Assassin’s Creed Valhalla – Layak Dibeli atau Tidak?


Assassins Creed Valhalla menjadi salah satu game Assassin's Creed terbaik yang pernah dibuat. Tapi apakah layak dimainkan atau tidak?

Assassins Creed valhalla

Beberapa bulan telah berlalu dan akhirnya kesempatan memainkan Assassin’s Creed Valhalla datang. Harus diakui ada banyak hal yang membuat saya sebagai penggemar game ini terkejut dibuatnya. Ubisoft memang benar-benar serius membuat game ini untuk berada di level yang lebih baik dibandingkan semua pendahulunya.

Lantas apakah setelah berbulan-bulan lamanya, Assassin’s Creed Valhalla masih layak untuk dibeli? Atau justru game ini akan ketinggalan zaman? Menurut saya pribadi, game ini masih akan sangat layak dibeli dan dimainkan kapanpun kalian mau. Bahkan setelah berbulan-bulan dirilis dan baru memainkannya saat ini, saya cukup enjoy untuk memainkannya.

Meskipun selama permainan ada sedikit bug minor yang ditemukan, tapi itu tidak membuat Assassin’s Creed Valhalla menjadi membosankan atau buruk. Lantas apa yang membuat Assassin’s Creed Valhalla layak dibeli pada akhirnya? Dan apa yang jadi pertimbangan untuk membelinya? Berikut ulasannya!

Tema Tentang Nordic, Kisah yang Menarik

assassins creed valhalla

Nordic selalu menjadi salah satu mitologi yang menarik untuk diikuti. Ada banyak seperti mitos atau hal-hal luar biasa yang disajikan di Nordic seperti kehadiran dewa-dewanya sampai lanskap wilayahnya yang memanjakan kita. Mengangkat tema mengenai Nordic, Assassins Creed Valhalla tidak hanya menawarkan soal mitologinya saja melainkan soal detail rakyatnya.

Tidak hanya diperlihatkan soal konsep sembilan dunia, dewa-dewa, dan makhluk-makhluk mengerikan di dalamnya. Kita juga diajak melihat perilaku orang-orang Nordic lebih dekat seperti penjelajahan wilayah baru sampai konsep mengenai solidaritas orang Nordic.

BACA JUGA: Menjajal Demo Resident Evil Village – Bukan Omong Kosong!!

Kita bisa melihat dengan detail soal Nordic di Assassin’s Creed Valhalla ini. Hal ini dipadukan dengan jalan cerita yang menarik serta masuk akal di mana Eivor sebagai tokoh utama harus membantu klannya mencari kejayaan baru di tanah baru yang sudah jelas belum mereka kuasai.

Tema mengenai Nordic dan kisah yang diangkat akan membuat kalian tenggelam ke dalamnya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kalian harus memainkannya, khususnya buat gamer yang senang Assassins Creed atau mitologi Nordic.

Segudang Kegiatan Seru Hadir!

Salah satu tolok ukur apakah game membosankan atau tidak menurut saya pribadi adalah dari sisi konten yang dihadirkan. Menyematkan beribu-ribu konten dari DLC adalah hal wajar, tapi apa jadinya jika gamer memiliki beribu-ribu konten buat dimainkan tanpa DLC? Assassin’s Creed Valhalla berhasil menghadirkannya, sesuatu yang menurut saya cukup gila.

Jika dibandingkan dengan beragam konten serta kegiatan yang ada di The Witcher 3: Wild Hunt, Assassins Creed Valhalla berhasil menyajikan lebih banyak konten untuk dilakukan. Kalian bisa memancing, beradu minum, melakukan roasting, bertarung di arena pertarungan jalanan, berburu hewan legendaris, berburu item mistik, dan masih banyak lagi. Map di daratan Norwegia atau Inggris tidak akan pernah membosankan.

Kalian juga bisa melakukan upgrade pada desa yang kalian tempati untuk mendapatkan hadiah serta resource atau buff yang lebih banyak lagi. Semakin bagus desa yang dimiliki, semakin membantu Eivor dalam berbagai hal.

Walaupun soal upgrade kalian harus menjelajahi map dan melakukan grinding, namun semuanya bisa dilakukan dengan menyenangkan serta tidak bosan sama sekali. Jika bosan di satu kegiatan, kalian bisa melakukan kegiatan lainnya, begitu seterusnya.

Bahkan salah satu misi sampingan seperti Order of the Ancient misalnya mengharuskan kalian melakukannya dalam waktu lama. Kalian harus melacak sejumlah target yang harus dibunuh dan beberapa target mengharuskan kalian mencapai titik cerita tertentu.

Kalian yang hobi grinding dan eksplorasi bakal sangat termanjakan dengan konsep yang diterapkan oleh Assassin’s Creed Valhalla karena berbagai kegiatan solid yang dihadirkan. Menariknya, sejumlah kegiatan-kegiatan ini akan menghadirkan beragam hadiah! Jadi, kalian memiliki alasan untuk menyelesaikan tiap-tiap misi yang ada karena hadiahnya akan cukup berpengaruh untuk kalian di dalam game tersebut.

