[OPINI] Alasan Mengapa Kamu Perlu Menunda Pre-Order Death Stranding


Mau pre-order Death Stranding? Jangan dulu, mengapa? Berikut alasannya.

Death Stranding

Sosok Hideo Kojima menjadi topik pembicaraan beberapa pekan lalu bertepatan dengan trailer terbaru Death Stranding yang dirilis oleh Sony. Dalam trailer itu Death Stranding menunjukkan banyak detail dan juga tanggal rilis pasti.

Untuk tanggal rilis, Death Stranding bakal meluncur pada 8 November 2019. Namun untuk detail gameplay, tak banyak yang bisa digali dari Death Stranding. Game ini tetap membingungkan seperti saat pertama kali diperkenalkan oleh Kojima tahun 2016 silam.

Meski begitu, banyak gamer yang sudah masuk ke dalam gelombang hype dan memutuskan untuk melakukan pre-order. Buat saya pribadi, melakukan pre-order game yang tidak dimengerti sama halnya membeli kucing dalam karung.

Meski optimis Death Stranding bakal menjadi game yang potensial, saya justru hendak menyarankan wait and see terlebih dulu dan tidak segera melakukan pre-order. Kenapa? Inilah beberapa pendapat saya.

Genre dan Gameplay yang Masih “Mengambang”

death stranding

Hingga trailer terbarunya diluncurkan, hanya sedikit yang bisa diketahui dari gameplay Death Stranding. Kebanyakan yang sukses digali adalah dari segi cerita di mana kita bakal bermain sebagai Sam Bridges yang diminta untuk menyatukan kembali Amerika Serikat pasca terpisah menjadi beberapa bagian.

Dari segi gameplay maupun genre, Death Stranding ini masih sama sekali belum jelas. Kojima sendiri mengatakan bahwa ini merupakan game dengan model permainan baru di mana para pemain di dalamnya nanti bakal saling terhubung dan bekerjasama menyatukan Amerika Serikat kembali.

Tapi jika dilihat dari kacamata gamer awam, Death Stranding tak ubahnya seperti game open world biasa dengan cita rasa Metal Gear Solid yang kental. Ada banyak tools berguna dalam petualangan dan Sam juga bisa bergerak secara stealth di beberapa momen demi menghindari ancaman yang ada.

Jika memang game ini seperti Metal Gear Solid dan seperti game Open World lainnya, cukup aman bagi Death Stranding. Tapi jika mengusung tema-tema baru yang Kojima bilang, Death Stranding masih belum aman.

BACA JUGA: Kiat Merakit PC Gaming dengan Uang Rp3,6 Jutaan

Akan ada banyak elemen baru yang dieksekusi nantinya dan kita belum tahu apakah elemen baru itu bakal asyik atau tidak. Selain itu, saling terhubungnya player bakal menimbulkan sebuah pertanyaan.

Apakah game ini mengharuskan kita online? Tapi secara logika, saling terhubung antar pemain tentu membuat Death Stranding harus menggunakan koneksi internet.

Keterhubungan inilah yang harus dipikirkan terutama bagi gamer dengan koneksi internet lamban. Dengan banyaknya hal-hal yang tidak diketahui dari segi genre dan mekanisme gameplay, menahan diri untuk pre-order Death Stranding adalah pilihan bijak.

Apakah akan Repetitif?

Sebagai game eksklusif yang dibuat oleh Hideo Kojima bukanlah jaminan game satu ini bakal asyik untuk dimainkan. Ada banyak faktor mengapa sebuah game nantinya bakal berhasil dinikmati atau tidak.

Karena kenyataannya, tak sedikit juga game yang di-support Sony berakhir buruk nasibnya (seperti Days Gone). Death Stranding, bisa saja menjadi salah satu yang dicap buruk bukan?

Sebagai sebuah game open world, yang menjadi kegelisahan saya pribadi adalah apakah nantinya game ini bakal repetitif? Menjadi tukang suruh untuk menyelesaikan sesuatu yang diulang secara terus menerus.

Semakin meningkatnya standar game open world saat ini membuat Death Stranding punya tugas besar untuk membuat gamer betah berlama-lama menatap layar.

BACA JUGA: THR 2019 Untuk Gamer Bisa Digunakan Buat Apa?

Di tahun 2015, The Witcher 3 berhasil melakukan hal tersebut dan di akhir tahun 2018, Red Dead Redemption 2 diklaim sukses membawa genre open world ke arah baru, meskipun porsi ceritanya dinilai cukup lamban bagi beberapa pemain.

Kedua game ini dicap punya banyak kegiatan yang menarik untuk membuat gamer tenggelam di dalamnya. Misi utama, misi sampingan, dan cerita menjadi daya jual mereka.

Hingga sekarang kita masih belum tahu, akan seperti apa dunia Death Stranding. Kojima baru mengatakan jika semua gunung yang ada di game ini bakal bisa dinaiki.

Namun dari segi NPC, dunia Death Stranding cukup kosong. Apakah bakal seperti Fallout 76 yang hidup tanpa NPC? Semua masih abu-abu. Yang sudah pasti adalah gamer bakal melakukan perjalanan berbahaya karena Sam adalah orang yang selalu ditugaskan untuk mengantar barang!

“Bukan untuk Semua Gamer

Salah satu faktor yang membuat saya menyarankan untuk tidak melakukan pre-order Death Stranding adalah nantinya game ini justru tidak cocok untuk semua gamer.

Ya, anggaplah nantinya kualitas Death Stranding itu bagus baik dari segi gameplay, fitur, dan cerita. Tapi justru karena saking bagusnya, Kojima justru menerapkan banyak hal yang susah dimengerti semua gamer.

Misalnya saja narasi yang sangat mendalam dengan banyak dialog penting di dalamnya atau fitur saling terhubung yang sempurna namun harus menggunakan internet yang prima sebagai basis.

Kemungkinan seperti ini sejatinya masih sangat terbuka lebar apalagi jika nantinya kualitas Death Stranding benar-benar bagus di luar dugaan.


Itulah tiga opini saya mengapa gamer di Indonesia harus menahan diri dari melakukan pre-order Death Stranding. Ada banyak sekali kemungkinan terkait game ini. Bisa nantinya sangat mantap, biasa saja, bahkan hingga buruk.

Tapi alangkah baiknya, sebelum membeli game ini kita melihat dulu kepada review yang tersedia dan memutuskan apakah game ini layak dimainkan atau tidak.

Karena hingga sekarang, Death Stranding masih belum bisa diterka ke mana arah game ini. Kita hanya memprediksikan sesuatu yang bisa saja meleset nantinya.


Adam Imadudin

Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!