelap yang penuh dengan makhluk mengerikan. Namun yang menjelajahi dungeon ini bukanlah kamu, melainkan pasukan yang kamu bentuk.

Pasukan yang kamu miliki adalah rakyat biasa dengan kemampuan uniknya masing-masing. Hanya saja jika tidak diurus dengan baik, pasukan ini bisa mengalami gangguan jiwa akibat horor yang ada di dungeon. Tugasmu adalah memastikan kondisi pasukanmu. Jika tidak, mereka akan mati di dalam dungeon, selamanya.

Rogue Legacy (Playstation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch)

Tidak seperti semua game di atas, Rogue Legacy punya elemen permadeath yang lebih jinak. Meskipun satu kematian berarti mengulang permainan dari awal, kamu tidak akan pernah mengulang dengan tangan kosong. Apapun upgrade yang sudah kamu dapatkan bisa kamu simpan di sesi berikutnya, sehingga karaktermu akan lebih kuat ketika kamu memulai kembali.

Meskipun secara teknis lebih mudah, bukan berarti Rogue Legacy sama sekali tidak seru. Tantangan platforming serta musuh yang disajikan dalam game ini tetap bisa membuatmu ketagihan.

Dead Cells (Playstation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch)

Sama seperti Rogue Legacy, dalam Dead Cells kamu bisa menyimpan berbagai upgrade yang kamu miliki di tiap sesi. Hanya saja bukan berarti upgrade tersebut bisa membuat Dead Cells mudah.

Pertama upgrade yang kamu dapatkan di Dead Cells terbilang cukup mahal. Artinya kamu perlu waktu yang sangat lama agar karaktermu jadi terlalu kuat. Kedua, tiap musuh di Dead Cells sejak awal memang sulit dikalahkan. Meskipun sudah jadi kuat, kamu tetap harus memiliki kemampuan yang mumpuni. Jika tidak kamu akan terbunuh dengan mudah dan kembali ke awal.


Like it? Share with your friends!

Kaoru

Facebook Comments