Kecerdasan Ubisoft Sangat Terlihat di Game Ini

Ubisoft harus diakui memang cukup cerdas dalam mengembangkan game tersebut. Bukan hanya membawa konsep lama seperti Hidden Blade beserta dengan one hit kill-nya, mereka membawa berbagai hal yang kurang umum di dalam franchise ini.

Pertama, adanya konsep mount yang bisa diupgrade kemampuannya. Tidak hanya sekadar mengejar kosmetik, kalian bisa menaikan sejumlah skill tunggangan kalian di dalam game ini. Salah satu skill yang paling menarik adalah membuat tunggangan kalian bisa berenang melintasi map yang ada di dalamnya.

Konsep ini baru diterapkan pertama kali di Assassins Creed Valhalla dan ini menjadi salah satu yang patut dipertahankan di masa depan. Kemudian hal selanjutnya yang cukup menarik adalah hadirnya konsep mystical equipment yang didapatkannya butuh usaha keras.

BACA JUGA: Game yang Memiliki DLC Termahal

Bahkan dengan karakter yang overpower sekalipun kalian belum tentu bisa mendapatkan Thor Armor dan Mjolnir secara utuh. Ada hal di luar resource yang wajib kalian miliki serta lakukan demi bisa mendapatkan Thor Armor serta Mjolnir secara utuh.

Biasanya di game terdahulu, dengan memiliki banyak uang, kalian sudah bebas melakukan apapun. Atau ketika berada di level maksimum, kalian bebas mengenakan equipment apapun. Tapi di sini, semua berbeda, kalian tidak bisa sebebas yang kalian mau untuk menjadi kuat.

Bahkan di level maksimum dengan 400++ skill point, musuh masih bisa membunuh atau melukai kalian. Damage yang mereka miliki masih cukup besar sehingga meski sudah berada di level maksimum, kalian tetap wajib waspada dalam menjelajah atau menyelesaikan misi.

Balancing yang dilakukan sangat cerdas, membuat Assassin’s Creed Valhalla sama sekali tidak membosankan walaupun karakter kalian sudah sangat overpower dari sisi statistik. Ketika kalian berada di penghujung game dengan segala kehebatan karakter yang kalian miliki, masih ada banyak konten menantang yang bisa dikerjakan.

Dari hal ini, Assassins Creed Valhalla sudah mewakili esensi dari open world yang sesungguhnya karena dunia benar-benar terbuka dan konsep overpower bisa melakukan segalanya terkadang tidak relevan di game ini. Kalian dituntut untuk terus upgrade dan belajar sampai semua konten habis kalian babat!

Kenapa Game Ini Bisa Tidak Cocok dengan Kalian?

Meskipun game garapan Ubisoft ini cukup menarik dan luar biasa, tapi bagi sebagian orang, Assassin’s Creed Valhalla bisa tidak cocok. Kenapa? Luas dunia dan kontennya menjadi kekurangan game ini buat sebagian orang. Untuk bisa menggarap sebagian atau keseluruhan kontennya, dibutuhkan waktu puluhan jam atau bahkan ratusan jam.

Kalian harus menjelajah, grinding, dan melakukan raid agar Eivor bisa menjadi karakter yang kalian mau. Buat sebagian orang, hal ini terasa amat susah karena mereka tidak punya cukup banyak waktu melakukan eksplorasi.

Sialnya, menggunakan karakter yang overpower pun tidak bakal membantu karena gamer tetap harus dituntut untuk melakukan eksplorasi jika ingin membuat Eivor menjadi karakter yang lebih kuat. Bagi gamer dengan sedikit waktu bermain, game seluas dan sepadat ini akan tidak cocok buat mereka.

Jadi, untuk yang sekiranya hanya punya waktu sedikit untuk bermain, kalian masih tetap membelinya, namun dengan konsekuensi kalian akan bosan atau game ini akan terbengkalai pada akhirnya karena progress permainan yang lambat.

Tapi buat kalian yang punya banyak waktu bermain cukup, kalian bisa melirik game tersebut dan menyelesaikannya. Jadi, pilihan untuk memainkannya ada pada diri kalian sendiri, apakah layak atau tidak. Tapi menurut saya pribadi, game ini layak karena tidak lekang oleh waktu.

Mau dimainkan kapanpun, Assassin’s Creed Valhalla selalu siap membuat kalian bergembira ria.

Kesimpulan

Sejauh ini dari segi konten dan detail, Assassin’s Creed Valhalla adalah yang terbaik dari seluruh Assassins Creed. Meski dari sisi cerita terkesan dragging di beberapa sisi, untungnya selingan memasukan mitologi Nordic akan membuat kalian menjadi termanjakan serta terasa fresh.

Belum lagi fitur balancing yang hadir membuat kalian tetap akan menikmati game ini. Sekuat apapun statistik karakter yang dipunya tetap akan bisa membunuh kalian jika kurang waspada.

Beberapa item legendaris bahkan tidak bisa didapatkan hanya dengan karakter yang kuat saja sehingga tantangan tetap akan ada hingga akhir permainan. Beragam kegiatan unik dan menarik juga siap memanjakan gamer, sehingga kegiatan unik ini akan menjadi obat bosan saat kalian harus grinding dan mengikuti jalan ceritanya yang panjang.


Azzizil Adam

Pencinta musik keras yang hobi main game! Orangnya fun, gak neko-neko.